Merubah Twitter Menjadi Medan Perang Melalui Tweeria

Siapa yang menyadari jika ternyata setiap tweet yang dikirimkan melalui Twitter bisa membuatmu menjadi lebih kuat, menjadi lebih kaya, atau bahkan bisa membuatmu lebih disegani karena mampu menghabisi monster? Setiap tweet yang kamu buat bisa mengantarkanmu berjalan ratusan kilometer menjelajahi daratan luas, menemukan item, dan mencapai wilayah baru di dunia bernuansa mediefal. Yup, setiap 14 kicauanmu bisa mewakili sebuah aktivitas yang jamak kita lakukan di sebuah dunia role-playing games alias RPG, melalui Tweeria, sebuah game yang mengubah Twitter menjadi sebuah arena perang.

Tweeria adalah game dengan antar muka minimalis yang memanfaatkan akun Twitter-mu untuk beraksi dan berinteraksi dengan pengguna Twitter/pemain Tweeria lainnya. Pengembangnya menyebut Tweeria sebagai “Lazy Twitter RPG,” karena memang kamu tidak perlu aktif harus berada di depan layar PC/tablet/smartphone untuk memainkannya. Tweeria sebenarnya sudah keluar masa betanya dan dibuka untuk publik sejak awal November 2012 lalu, namun mulai terdengar ramai akhir – akhir ini, seiring makin banyaknya pengguna Twitter yang memainkannya. Apalagi jika bukan karena syarat untuk berinteraksi dengan alter ego alias avatarmu yang kamu buat di game ini cukup mudah, Tweeria (versi kedua dari game yang dikenal sebagai Tweenk Lazy MMORPG), yang gameplay-nya pasif ini bisa menjadi selingan dikala senggang cukup dengan mempost tweet tertentu. Berikut penjelasan singkat Tweeria dari desainernya Alex Shteinikov.

Tweeria is a game with minimal user’s involvement. Everytime you tweet, your alter ego finds adventures, kills monsters or gets items. Every tweet you post can change his life. At the time you tweet “Good morning” your character finds a new sword.

Tampilan antar muka ketika kita memeriksa progress dan statistik Hero/Avatar di Tweeria

Jadi jika kamu memiliki akun Twitter, mendaftar di tweeria.com, lalu membuat karakter/avatar, maka kamu (diwakili avatarmu) siap terjun di arena Tweeria. Kemudian sadar atau tidak, semua yang kamu lakukan di Twitter, baik itu retweet hingga @-reply back-and-forth, bakal ditranslasikan sebagai item seperti battleaxe atau rapalan sihir seperti fireball. Game ini mengambil data dari application programming interface-nya Twitter, membantumu meng-generate karakter, kemudian menentukan berapa besaran statistik health dan strength berdasarkan jumlah tweet dan follower yang kamu miliki. Selanjutnya kamu dikirim ke dungeon, sendirian atau dengan teman-teman followermu atau yang kamu follow (dan memainkan game ini), atau malah bisa jadi kalian berakhir beradu PVP (player-vs-player). Dan benar, jika kamu menang, sama saja kamu “menghabisi” (avatar) teman/follower-mu. Namun bisa jadi kamu malah mendapatkan event lucu, seperti avatarmu berhasil menghabisi seorang aktor terkenal yang mungkin kamu follow akunnya.

Setting dunia Tweeria

Menurut kreatornya, proyek game non-komersil dari Alex Shteinikov ini awalnya untuk membuat jenis baru game sosial, dimana gamer cukup bersosialisasi untuk bisa memainkannya, dengan tidak memerlukan banyak input dari user. Kamu hanya perlu memulai conversation dan membangun audience melalui setiap kicauanmu agar bisa memainkannya. Jadi jika kamu aktif Twitteran, maka kamu bisa memainkan Tweeria dengan lancar. ,

“Kami ingin membuat game sosial yang lebih sosial.” ujar Alex Shteinikov pada The Verge. Dia menambahkan juga, “Bagi kami, game yang sebenarnya terjadi di luar Tweeria.”

Seperti yang kami sebutkan di atas, karena game ini otomatis menarik akun yang kamu follow dan follower-mu, maka bisa jadi apa yang kamu tweet, retweet atau apa pun aktivitasmu di Twitter diterjemahkan menjadi suatu yang di luar prediksi. “Membunuh” teman sendiri, atau aktor terkenal akan sering terjadi, apalagi jika mereka tidak mendaftar dan memainkan Tweeria, karena statistik health dll pasti tidak ada/minim. Semua orang di jaringan sosial Twiiter-mu bisa menjadi target. Namun bisa jadi feed tweet-mu berakhir dengan kamu bekerjasama dengan pemain lain. Namun justru itulah salah satu data tarik Tweeria, menemukan aturan yang tak terlihat dari Tweeria, seperti yang diungkapkan Miso Susanowa, pemain Tweeria yang juga menulis sebuah guide yang cukup lengkap untuk game ini di blog-nya.

Salah satu data tarik Tweeria adalah menemukan aturan yang tak terlihat dari Tweeria,” Miso Susanowa, penulis guide Tweeria.

Gratis dan tidak butuh banyak interaksi, mungkin itu yang membuat Tweeria makin ramai. Karena saat ini pemainnya diklaim mencapai 14,000 user, dan rata-rata dengan 18,000 visit per hari. Desainernya juga terus mengembangkan game ini, dengan membuka peluang kita bisa membuat rapalan sihir sendiri, atau meng-upload foto avatar tersendiri. Namun opsi tersebut ternyata berakhir pada masalah pengaduan hak cipta, karena banyak artwork yang di-upload user diambil mentah-mentah tanpa ijin dari game lain, terutama World of Warcraft Trading Card Game, dan juga banyak art yang didapat dari akun Deviant Art.

Permasalahan tersebut memang belum selesai, dan terus menuai kritik yang menghubungkan dengan kata “lazy” dari tagline game ini. Banyak yang menganggap desainernya terlalu malas (lazy) sehingga untuk artwork-nya banyak mengambil dari game lain. Namun baru-baru ini Alex mem-post di website Tweeria, meminta user untuk berhenti mem-flood Tweeria dengan artwork ber-copyright.

Pilihan Hero dan Class yang bisa kamu pilih.

Setelah versi PC-nya ini, dimana kita bisa mudah memantau bagaimana perkembangan hero avatarmu, semoga saja kreator Tweeria segera menghadirkan versi mobile-nya. Jadi kita bisa mudah memantau bagaimana karakter kita secara mobile, karena memang untuk urusan tweet, re-tweet dll juga bisa dilakukan secara mobile.

Sumber: Tweeria, The Verge


SHARE
Previous articleOUYA Developer Console Mulai Disebar, Yuk Kita Intip Apa Saja Isinya!
Next articleEidos Turun Tangan, Tomb Raider Segera Miliki Fitur Multiplayer!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.