Sony Konfirmasikan Jadwal Rilis Killzone: Mercenary, Tawarkan Sensasi FPS ala Konsol di Handheld!

Hampir dua tahun berlalu sejak Killzone terakhir kali hadir untuk PS3 pada 2011, kali ini Sony mengkonfirmasikan kelanjutan franchise Killzone dalam Killzone: Mercenary. Bukan lagi untuk PS3, namun kali ini Mercenary memilih PS Vita sebagai “rumahnya”. Pertama kali Mercenary diperkenalkan Sony pada ajang Gamescom 2012 lalu, dan kali ini mereka kembali dengan banyak update baru untuk FPS yang dikembangkan oleh salah satu studio Guerilla Games yang berada di Cambridge ini.

http://youtu.be/wWSdoNVMhQY

Kabar pertama yang dikonfirmasikan oleh SCE adalah mengenai jadwal rilis dari Mercenary. Lingkari kalender kamu, karena game ini akan hadir pada 17 September 2013 yang akan datang. Mercenary juga akan menjadi game Killzone kelima secara keseluruhan, dan kedua yang menjamah handheld, karena sebelumnya Killzone juga pernah memiliki Killzone: Liberation yang cukup sukses saat hadir di PSP pada 2006 lalu.

Mercenary ber-setting tepat setelah ending Killzone, dimana kali ini kamu akan memerankan seorang tentara bayaran bernama Arran Danner. Danner adalah mantan salah satu anggota UCA, dan kali ini dia berjuang baik untuk ISA maupun Helghast, tergantung mana yang memberikannya kontrak. Karena itu, game ini juga akan menjadi pengalaman pertama bagi kamu untuk memainkan Killzone dari dua sudut pandang berbeda, baik dari ISA maupun dari Helghast tergantung mana yang akan dibela oleh Danner.

Game ini menyediakan sekitar sembilan misi single player yang bisa kamu mainkan, dimana masing-masing misi diklaim Guerrilla bisa diselesaikan dalam waktu kurang lebih satu jam. Dengan menyelesaikan misi-misi ini, kamu bisa membuka berbagai macam Challenge yang tersedia, yang mana masing-masing memiliki Objective yang berbeda-beda. Game ini juga memiliki fitur multiplayer yang terdiri dari tiga mode, enam map dan bisa menampung hingga delapan orang pemain. Guerrilla juga mengkonfirmasikan mode Warzone yang sudah menjadi salah satu ciri khas Killzone juga akan hadir di dalam game ini.

Kamu bisa mendapatkan uang dengan menyelesaikan misi single player, maupun memenangkan pertempuran dalam multiplayer. Semakin baik kamu menyelesaikan misi tersebut, maka akan semakin besar uang yang bisa kamu dapatkan. Meskipun kamu bisa mendapatkan uang dari single player dan multiplayer, namun uang-uang tersebut tetap terkumpul menjadi satu. Itu artinya, kamu bisa menggunakan uang yang kamu dapat dari misi single player untuk digunakan membeli equipment yang bisa memperkuat kamu di multiplayer atau sebaliknya.

Game ini nantinya akan memanfaatkan secara penuh fitur-fitur yang dimiliki oleh PS Vita, mulai dari kontrol dua analog ala FPS konsol, kontrol sentuhan di layar PS Vita untuk melakukan berbagai aksi seperti melayangkan serangan melee, hingga penggunaan sensor gerakan dari PS Vita untuk membidik saat kamu menggunakan sniper. Dari segi grafis, kamu bisa berharap banyak dari game ini, karena game ini menggunakan Havok Engine, engine yang juga digunakan Guerrilla dalam mengembangkan Killzone 3 dahulu.

[nggallery id=355]

Menghadirkan sensasi FPS ala konsol di PS Vita mungkin menjadi tantangan terbesar Guerrilla dalam mengembangkan Mercenary ini. Seperti yang kita tahu, sebelumnya salah satu franchise Sony lainnya, Resistance juga sempat mecoba peruntungan dengan merilis Burning Skies di PS Vita, namun hasilnya bisa dibilang cukup mengecewakan dan hanya terjual sekitar 200.000 kopi saja di seluruh dunia. Nasib yang sama juga dirasakan Black Ops: Declassified yang hadir di PS Vita pada November 2012 lalu. Disaat Black Ops II berjaya di konsol dan PC dan mengalahkan penjualan Modern Warfare 3, Declassified tampil melempem dan banyak mendapat kritikan.

Apakah Mercenary ini bisa memuaskan dahaga penggemar FPS di PS Vita?

[Sumber: PS Blog


SHARE
Previous articleTanggal Rilis Soul Sacrifice Telah Dipastikan!
Next articleVideo Promosi Terbaru One Piece: Pirate Warrior 2
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.