Year On Video Game, Kaleidoskop Dunia Game 2012

Seperti momen yang sama di tahun lalu, pergantian tahun banyak dimanfaatkan untuk hura-hura, belanja, berwisata, atau sekadar berkumpul bersama keluarga dan mengenang kembali apa saja yang sudah dilalui setahun kemarin, tertawa bersama, berkaca dari kesedihan, dan sama-sama berharap 365 hari ke depan yang lebih baik. So, sebelum mulai mendaftar apa saja resolusi dan target yang ingin diraih, kita lihat kembali apa saja yang terjadi setahun ke belakang, mulai dengan salah satu media entertainment yang kini mulai jamak bisa dinikmati melalui banyak platform, yaitu video game.

Selama internet di Indonesia masih kurang ngebut, solusi download digital tetap kurang mengena.

Bagaimana perkembangan dunia game sepanjang 2012 kemarin? Selain kita masih berkutat dengan konsol generasi tujuh, serta handheld game yang hanya menyajikan revisi dengan upgrade minor, sebenarnya tahun 2012 kita hampir tidak mendapatkan sebuah “ledakan” yang hebat dari sebuah perkembangan teknologi konsol. Kenyataan itu mengancam. Terutama developer game yang hanya bisa terpaku pada teknologi lama, dan kreativitas mereka terbendung. Dan akhirnya realita benar – benar mengancam dunia game tahun ini. Mulai konsol generasi baru yang tak kunjung hadir, dampak resesi, kerugian yang terus dialami, dan trend pemasaran game yang mulai berkembang dan beralih dari retail ke download digital, membuat banyak perusahaan game harus melakukan restorasi, jika tidak, mungkin kita akan banyak mendengar kabar penutupan studio atau pengurangan karyawan.

Kendali inovatif Nintendo Wii U menggunakan layar kedua.

Dari sisi teknologi, dunia game seakan sudah mencapai titik kulminasi. Memang ada Wii U dirlis mulai November 2012 kemarin, membawa kontrol baru yang lebih fun, namun di sisi Microsoft Xbox 360 dan Sony PlayStation 3 yang sudah eksis sejak 6 tahun lalu, tidak dipungkiri keduanya mencapai batas, serta banyak developer yang berharap segera hadir teknologi baru. Dan itu benar, karena lambatnya evolusi konsol sama saja juga menjadi satu faktor menurunnya kuantitas game yang bisa mereka jual di pasaran. Dan secara tidak langsung, hal itu juga dipengaruhi fakta bahwa banyak game yang eksis di sepanjang tahun sekadar sekuel, dan juga franchise yang dikembangkan.

“Saya harap, konsol generasi mendatang akan hadir lebih sering!”

Seperti yang diungkapkan Yves Guillemot, CEO dari Ubisoft saat mengomentari bagaimana lambannya transisi konsol dari satu generasi ke generasi selanjutnya. “Saya rasa yang terjadi sekarang adalah transisinya terlalu lama. Anda tahu di dalam sebuah industri, kita harus selalu mengganti mesin setiap lima tahun sekali. Namun tidak dengan industri game, tahun ini umur X360 sudah menapak tujuh tahun. Kita membutuhkan konsol baru, dan di akhir siklus biasanya penjualan turun drastis karena kurangnya IP baru sehingga sedikit banyak merusak industri ini,” ujar Guillemot. “Saya harap, konsol generasi mendatang akan hadir lebih sering,” lanjutnya.

Produsen konsol masih mengajukan jurus klasik berikan versi mini dari konsol (yang kini terlihat) berukuran “raksasa” yang mereka rilis beberapa tahun sebelumnya.

Guillemot memiliki alasan atas pendapatnya tersebut. Menurutnya, siklus konsol yang terlalu lama membuat publisher melarang developer untuk melakukan inovasi, dengan alasan untuk memperkecil resiko. “Transisi adalah waktu yang tepat bagi para kreator seperti kamu untuk mengambil lebih banyak resiko dan melakukan banyak hal berbeda. Ketika satu konsol sudah beredar dalam waktu yang sangat lama, kamu tidak akan mengambil banyak resiko dengan membuat sebuah IP yang benar-benar baru, karena meskipun IP tersebut sangat bagus, penjualannya tentu tidak akan besar”, ujarnya lebih jauh.

Resident Evil Revelations jauh lebih menegangkan dari pada saudara konsolnya, yang diklaim memiliki beberapa mode permainan dan didukung grafis modern.

