GameStick, Calon Saingan OUYA dengan Ukuran Sebesar Flashdisk!

Tahun lalu, publik gamer dikejutkan dengan munculnya proyek konsol OUYA bertenaga Android yang muncul di Kickstarter. Setelah beberapa bulan mengumpulkan funding lewat Kickstarter, akhirnya OUYA berhasil mencapai (bahkan melebihi) target funding yang dibutuhkan sebesar US $8.6 Juta. Bahkan, akhir Desember 2012 lalu mereka sudah mengirimkan sekitar 1200 konsol versi Developer, yang masih merupakan versi awal sekaligus meluncurkan ODK (OUYA Development Kit) bagi para developer yang ingin mengembangkan game-game-nya.

Belum reda hype terhadap OUYA, awal tahun ini proyek serupa muncul di Kickstarter. Bedanya, kali ini ukurannya jauh lebih kecil dari OUYA, dan diklaim hanya berukuran sebesar Flashdisk saja! Perkenalkan, GameStick yang kini tengah dalam pengembangan di Play Jam dan juga tengah berjuang untuk mendapatkan target dana di Kickstarter. Dengan ukuran hanya sebesar Flashdisk, pihak pengembang menjuluki konsol portabel ini sebagai “Most affordable, open and portable TV games console ever created”.

GameStick terdiri dari dua bagian terpisah, satu bagian berukuran sebesar flashdisk yang merupakan “konsolnya” dan bagian lain adalah kontrolernya. Untuk mulai menggunakan Game Stick, kamu hanya perlu menancapkannya ke port HDMI yang terdapat dalam TV, dan mainkan game melalui kontroler yang disediakan. Disebut sebagai saingan OUYA, karena selain menawarkan konsep yang hampir mirip (konsol portabel), GameStick juga menggunakan Android Jelly Bean sebagai OS-nya. Dalam video presentasi yang diberikan pihak developer pun,  tampak konsol ini juga memiliki interface kotak-kotak ala OUYA dan bukan tidak mungkin menggunakan struktur SDK (Software Development Kit) yang hampir sama, sehingga developer yang mengembangkan game untuk OUYA, bisa juga mendistribusikan game-nya untuk Game Stick.

Jasper Smith yang memimpin proyek ini juga mengatakan dalam halaman Kickstarter Game Stick, bahwasanya nanti kamu juga bisa menggunakan segala macam kontroler bluetooth untuk memainkan Game Stick, seperti GreenThrottle selain menggunakan kontroler bawaannya yang sekilas mirip kontroler SNES ini. Selain itu, dalam halaman Kickstarter-nya, Play Jam juga mengatakan bahwa mereka sudah menggandeng beberapa developer papan atas untuk menggarap game-game GameStick, seperti Madfinger Games, Hutch, dan Disney. GameStick sendiri sudah mengalami penelitian di laboratorium Play Jam selama 12 bulan terakhir, dan siap diwujudkan pada April 2013 mendatang setelah menutup penggalangan dana di Kickstarter pada 1 Februari 2013 mendatang.

Berikut ini adalah spesifikasi dari GameStick seperti yang dituliskan dalam halaman Kickstarter-nya

  • Prosesor – Amlogic 8726-MX
  • Memory – 1GB DDR3 / 8GB FLASH
  • Content Download Manager dengan menggunakan cloud storage untuk distribusi game-nya.
  • WiFi – 802.11 b/g/n
  • Bluetooth – LE 4.0
  • O/S – Android Jelly Bean
  • Controller – Bluetooth, 3 mode controller: gamepad, mouse and keyboard with support for up to 4 controllers.
  • Full 1080p HD video decoding

Selain berukuran lebih kecil dari OUYA, GameStick juga nantinya akan dibanderol dengan harga yang lebih murah, US $79 atau sekitar Rp 750.000. Lebih murah dari OUYA yang dibanderol dengan harga US $99. Di Kickstarter, sepertinya GameStick juga akan mengalami nasib serupa dengan OUYA yang mendapatkan jutaan dolar hanya dengan target awal US $950.000 saja. Sampai berita ini ditulis, GameStick yang baru tampil sehari di Kickstarter sudah mendapatkan lebih dari US $68.000 dan sepertinya bakal mencapai angka US $100.000 seperti yang ditargetkan hanya dalam satu atau dua hari ke depan. Wow!

Bagaimana menurut kamu? Siapa yang bakal memenangkan pertarungan konsol portabel ini. OUYA atau GameStick?

[Sumber: Kickstarter]


SHARE
Previous articleJoseph Gordon-Levitt Perankan Star-Lord di Guardians of the Galaxy?
Next articleInilah 12 Game Android Terbaik Versi Google!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.