Lenovo IdeaPhone K860i, Unggulkan Layar 5-inchi dan Chipset Setara Galaxy Note II

Sebelumnya Lenovo sudah memiliki IdeaPhone K860 dengan chipset quad-core Exynos seperti yang digunakan Samsung untuk Galaxy S III. Namun mereka tidak puas sampai di situ, inilah versi upgrade minornya, K860i.

Jangan harap upgradenya begitu besar, karena tidak banyak yang dimasukkan pabrikan China tersebut untuk K860i ini. Yang jelas total RAM-nya digandakan, menjadi 2 GB, kemudian internal storage-nya pun menjadi 16 GB. Prosesor quad-core Exynos-nya juga diperbesar menjadi 1.6 GHz, dibandingkan 1.4 GHz pada kakaknya. Lengkaplah dengan layar 5-inchi seperti versi sebelumnya, jadilah smartphone raksasa ini sebagai rival yang cukup seimbang dengan beberapa pilihan smartphone 5-inchi lainnya.

Secara desain, K860i ini identik dengan K860 yang juga sudah dipasarkan di Indonesia melalui jalur distribusi Trikomsel (demikian kamu tidak perlu kuatir dengan purna jualnya, dan bisa didapatkan mudah di OkeShop atau Global Teleshop. Kamu mendapatkan layar 5-inchi dengan resolusi HD (1280 x 720 pixel), kamera 8-megapixel dengan pelengkap sensor di depan sebesar 2-megapixel, baterai 2250-mAh serta masih saja menjalankan Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Jangan ditanya kapan ada Jelly Bean, namun yang jelas IdeaPhone K860i ini lebih worthed dibandingkan Galaxy Grand dengan postur tubuh yang sama.

K860i (kiri) dibandingkan K860

Sayangnya, Lenovo belum mau mengumumkan kapan bakal dirilis dan berapa harganya. Semoga saja setara dengan harga K860 di Indonesia ya, yang sangat menggoda dengan tawaran Rp. 3.9 jutaan — untuk smartphone 5-inchi, resolusi HD, quad-core dan RAM 1GB!


SHARE
Previous articleSaksikan Lima Menit Awal Gameplay dari BioShock Infinite!
Next articleImpresi Sony C660X Xperia Yuga, Smartphone Android Raksasa Pertama Sony

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.