Berkutat pada sekuel dan franchise, entah yang dari dunia game, atau yang layak untuk dijadikan game. Wajar saja, karena memang developer game memilih jalan aman. Lebih baik menjual apa yang pasti laku dijual daripada mereka harus berspekulasi dengan membuat IP baru yang belum tentu laku. Selain kembali pada “mentok”nya teknologi konsol, seakan mengekang kreativitas developer. Resident Evil 6 yang sepertinya keren dengan mengobrak-abrik konsep gameplay awalnya dengan kesan action yang sepertinya kreatif, ternyata justru merusak nuansa asli game tersebut. Dan benar, kami lebih menyukai Revelations untuk 3DS yang begitu tradisional sebuah Resident Evil.

 

Semoga saja dengan banyaknya game indie yang dirilis untuk PS Vita, harga yang murah melalui sistem download, bisa meningkatkan “performa” handheld canggih Sony tersebut.

Nintendo yang mempelopori pengendalian layar kedua dengan GamePad-nya Wii U memang memberi akses untuk mewujudkan ide kreatif, namun tetap saja kembali pada kata inovasi, apa yang ditawarkan Wii U sudah banyak diimplementasikan gadget dan seperti smartphone dan tablet. Kemampuan Wii U pun ternyata di bawah PS3 dan X360, langsung memberi label konsol tersebut tidak lebih penyempurnaan dari sisi kontrol dari apa yang sudah eksis di dunia game pada generasi tujuh. Sementara dari handheld, Sony dengan PS Vita memang membuka akses pengendalian yang kreatif. Namun tanpa dukungan game yang mampu mengeksploitasinya, teknologi yang mereka terapkan menjadi sia – sia. Namun kami juga lega mendengar Sony membuka akses developer indie berkiprah di PS Vita melalui PlayStation Mobile. Semoga saja tahun depan nasibnya bisa lebih baik dengan lebih banyak game eksklusif yang bisa dimainkan.

Sihir di tangan kirimu…. pedang di tangan kananmu :)
Dishonored memang keren… tidak biasanya kita melancarkan rapalan sihir dengan tampilan first-person… dan harus diakui, ini adalah terobosan IP baru yang luar biasa.

Kemudian kami juga mendapatkan fakta bahwa banyak game yang mencoba cari jalan aman dengan orientasi gameplay adaptasi game yang sudah dikenal, terkadang sekadar replika dari nama yang lebih populer, yang lebih cepat laku. Seperti Black Ops II yang mampu meraih angka penjualan US $1milyar hanya dalam 15 hari, kenyataan itu cukup menjadi pendorong developer lain membuat duplikatnya, walau hanya sekadar meminjam gameplay-nya. Black Ops II itu pun contoh yang masuk sekuel, ada nama Call of Duty bertengger di sana menjadi jaminan. Kami justru berharap mendengar nama baru yang bisa sukses dan diterima, dengan konsep kreatif yang freash, seperti yang diberikan Bethesda melalui Dishonored.

Dimana-mana suatu keadaan tertekan bisa melahirkan pertautan emosional yang dalam. Dan versi game The Walking Dead ini sukses menerjamahkan dalamnya hubungan karakter versi TV Series-nya dalam sebuah point-and-click adventure yang menarik.

Masih dari sisi game, kami juga mengapresiasi game – game unik dengan konsep kreatif yang tidak pernah kemi temui sebelumnya. Seperti Journey, yang entah bagaimana kami menggambarkannya. Game tersebut hanya sebatas satu karakter berjalan, dan berinteraksi dengan satu karakter lain, dimana komunikasinya terwujud melalui musik. Namun entah sihir apa yang terjadi, musik itu bisa begitu dalam menembus emosi para pemainnya. Hal yang sama juga terjadi pada Telltale dengan The Walking Dead, yang menawarkan aspek storytelling interaktif kelas atas, dan kembali membuat para pemainnya merasakan sisi emosional karakter yang kamu perankan.

Kabarnya sih, Xbox 720 ini bakal memiliki kontroler sekaligus layar kedua. Namun sebelum itu muncul, Microsoft juga menyiapkan Xbox baru yang terintegrasi langsung dengan TV.

Di atas kami juga menginggung mengenai download digital, yang terbukti lebih sukses ketika kita bicara distribusi game. Tidak ada beban tambahan kotak retail, atau harus memikirkan ketersediaan stock. Melalui download digital game menjadi lebih mudah diakses di semua wilayah dengan harga yang lebih terjangkau. Dan sepertinya konsep pemasaran ini nantinya bakal makin diterima dengan mulai terangkatnya cloud gaming yang ditawarkan Valve melalui layanan Steam mereka, yang menyediakan game tanpa konsol, bisa diakses langsung melalui layar televisi yang terhubung internet cepat.

