DmC: Devil May Cry, Mengenali Limbo, Demon Berukuran Jumbo!

Melanjutkan ulasan DmC: Devil May Cry kami sebelumnya, kini kita masuk pada setting utama game tersebut, yang disebut dengan Limbo. Setting yang baru diperjelas oleh Capcom dan Ninja Theory mulai pertengahan tahun lalu itu ternyata menjadi dunia alternatif dari dunia manusia yang kita kenal.

DmC: Devil May Cry ber-setting di Limbo, dunia alternatif dari serial Devil May Cry, dan tidak memiliki hubungan dengan setting dalam serial aslinya. Sebagian besar kejadian dalam game ini mengambil setting di Limbo City, kota modern bagian dari dunia manusia, yang dalam DmC ini digambarkan eksis secara paralel dari Limbo, dan dikendalikan oleh sekelompok demon dari Limbo. Para demon memanipulasi manusia yang eksis di Limbo City dengan kehidupan yang nyaman, tanpa mereka ketahui dibalik bayangan kota tersebut tersembunyi pengaruh demon. Dan diantara para manusia yang tercuci otaknya oleh pengaruh demon, ada Dante, anak muda yang sebenarnya selama hidupnya selalu dikelilingi oleh demon, walaupun kali ini dia harus melawan para demon tersebut. Sepanjang permainan bakal mengeksploitasi kehidupan Dante selama menjadi demon hunter, dan menunjukkan perkembangannya hingga menjadi old Dante yang kita kenal selama ini.

Dante merupakan keturunan angel/malaikat bernama Eva dengan ayah demon bernama Sparda. Dante dibesarkan di lokasi seperti panti asuhan hingga fasilitas rehabilitasi remaja, yang tentu saja dioperasikan para demon. Tidak jarang disana dia mengalami siksaan dan tindakan kekerasan. Karena itulah Dante membangun rasa benci pada demon dan para otoritas yang berkuasa di Limbo, walaupun dia tidak terlalu gamblang menunjukkannya, namun bertarung dengan demon menjadi makanan sehari-harinya.

Tidak seperti The Order, yang dijalankan oleh saudara kembarnya yang sudah lama terpisah, yaitu Vergil. Di tengah pertarungannya melawan demon di salah satu jalanan Limbo, Dante didatangi The Order yang menawarkan kontrak kepada untuk membantu mereka melawan demon, karena mereka tahu Dante memiliki gen yang kuat untuk melawan para demon. Dante sendiri tidak langsung percaya pada ajakan Vergil, namun seiring dia membantu saudaranya dan The Order, Dante justru mengetahui lebih banyak mengenai masa lalu dan keluarganya, termasuk bagaimana dia mendapatkan kekuatan hebat karena menjadi putra Sparda, yang menjadikannya sebagai Nephilim, seorang yang terlahir dari persilangan demon dan malaikat.

Limbo City yang menjadi setting utama game ini sepertinya terlihat sangat tenang, namun bisa saja sewaktu-waktu berubah menjadi menakutkan dan menyerang Dante saat dirinya terlihat oleh sekelompok demon. Jadi, musuh kamu dalam game ini bukan hanya demon-demon yang berkeliaran, melainkan juga Limbo itu sendiri yang bisa saja menjadi demon raksasa dan siap menghambat Dante dalam beraksi!

Susah menggambarkan karakteristik Limbo. Awalnya terlihat sebagai dunia manusia yang mengalami distrosi dan kehancuran, namun lama – lama menjadi lebih unik. Seperti di atas, bagaimana bisa lautan menjadi langit?

Kota Limbo menjadi setting utama. Kota ini dikendalikan demon dari dimensi lain yang juga disebut Limbo. Dante sempat juga ditangkap dan masuk ke Limbo City Police Department, yang ternyata rumah sakit jiwa. Kendali demon terwujud nyata di setiap sisi kota, termasuk bagaimana kota ini bisa aktif bergerak untuk menghabisi Dante. Entah dengan menghantamkan dinding, menutup jalan, mengangkat daratan, bahkan memunculkan lubang tanpa dasar.

Para demon mengawasi setiap gerak – gerik Dante malalui kamera CCTV (berwujud mata). Kamera inilah yang bertanggung jawab menarik Dante ke dunia paralel Limbo dan menjebaknya di sana. Menghancurkan kamera ini juga menjadi salah satu cara bagi Dante agar bisa meneruskan perjalanannya.

