Mahasiswa Kembangkan Simulator Mengemudi Mobil untuk Kampanyekan Berkendara Aman di Jalan!

Gambar di atas hanya ilustrasi, bukan simulator sebenarnya.

Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari video game. Jika sebelumnya saya pernah menuliskan sebuah sekolah di Swedia yang menggunakan Minecraft sebagai salah satu mata pelajaran wajibnya, kali ini kabar menarik datang dari sebuah Universitas di New York, Cooper Union. Beberapa programmer, artist dan juga insinyur dari universitas tersebut kali ini tengah mengembangkan sebuah simulator mengemudi mobil untuk membantu memberikan pelajaran mengemudi yang aman di jalan bagi para remaja.

Simulator mengemudi ini dibuat berdasarkan simulator pesawat terbang, dimana kamu akan ditempatkan langsung di belakang sebuah setir mobil, lengkap dengan rem, persneling, kopling, hingga layar yang mensimulasikan bagaimana keadaan di jalan raya. Simulator ini juga bisa mensimulasikan berbagai macam kondisi lingkungan jalan, mulai dari munculnya tanda bahaya di jalan raya yang harus dihindari, hingga mensimulasikan bagaimana kondisi jalan dan lingkungan sekitar saat terjadi cuaca yang ekstrim.

Pihak developer yang tergabung dalam Advancement of Science and Art ini mengatakan, bahwa fokus utama dari simulator ini adalah untuk mengajarkan kepada para remaja tentang rambu-rambu lalu linyas yang ada di jalan raya. Harapannya, remaja lebih mudah mengingat dan memahami apa yang diajarkan lewat simulator ini daripada memberikan teori di dalam kelas, serta memberikan pengalaman merasakan bagaimana keadaan di jalan raya sebenarnya tanpa takut celaka.

Rencananya, tim pengembangan akan menggandeng beberapa perusahaan yang mau berinvestasi untuk menghadirkan simulator ini di beberapa sekolah tinggi setingkat SMA di Amerika Serikat. Di Indonesia sendiri, Honda juga sempat menunjukkan sebuah simulator, tetapi bukan simulator mengemudi mobil melainkan simulasi untuk mengendarai sepeda motor. Salah satu unitnya berbentuk sebuah motor Honda Beat sempat ditampilkan dalam Jakarta Motorcycle Show (JMCS) pada November 2012 lalu.

Menarik bukan? Mudah-mudahan nantinya setiap SMA di Indonesia juga punya simulator seperti ini ya..

[Sumber: Forbes, Otomotif]


SHARE
Previous articleNovel Assassin’s Creed: Revelations, Akhir Perjalanan Panjang Ezio Auditore
Next articleKostum Spesial untuk Raiden di Metal Gear Rising: Revengeance
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.