nVidia Mengkonfirmasikan Tegra 4, Prosesor Mobile Terkencang Dengan GPU 72 Core!

Tampaknya ajang Consumer Electronic Show tahun ini yang mulai diadakan besok bakal ramai dengan kontestan dari ranah mobile. Yang pasti smartphone raksasa dengan layar 5-inchi bakal menghiasi banyak booth. Namun kami yakin itu hanya permulaan dari kejutan lain yang bakal kita dapatkan dari teknologi mobile selama setahun ke depan. Seperti nVidia yang telah mengawali persaingan teknologi chipset mobile dengan mengkonfirmasikan generasi baru chipset mobile nVidia Tegra 4. Keluarga chipset baru’yang sebelumnya dikenal dengan kode nama ‘Wayne,’ tersebut diklaim oleh nVidia sebagai prosesor mobile terkencang di dunia.

Tegra 4 menggunakan empat core dari keluarga ARM Cortex-A15, yang dipadukan dengan generasi kedua core pendamping/penghemat daya baterai yang disebut PRISM 2 (seperti yang diterapkan pada Tegra 3, dan juga oleh Samsung untuk keluarga Exynos seri 5), yang bertugas untuk mengambil alih operasi ketika tidak ada task berat dijalankan — seperti active standby, musik, dan memutar video. nVidia menggambarkan performanya meningkat 2.6x dari Tegra 3, dan juga didukung dengan GPU yang mengadopsi 72 core, dengan perbandingan lebih kuat 6x dibandingkan GPU Tegra 3. Kombinasi prosesor dan GPU “monster” tersebut diklaim mampu menjalankan aplikasi dan game lebih cepat, dan untuk pertama kalinya dalam ranah mobile bisa menjalankan content dengan resolusi 4K alias ultra high definition television, yang biasa diterapkan untuk televisi digital dan sinematografi digital.

“Tegra 4 menawarkan kekuatan pemrosesan dan efisiensi daya smartphone dan tablet, perangkat game, auto system dan PC,” ujar Phil Carmack, senior vice president Tegra business dari NVIDIA. Dia juga menambahkan, “Kemampuan barunya, khususnya di bidang komputasi fotografi, akan sangat membantu produk yang sudah ada dan mampu mengarahkannya pada penciptaan baru yang lebih menarik.”

Tahukah kamu: Jika Tegra 4 ini menjadi chipset pertama dengan prosesor quad-core yang menerapkan arsitektur ARM Cortex-A15. Samsung dengan Exynos 5 yang kamu temukan dalam tablet Google Nexus 10, memang juga menggunakan Cortex-A15 dari ARM, namun Exynos 5 dalam Nexus 10 itu sebatas prosesor dual-core.

Selain itu dari pemaparan nVidia, mereka juga memasukkan apa yang disebut Computational Photography Architecture, yang mampu secara signifikan mengurangi waktu untuk proses yang berhubungan dengan fungsi kamera, seperti ketika mengambil foto/video dalam mode HDR/High dynamic range, yang biasanya dalam proses standar fungsi kamera tipikal smartphone yang kita kenal, bakal mengambil beberapa foto dengan cepat dengan tingkat exposure berbeda, untuk kemudian disatukan dan menghasilkan foto dengan detail yang lebih baik. nVidia memberi solusi agar proses pengambilan gambar melalui mode HDR melalui Tegra 4 bisa lebih cepat, dengan mengurangi jeda (bahkan mengambil dua foto bersamaan) waktu antara diambilnya tiap tembakan foto, menghasilkan foto yang lebih jelas dan tidak ngeblur, terutama jika kita menggunakan mode HDR pada obyek yang bergerak. Penerapannya seperti live HDR preview, instant HDR photos, HDR video, HDR burst, dan HDR Flash.

nVidia juga menambahkan kemampuan opsional untuk pemanfaatan modem 4G LTE dalam wujud chipset tambahan Icera i500, yang juga menjadi besutan internal nVidia — ukurannya diklaim lebih kecil dari tipikal modem 4G LTE , sehingga hanya mengambil jatah 40% pada area die. Seperti kita ketahui sebelumnya, smartphone yang versi internasionalnya menggunakan Tegra 3, biasanya harus merelakan diganti otaknya dengan pilihan lain (biasanya solusi dari Qualcomm), atau dengan keadaan memaksa dengan menambahkan modem 4G LTE eksternal jika ingin menerapkan teknologi koneksi data 4G LTE. Namun sayangnya, solusi nVidia itu seharusnya bisa malah menanbah harga keseluruhan smartphone, karena solusi modem tetap eksternal, bukan on-die modem yang terintegrasi dalam chipset-nya. So, artinya Tegra 4 masih belum memiliki model 4G LTE terintegrasi, meskipun Icera i500 dikembangkan dalam satu platform Tegra 4. Setidaknya ini menjasi satu nilai minusnya.

Project SHIELD… lama-lama handheld game bakal menjadi lebih “Android!”

Dan terakhir, nVidia menjanjikan selain peningkatan kinerja yang signifikan, juga ketahanan baterainya yang jauh lebih baik. Setidaknya diklaim 45% lebih hemat dibandingkan Tegra 3 yang banyak diserang karena memang dianggap tidak seirit para kompetitornya. Apalagi jika vendor smartphone-nya kurang dalam memaksimalkan chipset Tegra 3, hasilnya benar-benar mimpi buruk borosnya baterai. Para pengguna LG Optimus 4X HD untuk firmware awal sempat menjadi korban borosnya Tegra 3. Untuk Tegra 4 ini, figur yang dijanjikan adalah 14 jam waktu untuk memutar video HD.

Dari apa yang dipaparkan nVidia, sepertinya mereka siap kembali bersaing dengan rival – rivalnya dalam perang silikon mobile. Sementara ini yang sudah diajukan untuk mewakili kehebatan chipset Tegra 4 tersebut adalah bakal kontestan baru handheld generasi delapan lainnya, yang menggunakan sistem operasi Android, yaitu Project SHIELD — sepertinya menjadi penantang sempurna Nintendo 3DS dan Sony PlayStation Vita. Sayang belum ada kepastian kapan “perisai” baru nVidia tersebut dirilis di pasaran.

Sumber: nVidia


SHARE
Previous articleKungfu Legacy Online Pemenang Event Nge’ Date With Oolyne
Next articleDuniaku Recap: Top Trending Articles of the Week!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.