Limbo

Mengenai Limbo, jika kamu masih bingung, tidak lain semacam versi “yang kacau” dari dunia manusia. Berada di dimensi lain dari dunia manusia, dimana areanya secara fisik mirip dengan area sebenarnya di Limbo City yang eksis di dunia manusia. Namun hanya sebagian kecil saja dari dunia manusia bakal kamu rasakan selama bermain, walau apa yang Dante lakukan selama berada di Limbo akan mempengaruhi dunia manusia. Dari tipikalnya, saat kamu memasuki Limbo maka kamu akan merasakan adanya perbedaan warna yang signifikan dibandingkan dengan Limbo City. Makhluk hidup yang berada di Limbo City juga akan muncul di Limbo, namun hanya berupa bayangan saja. Selain itu, lingkungan Limbo juga dapat berubah dengan cepat, gedung-gedung bisa berputar, patung-patung yang melayang hingga bangunan yang terbalik. Hal ini disebabkan karena pengaruh demon di Limbo sangat kuat.

Demon hampir menguasai seluruh objek yang ada di Limbo, dan mereka bisa mengontrol objek-objek tersebut untuk menyerang Dante dengan menggunakan kekuatan yang disebut dengan Malice. Dengan kekuatan Malice ini, demon memiliki kekuatan untuk membenturkan tembok, menutup jalan, memanipilasi gravitasi, hingga menciptakan lubang tanpa dasar yang bisa mengganggu Dante. Mereka juga bisa memunculkan musuh-musuh untuk melawan Dante serta melukai siapapun yang mencoba untuk keluar dari Limbo.

Selain itu, dunia manusia juga bisa berinteraksi dengan Limbo, seperti Kat (manusia yang ditemui Dante di awal permainan, dan mengenalkannya kepada The Order) yang bisa berkomunikasi dengan Dante dan mencarikan pintu keluar baginya. Kat juga bisa membuka portal ke Limbo bagi Dante, serta memanipulasi gravitasinya agar Dante bisa masuk dengan aman. Selain Dante, manusia biasa pun bisa juga terseret masuk ke Limbo, salah satunya Kat yang dalam satu waktu bisa tertarik masuk ke Limbo bersama Dante.

Keseluruhan desain Limbo dan Limbo City kali ini memang sedikit bergeser dari atmosfer gothic modern seperti yang kita rasakan dalam Devil May Cry sebelumnya. Memang terlihat lebih banyak nuansa warnanya, hanya saja kamu lebih banyak menjumpai dunia abstrak yang terjadi karena para demon yang mengaktifkan Malice, dan menghancurkan lingkungannya untuk  menghalangi langkah Dante — secara tidak langsung menciptakan elemen platforming, dimana Dante kembali bisa memanfaatkan senjata jarak jauhnya untuk bergerak dari satu platfrom ke tempat lain.

Kemudian di setiap mission (ada 20) dalam Limbo juga digambarkan linear seperti Devil May Cry sebelumnya, yang bisa diselesaikan dengan cepat (permainan kami 10-jaman, walaupun ada yang sanggup menamatkannya dalam waktu 6 jam). Namun ada beberapa insentif untuk memainkannya ulang, seperti untuk mencari lost souls, atau golden, copper, argent dan ivory key yang diperlukan untuk membuka pintu bersangkutan dan mengumpulkan fragment untuk meningkatkan health meter atau devil trigger. Dan item-item tersebut termasuk susah ditemukan jika kamu malas menjelajahi tiap sudut suatu level. Kemudian seperti game sebelumnya, musuh yang tewas dan obyek yang bisa hancur menghasilkan beragam orb yang bisa digunakan untuk memulihkan health, mengisi kembali upgrade dan Devil Meter, serta membeli item di Divinity Statue.

DmC Devil May Cry – Gameplay ‘Home Truth’


SHARE
Previous articleSony Xperia Z dan ZL Diuji Ketahanan Fisiknya, Apakah Sepadan Dengan Harganya?
Next articleLG Diduga Menyiapkan Nexus 5 dan Nexus 7.7 Ber-OS Android 5.0 Key Lime Pie
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.