Kini game mobile bukan lagi konsumsi kalangan casual saja, namun gamer hardcore pun banyak yang beralih menikmati praktisnya main game dimana saja, kapan saja, bahkan sambil leyeh-leyeh seperti baby lucu di atas… :)

Produsen mesin game pun terkadang juga masih mengajukan resep lama, mereka sekadar merevisi bentuk konsol lama, dengan sihir menjadikan ukuran konsol mereka lebih kecil. Justru banyak gamer yang mulai beralih pada platform mobile game yang praktis, mudah, dan ide kreatif bermunculan dari sana (berkat perkembangan teknologi mobile yang begitu pesatnya). Digital download yang menjadi sistem pemasarannya pun mendukung cepatnya mobile game berkembang. Square Enix, 2K Games, EA, Disney dan bahkan Ubisoft yang memiliki studio khusus sendiri untuk mobile game (Gameloft) sudah aware dengan realita ini, dan mereka sudah siap menyambutnya.

OUYA, mesin game generasi delapan kedua setelah Nintendo Wii U. Sejatinya sebatas kotak Android mungil, plus mendapat kontroler khusus, jadilah konsol Android dengan pilihan ratusan game mobile, mulai dari yang casual sampai ke hardcore…

Overall, tahun 2012 ini kami merasa masih sama seperti sebelumnya. Kita hanya berpesta karena game baru yang sekadar sekuel, prekuel, atau reboot. Kreativitas developer dalam membuat IP baru masih terbelenggu batasan teknologi mesin game yang ternyata hanya itu – itu saja. Semoga saja 2013 mendatang kita segera mendapatkan medium baru, Xbox 720, PlayStation 4, dan tentu saja kita menyambut banyak game mobile yang berkembang menjadi penantang baru konsol, karena bakal muncul banyak alternatif mesin game rumahan yang berbasis sistem operasi mobile seperti Android-nya Google.

Cukup dengan impresi kami untuk setahun kemarin, berikut kompilasi pilihan redaksi kami, game – game apa saja yang layak disebut sebagai yang terbaik untuk platform tertentu dan runner up-nya, game apa yang kami nilai terbaik berdasarkan genre, sekaligus prediksi game apa saja yang bakal mencuri spotlight di sepanjang 2013 mendatang.

Xbox 360

  •  Halo 4: Meskipun ditinggal oleh pengembang utamanya, Bungie, Halo 4 menampilkan pertarungan yang menakjubkan, cerita yang lebih menarik, dan mode multiplayer yang inovatif.
  • Dishonored: Berani tampil beda dengan inovasi yang beresiko yaitu sebuah game stealth dengan sudut pandang orang ketiga. Meskipun terlihat susah, ternyata kontrolnya mudah dipahami.

PS3

  • Journey: Untuk menjadi yang terbaik, tidak harus berbudget besar dan gameplay yang rumit. Journey buktikan konsep sederhana dengan menarik simpati dan emosi, bisa menjadi nilai jual yang tinggi.
  • Yakuza 5: Kembali ke seri utamanya, Yakuza 5 menampilkan map yang lebih luas dari prekuelnya serta lima karakter playable yang memiliki latar cerita yang berbeda. Juga dikemas menarik dengan fitur baru.

Wii U

  • New Super Mario Bros U: Tidak boleh dilewatkan oleh pemain Wii U. Kamu dapatkan kekuatan baru untuk terbang dengan Flying Squirell, kemudian gameplay juga lebih kompeks dengan adanya dukungan dinosaurus Yoshi.
  • Assassin’s Creed III: Selain memiliki inti gameplay dan grafis yang sama dari versi konsol lain, satu hal yang menjadi nilai tambah game ini adalah penggunaan layar kedua untuk map dan inventori yang sangat inovatif.

Wii

  • Epic Mickey 2: The Power of Two: Meski kadang Oswald kurang membantu, namun cerita dari game ini sangat khas Disney! Sistem membangun kotanya dengan pena juga cukup menarik untuk dimainkan.
  • The Last Story: Nama Hironobu Sakaguchi (pencipta Final Fantasy) sebagai mastermind game ini, sudah cukup menjadikannya nilai jual. Kami juga menyukai gameplay RPG-nya yang memasukkan unsur real-time strategy.

