Daylight Menjadi Game Pertama Unreal Engine 4, Seramnya Melawan Hantu Pakai Ponsel

Zombie Studios, developer independent yang kita kenal melalui game-game seperti Saw II: Flesh & Blood, Blackwater, hingga Blacklight: Retribution, mengkonfirmasikan Daylight, sebuah game horor baru yang dibangun dari Unreal Engine 4. Konfirmasi resmi dilakukan selama event D.I.C.E. (Design, Innovate, Communicate, Entertain) Summit di Las Vegas kemarin malam.

Daylight merupakan game horor yang menitikberatkan pada bagaimana cahaya mempengaruhi lingkungan. Dengan hanya berbekal sumber cahaya dari backlight layar ponsel, kamu bakal menyusuri ruangan dari sebuah gedung yang gelap sebagai seorang wanita yang baru saja terbangun. Setiap pengalaman yang kamu rasakan di tiap ruangan akan berbeda, karena keadaan lingkungan memang dibuat terjadi secara random. Plot ceritanya hanya bisa kamu dapatkan selama bermain dari mengamati setiap petunjuk yang di-explore.

Karaktermu tidak memiliki nama, tidak dijelaskan latar belakang ceritanya, namun selama permainan banyak ditemukan dokumen atau file-file kasus yang bisa dipelajri dan mengarah pada satu benang lurus. Selain itu ponsel yang kamu gunakan juga mengambil peran penting, karena mampu menampilkan rekaman kejadian yang sudah terjadi di masa lalu, seiring gadet tersebut terasuki arwah yang gentayangan di mansion yang menjadi setting-nya.

Konsep game ini sendiri sederhana, dan kamu bisa menyelesaikannya dalam waktu 25 sampai 30 menit. Namun untuk mendapatkan keseluruhan elemen ceritanya, kamu harus memainkannya berulang kali. Bahkan pemain yang berbeda bisa saja mendapatkan pengalaman yang berbeda. Seakan kamu berada di sebuah random dungeon dengan jalan keluar yang berbeda. Musuh yang dihadapi adalah arwah gentayangan yang disebut Phantom. Mereka bisa menyerang karakter.

Ponsel yang kamu gunakan jika terasuki, juga bakal bisa menampilkan apa yang terjadi di masa lalu, apa yang dialami para Phantom di kehidupan sebelumnya. Dan ketika arwah tersebut berada di sekitarmu, ponsel tersebut mulai “berulah,” seakan memiliki kemampuan psychic yang mampu merasakan yang tak kasat mata. Ponsel itu juga memiliki mode video yang bisa menunjukkan elemen cerita seperti petunjuk atau potongan cerita yang bisa dikumpulkan.

Selain ponsel, kamu juga bisa menemukan perlengkapan darurat seperti flares atau glowstick. Flare bisa mengusir Phantoms, namun karena sangat terang, bakal menimbulkan banyak bayangan yang bisa jadi malah membuatmu ketakutan karena keadaan sekitar yang memang sudah menyeramkan. Kemudian untuk glowstick (lampu panjang yang bisa kamu bawa), cahaya lebih terang, dan seperti cahaya ponsel kamu bisa memanfaatkannya untuk melihat jejak kamimu (agar tidak tersesat), selain juga bisa membantu membaca pesan-pesan di dinding.

Daylight nantinya akan dirilis melalui Steam, karena Valve sudah memberi kartu pass bagi Zombie Studios untuk melewati proses Steam Greenlight. Nantinya game ini akan dijual seharga US $20, atau bahkan lebih murah, dan akan dirilis di tahun 2013 ini — tanggalnya belum dipastikan. Zombie Studios juga akan terus meng-update game pertama yang menggunakan Unreal Engine 4 ini dalam bentuk episode, dan game pertamanya ini bisa disebut sebagai Chapter 1. Game lain yang sudah diketahui menggunakan Unreal Engine 4 adalah Fortnite, yang dikembangkan oleh Epic Games dan rencananya dirilis tahun 2013 ini juga. Dan sepertinya kedua game tersebut bisa menjadi semacam demi ringan menunjukkan kemampuan grafis sarat efek cahaya yang mampu diwujudkan engine terbaru dari Epic games tersebut.


SHARE
Previous articleSamsung Memastikan Galaxy Ace 2 Segera Mendapatkan Update Jelly Bean
Next articleSederet Screenshot Toukiden dari Tecmo Koei
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.