Ulin Gameworks: Berawal dari CREATE Game Jam, Siap Meramaikan OUYA!

Sekitar awal tahun ini, OUYA bekerja sama dengan Kill Screen mengadakan sebuah kompetisi pengembangan game dalam waktu singkat dengan nama CREATE Game Jam. Kompetisi ini bisa diikuti siapa saja di seluruh dunia yang memiliki minat mengembangkan game untuk OUYA, termasuk satu studio game asal Indonesia, Ulin Gameworks. Ulin Gameworks mengembangkan satu game berjudul Ultrash untuk mengikuti kompetisi dengan hadiah total US $45.000 ini.

Dalam kesempatan kali ini, Duniaku berkesempatan untuk mewawancarai Primawan Satrio Bindono, CTO dari Ulin Gameworks. Primawan bercerita banyak tentang alasan mereka mengikuti CREATE Game Jam, prospek OUYA ke depannya, hingga impian Ulin Gameworks nantinya. Simak yuk hasil wawancaranya berikut ini!

Duniaku (D): Pertama-tama nih, apa yang bikin Ulin tertarik ikut CREATE dan mengembangkan game untuk OUYA?

Primawan (P): Kami tertarik ikut kompetisi ini karena kami melihat OUYA punya potensi yang besar di pasar (karena melihat pengembangannya di Android, dan harganya relatif murah). Kami ingin mengambil kesempatan pertama yang bagus ini. Dulu sih awalnya kita udah ada wacana buat ngembangin game di OUYA dengan satu game yang udah disiapin konsep nya. Terus pas ngeliat ada kompetisi, ya sudah langsung kita SEGERA-kan :D

D: OUYA kan tergolong konsol baru. Kira-kira kendala apa saja mas yang dihadapi sewaktu pengembangannya?

P: Kami belum punya Developer Console-nya, dan kemarin pas ada kompetisinya baru pesen. Barangnya kemungkinan sampai bulan Maret Insya Allah :D.

Karena tidak ada konsolnya, kemarin pas nge-dev emang sempet bingung buat testing nya sih. Tapi ya mau gimana lagi, device nya masih belum ada.. Berhubung buat kompetisi kemarin ini masih prototype, jadinya buat tombol-tombol ‘O, U, Y, A’ di controller nya OUYA harusnya ga masalah. Karena kami belum masukin untuk fungsionalitas-fungsionalitas khusus buat tombolnya (contoh : untuk menggunakan jurus special, tombol O harus ditekan sekian detik, dsb). Baru tombol-tombol buat aksi-aksi dasar tertentu seperti lompat, mukul, jalan.

Ultrash, game beat ’em up dari Ulin yang mengikuti CREATE Game Jam

D: Untuk mengembangkan game OUYA, tool yang digunakan apa saja mas?

P: Tool yang digunakan antara lain Eclipse, Android Development Tools (ADT), sama OUYA Development Kit (ODK)

D: Untuk game-nya sendiri nih. Judulnya kan Ultrash, genre-nya beat ’em up. Nah, bisa ceritakan sedikit mas tentang game ini? Baik dari story, maupun inspirasinya datang dari mana?

P: Ultrash sendiri sebenernya dapet dari ide dari keadaan sampah di kota Bandung yang terkenal numpuk dan gak karuan. Bergerak dari Tugas Kuliah sebenarnya (Lukman Maulana, Bregas Insan Kharisma, Prisma Maulana, Andika Pradana dan teman teman yang lain) untuk kampanye Anti Buang Sampah Sembarangan, dan Jadilah Hero untuk Kotamu Sendiri (menjaga kebersihan). Nah salah satu karakternya si Makhluk hijau bertopeng, dari situ kita pingin si Karakter itu tetap eksis dan unsur pesan yang di bawa tersebar si seluruh dunia hahaha (berhubung pada saat kampanye itu kami sudah bikin kostum makhluk hijau sampai keliling CFD dan ada videonya kok).

D: Oiya, selain Ultrash ini, Ulin lagi ngembangin apa aja mas? Dan sekarang sudah sampai tahap apa?

P: Kami lagi beresin game flash The Utans yang sudah hampir selesai. Sama game untuk iOS yang judul nya Alba. Kalau Alba masih jauh dari selesai. Hehe..

D: Untuk rencana Ulin selanjutnya mas selain mengembangkan game flash, untuk OUYA dan satu game iOS tadi apa mas?

P: Untuk 5 tahun ke depan, rencana nya kami tetep mau ngulik di next-gen console sama mobile. Sambil nyoba nyentuh Steam sembari jalan. :)

Tim Ulin Gameworks dengan game-nya The Utans yang berhasil menyabet gelar juara dua kategori Best of Flash Programming dalam ajang Game Developer Award Indonesia Game Show 2012 tahun lalu

D: Terima kasih banyak buat waktunya. Sukses terus untuk Ulin dan juga rencana-rencana ke depannya.

P: Terima kasih juga!

Bagi kamu yang ingin melihat Ultrash meramaikan OUYA, berikan dukungan kamu untuk game ini di sini dengan cara Like halaman tersebut dan Tweet di Twitter hingga 11 Februari 2013 yang akan datang. Semoga sukses buat perjuangan Ulin Gameworks menembus OUYA dan ditunggu kiprah developer Indonesia lainnya di konsol baru ini!


SHARE
Previous articleWarner Bros. Luncurkan Tv Spot Ketiga Jack the Giant Slayer
Next articleMarvel Akhirnya Pilih Chris Pratt Untuk Peran Peter Quill di Guardians of the Galaxy
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.