Pasca Kebangkrutan THQ, Siapa Saja Yang Mendapatkan Aset-asetnya?

Sepanjang Januari 2013, kita mendengar berita menyedihkan dari salah satu publisher game besar dunia, yaitu THQ yang memutuskan menjual semua asetnya setelah bertahun-tahun mereka mengalami kerugian dan penumpukan hutang. Hingga akhirnya pada Desember 2012 lalu, THQ mengajukan kondisi bangkrut karena tidak mampu membayar hutangnya. Kemudian pada 22 Januari 2013, THQ menjual semua kecuali satu studionya melalui sebuah lelang ke developer video game lainnya, dan memberhentikan sebagian besar karyawannya.

Berawal pada November 2012, THQ melaporkan bahwa mereka tidak mampu mengembalikan pinjaman sebesar US $50 juta dari Wells Fargo, dan menyatakan di ambang kebangkrutan. Apalagi nilai sahamnya terus merosot, dari awal November $3 menjadi $1.16, selain juga masih memiliki kewajiban jangka panjang US $250 juta. Karena itulah THQ terpaksa menunda perilisan beberapa judul flagship mereka, seperti Company of Heroes 2 dan Metro: Last Light hingga Maret 2013. Dengan harapan meningkatkan pemasukan, THQ juga mengambil langkah berpartner dengan Humble Bundle (paket kompilasi video game dengan harga yang ditentukan oleh pembelinya) dan merilis Humble THQ Bundle pada 29 November 2012, serta berhasil menjual hampir 800,000 bundle senilai US $5 juta. Namun jelas itu belum cukup untuk memperbaiki kedaan, dan THQ tetap mengajukan permohonan perlindungan kebangkrutan kepada  U.S. Bankruptcy Court / Pengadilan Pailit Amerika.

Awalnya THQ ingin menjual keseluruhan perusahaan mereka, namun para kreditor yang menjadi penyandang dana dan juga hakim menolak rencana tersebut. Para kreditor lebih menyetujui penjualan property THQ secara individu, dan itu diadakan pada 22 Januari 2013 lalu. Hasilnya, hak atas franchise Homefront didapatkan oleh Crytek, yang saat ini tengah mengembangkan sekuelnya. Kemudian studio Relic Entertainment dijual pada Sega, sedangkan hak publish untuk proyek Evolve yang sedang ditangani Turtle Rock Studios kini jatuh ke tangan Take-Two Interactive. Sedangkan Ubisoft tak ketinggalan mendapatkan kuenya, mereka meraih THQ Montreal sekaligus hak publish untuk South Park: The Stick of Truth. 

Kelanjutan serial Metro yang sempat ditunda perilisannya, sekaligus developer Volition, Inc. yang terkenal melalui serial Red Faction dan Saints Row, dipegang oleh Koch Media (kita kenal melalui label publishing Deep Silver dengan serial Sacred, Risen atau Warhammer). Kamu yang menyukai game-game gulatnya THQ, masih bisa lega karena kelanjutan serial WWE bakal ditangani oleh Take-Two Interactive, yang kita kenal melalui Rockstar Games dan serial Grand Theft Auto-nya.

Berikut detail para penawar selama lelang aset THQ seminggu kemarin:

Relic (studio) dan Company of Heroes (IP)
Pemenang: $26.6 juta – Sega Corporation
Backup bidder: $26.3 million – Zenimax Media

THQ Montreal (studio), dengan 1666 (IP) dan Underdog (IP baru)
Pemenang: $2.5 juta – Ubisoft

Evolve (IP) atau Metamorphosis
Pemenang: $10.894 juta – Take-Two Interactive
Backup bidder: $250,000 Turtle Rock Studios, Inc.

Volition (studio) and Saints Row (IP)
Pemenang: $22.3 juta – Koch Media GmbH (Deep Silver)
Backup bidder: $5.4 juta – Ubisoft

Homefront (IP)
Pemenang: US $544,218 – Crytek GmbH

Metro (lisensi), termasuk Metro 2033 dan 2034
pemenang: $5,877,551 – Koch Media GmbH (Deep Silver)
Backup bidder: $5.175 juta – Ubisoft

South Park: The Stick of Truth (lisensi)
Pemenang: $3,265,306 – Ubisoft

Aset tertentu, termasuk Vigil Games yang masih fresh dalam ingatan kita karena Darksiders-nya, dan juga unit pemasaran THQ masih akan diteruskan dalam pengadilan selanjutnya, karena pada lelang 23 Januari kemarin belum mendapatkan pembeli yang cocok — ada dugaan karena IP baru yang sedang dikembangkan, berjudul Crawler, tidak menarik minat kebanyakan penawar. Jika itu terus terjadi, maka bisa dipastikan semua karyawannya yang tergabung dalam kedua divisi tersebut akan diberhentikan.

Namun kabar baik muncul dari Jepang. Melalui postingannya di akun Twitter, CEO Platinum Games Atsushi Inaba (yang juga lagi hangat-hangatnya menjadi berita berkat Metal Gear Rising), menyatakan ketertarikannya mendapatkan franchise Darksiders dari THQ. Well, semoga saja ada kesepakatan dalam penawaran lelang minggu depan, dan Vigil Games segera mendapatkan pembeli, agar nasib karyawannya tidak terkatung-katung.

Kemudian untuk property THQ lainnya, seperti tablet game uDraw, yang dianggap menjadi salah satu pemicu kegagalan mereka di dunia game, karena tidak laku di pasaran, akan menyusul dalam penawaran lelang mereka selanjutnya.

Baru kemarin rasanya kami memainkan Darksiders 2, dan kini mengetahui salah satu publisher terbesar dunia, dengan banyak game yang menemani sebagian besar gamer dari era 90-an, harus berakhir seperti ini. Semoga saja studio-studio THQ yang mendapatkan “induk baru” tersebut bisa terus berkarya dan memproduksi seri-seri baru yang banyak ditunggu penggemarnya.