Samsung GT-i9105 Galaxy S II Plus, Sambil Menunggu Datangnya Galaxy S IV

Menjadi smartphone terbaik dunia tentu saja suatu kebanggaan bagi Samsung GT-i9100 Galaxy S II. Dan penulis pribadi menilai, tidak ada smartphone dual-core lain yang beredar di Indonesia yang memiliki value-for-money tinggi seperti mantan flagship Samsung tersebut. Wajar jika Samsung masih memberi perhatian lebih bagi smartphone ramping yang menjadi seri ponsel terlaris kedua mereka tersebut. Mulai dengan masih memberikan update Android 4.1 Jelly Bean, dan kini untuk mengisi waktu sebelum mengkonfirmasikan Galaxy S IV, Samsung bakal merilis versi upgradenya Galaxy S II Plus.

Rumor mengenai Galaxy S II Plus pertama kali kami dengar awal tahun hingga September 2012 lalu. Mulai dengan data hasil benchmark smartphone dengan kode Galaxy S+, resolusi layar yang sama, namun dengan chipset Exynos yang lebih kencang, mencapai 1.5 GHz. Kemudian selama Agustus 2012 mulai muncul penampakannya, memperlihatkan layar 4.5-inchi AMOLED, chipset Exynos 1.5GHz, 1GB RAM, 16GB internal storage, kamera utama 8-megapixel serta Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Terakhir informasinya terupdate dengan layar resolusi qHD (960×540 pixel), dari material layar Super AMOLED Advance, serta prosesor yang terkoreksi menjadi 1.4GHz saja (tepatnya 1456 MHz), dual-core, dan GPU PowerVR SGX 544MP — seperti Apple new iPad dan juga PlayStation Vita.

Kali ini melalui Samsung Korea, akhirnya resmi dikonfirmasikan desas-desus Galaxy S II Plus tersebut. Dan ternyata semua ekspetasi tinggi buyar. Samsung tidak lain sekadar merilis ulang Galaxy S II yang sudah kita kenal sejak tahun 2011 lalu, sekadar dengan mem-boost sedikit fitur dan mengubah OS default-nya saja menjadi Android 4.1 Jelly Bean… boooo!!

Samsung GT-i9105 Galaxy S II Plus menjalankan Android 4.1.2 Jelly Bean dengan dukungan antar muka Nature UX, dan chipset baru yang digunakan di sini bukan lagi Exynos yang dulu kita kenal — penulis masih ingat, dengan ciri khasnya yang mudah panas. Kini menggunakan prosesor dual-core Cortex-A9 yang kecepatannya 1.2GHz, GPU-nya bukan lagi Mali, namun Broadcomm GPU seperti yang digunakan Nokia pada smartphone Symbian jadul Nokia N8, RAM 1GB, dan layar yang sama seperti aslinya 4.3-inchi beresolusi WVGA (480×800-pixel) Super AMOLED Plus.

Dan walaupun kameranya masih sama 8-megapixel dengan opsi merekam video full HD 1080p, namun Samsung juga menawarkan beberapa fitur baru, seperti zero shutter lag untuk mereka yang suka aktivitas memotret dengan cepat. Kamera sekundernya masih tetap 2-megapixel. Kemudian konektivitas juga masih sama, GSM 3G dengan kemampuan HSPA+ hingga 21Mbps, dual-band Wi-Fi a/b/g/n, Bluetooth 3.0+HS. Oh ya, internal storage-nya malah diturunkan menjadi 8GB (mungkin untuk menjaga agar Galaxy S III mini masih tetap laku), yang masih bisa diperbesar melalui slot microSD.

Fitur lainnya masih sama, seperti baterai 1650mAh, lalu ada chip NFC opsional bergantung wilayah penjualan. NFC tersebut mempengaruhi ketebalannya, dengan yang tanpa NFC ketebalannya 8.5mm, sedangkan yang pakia NFC 8.9mm. Namun ukuran lainnya sama, dengan panjang dan lebar 125.3×66.1-milimeter, atau sama dengan Galaxy S II original yang kita kenal. Hanya saja beratnya meningkat menjadi 121-gram, dari 116-gram pada versi awalnya.

Kemudian yang sedikit berbeda, casing luarnya menggunakan materian yang sama seperti Galaxy S III, dan ditawarkan langsung dengan pilihan warna Chic White dan Dark Blue. Sementara itu belum dikonfirmasikan kapan si Plus ini bakal dirilis, dan berapa harganya.

Sumber: Samsung


SHARE
Previous articleDapatkan Kesempatan Menjadi Pengisi Suara dalam Proyek INheritage!
Next articleData Terbaru Dari IDC, Perkiraan Jumlah PlayStation 3 Yang Beredar Lampaui Xbox 360
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.