Tanya Jawab Seputar Program Studi Game Application and Technology Universitas Binus

Dalam artikel sebelumnya, saya sempat menuliskan Universitas Bina Nusantara (Binus) yang membuka program studi baru untuk pengembangan game, yaitu Game Application and Technology (GAT) yang masih berada di bawah naungan School of Computer Science. Setelah membaca artikel tersebut, mungkin beberapa diantara kamu yang masih kurang jelas dengan apa itu GAT, apa saja yang diajarkan, atau mungkin bagaimana prospek lulusan ke depannya. Nah, untuk menjawab pertanyaan kalian tersebut, kali ini Duniaku.net mengadakan sesi tanya jawab dengan Bapak Michael Yosep selaku Head of Program dari GAT. Yuk kita simak wawancaranya!

Duniaku (D): Selamat siang Pak Michael, mungkin bisa dijelaskan latar belakang pembentukan program GAT ini apa?

Michael (M): Binus University telah memiliki program Studi Teknik Informatikan mulai dari tahun 1987. Kami melihat bahwa peminatan Interaktif Multimedia yang ada di Jurusan TI terus berkembang. Kami melakukan studi penelitian melihat bagaimana perkembangan game industry dalam 10 tahun terakhir di Indonesia dan di dunia. Melihat hal tersebut, kami memiliki komitmen untuk membantu mengembangkan potensi anak Bangsa agar dapat bersaing secara global melalui program Game Application & Technology. Program ini merupakan program pendidikan S1 dengan gelar S.Kom. dibawah binaan School of Computer Science. Kami berharap dengan adanya program ini kami dapat membantu mewujudkan mimpi orang-orang yang passion dalam game, membuat game, merancang game, membuat design character untuk game, menjadi game developer di berbagai platform dan console yang ada. Kami merupakan perintis pertama di Indonesia

D: Banyak yang menjadi pertimbangan siswa sebelum memilih jurusan, salah satunya adalah prospek kedepannya.kalau prospek lulusan GAT ini seperti apa ya Pak?

M: Ada beberapa prospek karir lulusan GAT, berikut ini adalah beberapa diantaranya:

Game Engineer
Game Developer
Game Artist
Game Designer
Game Director
Game Content Provider
Entrepreneur
Game Consultant
Academician in multimedia and games (Lecturer, Trainer, Researcher)

D: Bagi siswa yang ingin mendaftar, apa saja keahlian dasar yang mutlak diperlukan Pak?

M: Bagi yg ingin mendaftar hingga saat ini kami menerima yg dari IPA atau SMK bidang komputer, mengenai skill sendiri lebih fokus kepada kemampuan logika dan matematika. Skill lainnya tentunya akan kami bina selama belajar di GAT nanti.

D: Sebelumnya, sempat ada kabar kalau GAT akan menjalin kerjasama dengan komunitas Game Developer Indonesia (Gamedevid). Nah, bentuk kerjasamanya nanti akan seperti apa Pak?

M: Nanti kami akan menjalin kerja sama dalam hal kurikulum, materi, dan tenaga pengajar, serta pada saat nanti mau publish aplikasinya dan tentunya setelah lulus dapat bekerja di sana.

D: Sedangkan untuk kerjasama dengan pelaku industri game lainnya akan seperti apa Pak?

M: Kerja sama yang akan kami lakukan yaitu kami akan mengadakan seminar, workshop, kompetisi dan juga review kurikulum dengan bantuan dan dukungan dari game developer yg ada di Indonesia dan luar Indonesia. Selain itu kami juga akan mengadakan studi banding ke game developer untuk mengembangkan program GAT ini. Banyak game developer yang sudah berkomitmen untuk membantu kami khususnya dalam bidang pendidikan untuk menjadi guest lecturer, salah satunya adalah Agate Studio.

D: Terima kasih banyak untuk waktunya Pak, semoga GAT bisa memajukan industri pengembangan game di Indonesia.

M: Sama-sama, terima kasih juga

Untuk info lebih lanjut tentang program studi baru ini, kamu bisa mengakses website resminya di sini, atau mengunjungi fanpage-nya disini. Masih memiliki pertanyaan seputar program studi GAT? Silahkan tulis pertanyaan kamu di kolom komentar ya!


SHARE
Previous articleAkhirnya Temple Run Mendapatkan Sekuelnya!
Next articlePerkenalkan Karakter Baru di Lightning Returns: Final Fantasy XIII, Lumina!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.