Prototype Variasi Steam Box Lain Meramaikan CES 2013!

Salah satunya merupakan Bigfoot?

Seperti yang sudah saya tuliskan sebelumnya, dalam perhelatan Consumer Electronic Show (CES) 2013 ini Valve memperkenalkan Steam Box, langkah pertama mereka untuk ikut masuk dalam bisnis konsol. Valve juga mengungkapkan, bahwa nantinya di pasaran tidak hanya akan ada satu Steam Box, dan mereka bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk mewujudkan beberapa diantaranya. Salah satunya adalah bekerja sama dengan Xi3 Corporation untuk mengembangkan prototype Steam Box yang disebut dengan Piston.

Atau salah satu dari ini yang merupakan Bigfoot?

Valve juga mengkonfirmasikan, bahwa mereka juga akan mengembangkan dan menjual Steam Box milik mereka sendiri yang diberi kode nama dengan Bigfoot. Dan di hari kedua CES 2013 semalam, Valve kembali menunjukkan beberapa prototype Steam Box baru yang disinyalir salah satunya adalah Bigfoot yang menggunakan sistem operasi Linux. Dibandingkan dengan Piston, Bigfoot sepertinya akan lebih besar dari segi ukuran. Bisa dimaklumi, karena Valve menyiapkan Bigfoot ini selain sebagai konsol, juga sebagai server yang bisa mengakomodasi delapan layar dan delapan kontroler secara bersamaan. Namun, Valve belum menunjukkan secara pasti, yang manakah yang termasuk Bigfoot dalam deretan prototype Steam Box yang mereka pamerkan ini. Oiya, prototype Steam Box dalam deretan foto ini hanya dalam bentuk konsol. Untuk kontroler, bukan merupakan bagian dari prototype karena diambil dari exhibitor lainnya, Logitech.

[nggallery id=304]

Hadirnya Steam Box meramaikan gadget dan konsol game dalam CES 2013 kali ini. Selain Steam Box, CES 2013 juga diramaikan dengan berbagai macam proyek atau prototype gaming yang menarik, seperti Project Shield dari Nvidia, PowerA yang memperkenalkan MOGA Pro, hingga Razer yang memperkenalkan Razer Edge, atau Project Fiona yang diperkenalkan dalam CES 2012 lalu.

[Sumber: Engadget]


SHARE
Previous articleKampanye Suikoden dan Respon Dari Konami
Next articleTampilan Perdana Jennifer Lawrence dalam The Hunger Games: Catching Fire
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.