DS / 3DS

  • Zero Escape: Virtue’s Last Reward: Meskipun sekadar Visual Novel, namun justru itu menjadi kekuatan game ini. Interaksi dengan karakter yang dalam, dan juga puzzle yang intens menjadikan penerus 999: Nine Hours, Nine Persons, Nine Doors ini layak menjadi pengisi puncak untuk 3DS GOTY 2012.
  • Kingdom Hearts 3D Dream Drop Distance: Game KH terbaru untuk 3D, yang tentu hadir dengan beragam gameplay baru. Sistem dua karakter yang bisa bergantiganti antara Sora dengan Riku (Drop System) benar-benar menawan.

PSP / PS Vita

  • Persona 4 Golden: Versi remake Persona 4 dengan beragam tambahan gameplay yang makin membuatnya adiktif. Jelas menjadi RPG papan atas yang dinantikan para penggemar Persona dan pemilik PS Vita.
  • Gravity Rush: Gravity Rush hanya kalah satu point dari Persona 4 Golden, dia tidak sepopuler franchise RPG itu. Namun secara kualitas, hanya game ini yang mampu wujudkan kekuatan kontrol PS Vita yang hebat.

Mobile Game

  • Angry Birds Star Wars: Gameplay yang adiktif dipadu dengan ikon-ikon Star Wars membuat game ini serasa nostalgia penggemar Star Wars. Upgrade kemampuan baru untuk masingmasing burung juga sangat menarik.
  • Rayman Jungle Run: Jungle Run menjadi jawaban mereka yang mendambakan Rayman Origins untuk platform mobile. Gameplay-nya begitu original Rayman, side-scrolling platformer, begitu old-school namun adiktif.

 

Best Action Adventure

Dishonored, runner up Assassin’s Creed III, posisi ketiga Sleeping Dogs: Dishonored menempati puncak, lebih baik dibandingkan dengan Assassin’s Creed III yang dipenuhi oleh bug yang merugikan. Selain itu juga menampilkan pengalaman baru bagi gamer. Assassin’s Creed III keren dan pasti dinantikan penggemarnya, apalagi ini merupakan perjalanan terakhir dari Desmond. Sedangkan Sleeping Dogs, memiliki tema unik yaitu mengangkat tema aksi film Chinnese. Sayangnya sedikit repetitif dan cerita yang dihadirkan terlalu singkat.

Best Shooter

Halo 4, runner up Call of Duty: Black Ops II, posisi ketiga Borderlands 2: Halo 4 tampil dengan segudang fitur yang beberapa diantaranya kembali lagi dari prekuelnya. Hadirkan pertarungan yang hebat dan menjanjikan gamer dengan mode multiplayernya. CoD:Black Ops II memang berbeda dengan seri pertamanya baik cerita maupun plot utamanya. Selain itu, mode multiplayernya juga sangat adiktif. Sedang Borderlands 2 memiliki elemen RPG dan ciri khas tersendiri.

Best Role-playing Game

Persona 4 Golden, runner up Final Fantasy XIII-2, posisi ketiga Tales of Xillia 2: Jawara RPG tahun 2012 lalu kami nobatkan pada Persona 4 Golden, yang tentu sudah kita ketahui bersama karena menjadi versi remake yang benar-benar sempurna. Disusul kemudian oleh Final Fantasy XIII-2, yang walaupun makin membuat FF XIII menjadi aneh dan melenceng, gameplay-nya tampil memukau. Dan posisi ketiga diraih oleh Tales of Xillia 2 yang menghadirkan sederet fitur baru dan banyak pilihan-pilihan, menjadikannya serial Tales maju ke babak baru.

Best Fighting

Tekken Tag Tournament 2, runner up Dead or Alive 5, posisi ketiga Persona 4 Arena: Tidak bisa dipungkiri bahwa game fighting terbaik untuk tahun ini adalah Tekken Tag Tournament 2, selain karena jumlah karakter yang luar biasa banyak, game ini memberikan kebebasan bagi para pemainnya untuk mengkustomisasi karakter sesuai keinginan mereka. Dead or Alive 5, fiturfitur baru dan kombo-kombo jurus maut yang dihadirkan juga cukup menarik. Persona 4 Arena juga memberikan sensasi baru dengan unsur RPG-nya, seperti BlazBlue dengan bumbu RPG.

Best Racing

Need For Speed: Most Wanted, runner up Forza Horrizon, posisi ketiga Ridge Racer: Unbounded: Kami tidak bisa menyembunyikan apa yang menjadi favorit di redaksi, yang juga banyak disukai mayoritas gamer, arcade style racing. Dan Criterion sukses mewujudkan melalui edisi reboot Most Wanted. Variasi selama gameplay seperti polisi, kompetisi, dan lintasan yang layak untuk dihancurkan menjadikannya lebih fun.

