Roccat Isku FX, Keyboard Pintar dengan Teknologi Talk FX

Setelah Oktober lalu meluncurkan mouse gaming entry level Lua, pada Desember ini Roccat kembali memperkenalkan produk baru. Kali ini, mereka merilis sebuah keyboard untuk gamer hardcore yang mereka beri nama dengan Isku FX. Isku FX menggabungkan fitur-fitur yang ada di keyboard gaming keluaran Roccat sebelumnya, ditambah dengan sebuah fitur pintar yang mereka beri nama dengan Talk FX.

Roccat TalkFX Demo

http://youtu.be/1XUniMQft2M

Talk FX adalah sebuah fitur yang sebelumnya diperkenalkan pertama kali bersama game World of Tanks yang dikembangkan oleh Wargaming. Fitur pintar ini membuat keyboard (dan juga mouse) Roccat akan mengeluarkan warna berbeda-beda tergantung kondisi di dalam game. Sebagai contoh, keyboard akan menyala warna merah jika kamu terkena serangan musuh, atau berwarna biru saat mana kamu hampir habis. Roccat sendiri sudah membuka kesempatan bagi para developer game yang ingin mengimplementasikan fitur ini di game mereka, yang tentunya akan kompatibel dengan keyboard dan mouse buatan Roccat yang sudah mendukung fitur TalkFX ini.

Selain fitur TalkFX, keyboard yang bisa menyala dengan berbagai warna ini juga memiliki fitur lain yang tidak kalah pintar, seperti teknologi Easy Aim yang akan membantu kamu dalam melakukan sniping di game-game FPS. Dengan hanya sekali pencet pada tombol, keyboard ini bisa langsung berkomunikasi dengan mouse dan menyesuaikan DPI-nya secara otomatis. Tentu saja untuk memanfaatkan fitur ini kamu juga harus memiliki mouse yang DPI-nya bisa dikustomisasi. Roccat sudah mengkonfirmasikan, bahwa mereka merilis keyboard ini dengan banderol harga US $99.99 atau sekitar Rp 950.000.


SHARE
Previous articleZTE Luncurkan Grand X V970M Pertama Kali di Indonesia, Inilah Jelly Bean Termurah!
Next articleInilah Game-game Mobile iOS dan Android yang Didiskon, Potongannya Hingga 85%

Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.