Symbian Resmi Berakhir, Nokia 808 PureView Menjadi Series 60 Terakhir

Penggemar gadget pasti kenal Symbian, atau karena populernya berkat Nokia, juga sering disebut sebagai Series 60. Sistem operasi mobile yang pertama kali dikenalkan 1997 silam, namun populer sekali lagi berkat Nokia mulai tahun 2001, dan banyak memperkuat tipe ponsel dari banyak vendor, sekali lagi dari Nokia.

Ponsel Symbian Series 60 yang pertama kali masuk Indonesia dan sangat populer pada masanya adalah Nokia 7650. Penulis masih ingat waktu itu, di redaksi kami ada 3 orang yang membelinya langsung ketika pertama kali dirilis. Sangat populer, apalagi dipromosikan dengan gencar (seperti ikut nampang dalam film Minority Report). Tidak heran, karena menjadi smartphone pertama Nokia dengan Symbian OS, smartphone pertama yang menggunakan platform Series 60, serta Nokia pertama dengan kamera digital (walaupun cuma VGA).

Sangat populer pada masanya.

Itu salah satu wakil variasi Symbian, melalui platform Series 60, yang kemudian berkembang menjadi S60 2nd Edition (melalui Nokia N70), S60 3rd Edition (pertama kali pada Nokia N73) dan yang masih familiar di sekitar kita, berbasis interaksi layar sentuh S60 5th Edition (yang dimulai pada Nokia N97). Nama S60 kemudian dipensiunkan oleh Symbian Foundation, dan mengubahnya menjadi Symbian^1, 2 dan 3.

Kepopuleran sistem operasi tersebut berkembang untuk kebutuhan lain yang lebih luas.  Tipikalnya dikenali melalui User Interface atau antar mukaya yang berbeda. Seperti melalui Series 80, yang banyak digunakan pada  Nokia Communicator, seperti Nokia 9300i, kemudian juga ada Series 90 yang menggerakkan smartphone yang hanya berbasis layar sentuh dan beberapa tombol fisik seperti Nokia 7710. Atau yang khusus dikembangkan Sony Ericsson dan Motorola adalah Symbian UIQ, yang lebih dinamis karena mendukung pengoperasian baik melalui tombol dan layar sentuh menggunakan stylus. Sayang yang paling dinamis ini justru dirumahkan lebih dulu, tepatnya pada 2008 lalu, dengan Sony Ericsson G900 sebagai wakil terakhirnya.

Nokia Communicator… Harga perdananya bisa mencapai 15 jutaan!

Pasca Symbian Foundation menyederhanakan namanya menjadi Symbian^1, 2 dan 3 (mungkin agar hilang image Nokia-nya), dan perlahan pendukung sistem operasi ini mulai berguguran, hanya Nokia sajalah yang masih mempertahankannya. Symbian masih eksis melalui Symbian Anna dan Nokia Belle, yang berbasis pada edisi terakhir Series 60 (dikenal sebagai S60 5th Edition). Banyak smartphone Nokia yang menggunakan S60 5th Edition tersebut masih berkeliaran di bursa ponsel bekas, bahkan yang baru pun juga banyak. Mulai yang penulis favoritkan, dan menjadi duta S60 5th Edition, yaitu Nokia N8, hingga yang masih hangat dibicarakan beberapa tahun belakangan karena kualitas fotografinya yang membuat fitur kamera ponsel boleh dibawa ke kelas profesional, Nokia 808 PureView, adalah wakil Nokia Anna serta Nokia Belle dengan interface S60 5th Edition.

Pasti bakal diburu, karena statusnya sebagai “The Last Symbian OS!”

Dan seperti yang penulis ungkapkan melalui judul artikel ini, Symbian, sistem operasi yang begitu populer pada masanya itu, mulai kemarin 24 Januari 2013 dinyatakan usai. Nokia sendiri yang memberi pernyataan resmi, mereka mengakhiri pengembangan dan penjualan smartphone berbasis Symbian (termasuk mungkin juga variannya yang awalnya dibuat untuk menandingi Android, yaitu Meego). Dengan Nokia yang masih menjadi “last-man-standing” pendukung Symbian, dan mereka menyatakan usai, bisa disimpulkan juga platform tersebut sama sekali tidak berpilar. Melalui pernyataan resminya Nokia juga menyebutkan jika Nokia 808 PureView bakal menjadi Symbian terakhir yang diciptakan vendor Finlandia tersebut.

Konfirmasi ini memang mengejutkan, walaupun sudah diprediksi sebelumnya. Namun ketika dibeberpan pasca Nokia mengumumkan bahwa selama kuartal keempat tahun 2012 lalu mereka membukukan keuntungan yang cukup besar, US $585 juta dan dan US $10.83 milyar pendapatan, ternyata juga dibarengi dengan berita “kematian” Symbian. Berikut kutipan pernyataan resmi Nokia:

During our transition to Windows Phone through 2012, we continued to ship devices based on Symbian. The Nokia 808 PureView, a device which showcases our imaging capabilities and which came to market in mid-2012, was the last Symbian device from Nokia.

Memang pernyataan tersebut tidak diungkapkan terang-terangan (coba kalian download PDF dari link berikut dan cari pernyataan di atas), namun jelas mereka mengatakan secara tidak langsung, “Symbian sudah berakhir!” Sayang sekali, padahal banyak kenangan dari sebuah Symbian OS. Nokia dengan Symbiannya yang memulai tren Communicator. Nokia dengan Symbiannya yang juga memulai tren ponsel messenger melalui Nokia E61 hingga E71, yang masih dianggap sebagai kompetitor paling worthed untuk BlackBerry. Lalu masih ada Nokia N95, yang menjadi jagoan pertama Nokia untuk kategori cameraphone (dan juga masih dicap sebagai smartphone Nokia paling populer karena banyaknya variasi), yang mengandalkan fitur fotografi mobile, yang kemudian estafet berlanjut pada Nokia N8 dan Nokia 808 PureView.

Pasca Nokia beralih ke Windows Phone sepanjang 2012, memang Symbian mereka seakan “tak terurus.” Padahal untuk mereka yang masih memperhitungkan soal kesederhanaan pengoperasian, Symbian menawarkan satu poin tersebut, dibandingkan Android misalnya. Namun memang tren yang bergulir pada interface berbasis touchscreen serta mendukung resolusi layar yang tinggi,  sepertinya memang tidak mampu ditawarkan Symbian dan tidak diantisipasi dari awal. Akhirnya Nokia pun memilih mengkaramkan “kapalnya” dan berpartner dengan Microsoft untuk mengembangkan Windows Phone.

Selamat tinggal Symbian…. dan sekarang waktunya berburu Anna dan Belle yang worthed. Ada yang mau jual Nokia N8, atau Nokia 808 PureView-nya dengan kondisi istimewa, kontak saya ya… :)

Sumber: Nokia


SHARE
Previous articleJ.J Abrams Akan Menjadi Sutradara dalam Star Wars Episode VII
Next articleTV Spot Terbaru Oz: The Great and Powerful The Wizard
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.