Best Sport

FIFA 13 runner up PES 2013, posisi ketiga NBA 2K13: Meskipun terbilang minim improvisasi daripada tahun lalu, namun FIFA 13 kami anggap mampu mengungguli PES 2013 dalam pertarungan tahun ini. Kemampuan Impact Engine yang lebih dipoles hingga grafis yang cantik menjadi dua nilai tambah utama. Keputusan untuk mengubah PES 2013 sedikit lebih ke aroma simulasi juga tepat. Dukungan artis papan atas juga membuat NBA 2K13 masuk dalam daftar ini.

Best Platformer

Gravity Rush, runner up New Super Mario Bros U, posisi ketiga Rayman Origins: Satu kunci PS Vita untuk bisa makin diterima adalah dukungan developer game. Selain itu, juga mereka yang mampu mengeksploitasi banyak kemampuan PS Vita yang memang begitu hi tech. Game ini menjadi satu contoh, bahkan mungkin yang terbaik untuk handheld Sony itu. Kami salut dengan gameplay gravitasinya Sedangkan New Super Mario Bros U merupakan game yang pasti dibeli oleh mereka yang punya Wii U. Dan jika bicara game terbaik Wii U hingga saat ini, tidak ada yang lain. Menjadi game terbaik Mario dari lineup “New” yang dimulai sejak era DS, plus game ini bisa dimainkan langsung di layar GamePad tanpa harus bergantung pada televisi!

 

Most Anticipated Games of 2013

  • Grand Theft Auto V: Konfirmasi tiga protagonis yang menawarkan tiga gameplay berbeda dan bisa kamu ganti-ganti dalam permainan membuat banyak penggemar GTA V termasuk kami penasaran. Selain itu, kami juga sangat antusias mendengar bahwa Los Santos nantinya akan lebih luas dari area dalam GTA-GTA sebelumnya dan Red ead Redemption. Apakah penantian hampir dua tahun terbayar lunas pertengahan tahun ini?
  • BioShock Infinite: Game ini sudah dinanti-nanti semenjak trailernya keluar, namun ternyata hingga akhir tahun 2012 ini belum ada kepastian rilis. Penasaran dengan setting kota udara Columbia yang dipakai dalam game ini nantinya, karena memang itu menjadi hal baru di tengah serial BioShock. Gamenya juga lebih sosial dan banyak interaksi dengan manusia lain.
  • Gears of War: Judgment: Kisah mengenai awal mula dari trilogy Gears of War cukup menarik untuk dinantikan, karena kamu bakal mengendalikan Damon Baird dan Augustus Cole di masa muda mereka sebagai protagonis. Selain itu, ada fitur baru OverRun yang akan memberikan nuansa kompetitif baru. Banyak fitur yang memberikan pengalaman multiplayer yang seru juga melalui Free For All dan Extraction.
  • Devil May Cry (DmC): Meski menuai banyak kontroversi akan desain terbaru dari Dante, namun kenyataannya, gameplay dari DmC mampu memukau para fans di trailer dan demo yang telah dirilis. Dengan fitur dan engine yang baru, rasanya tidak salah bahwa game keluaran Capcom ini patut ditunggu perilisannya awal tahun depan.
  • The Last of Us: Meski ternyata ramalan suku Maya tentang kiamat pada 21 Desember 2012 lalu meleset, bila kamu ingin merasakan rasanya hidup di dunia “setelah kiamat”, maka game oleh pembuat seri Crash Bandicot dan Uncharted ini diekspektasikan akan memuaskanmu. Dengan besarnya dunia yang dapat kita jelajahi (crosscountry), The Last of Us diharapkan mampu menjadi salah satu survival game yang bersinar tahun depan.
  • Monster Hunter 4: Sudah pasti judul terbaru berburu monster dari Capcom ini menyita perhatian para penggemar setianya. Ini tak lain karena Monster Hunter 4 menghadirkan revolusi gameplay seperti Jump Attack, dan dua senjata baru yang siap menemani, yakni Operating Insect Rod dan Charge Axe. Jelas konten baru ini makin membuat pengalaman berburu monster menjadi lebih menegangkan.

SHARE
Previous articleYuk Kita Kenalan dengan Para Protagonis Kaio: King of Pirates
Next articleMenyapa OUYA Dengan Interface Minimalis ala ‘Metro’ Windows Phone

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY – yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi “ngoprek” smartphone.