HTC One Menjadi Nama Resmi HTC M7, Menantang Nokia PureView Dengan Ultrapixel

Akhir Januari lalu kami mengulas mengenai HTC M7, rumor smartphone flagship Android baru dari HTC yang menggunakan chipset Snapdragon S4 Pro, dan antar muka HTC Sense 5. Kali ini foto aslinya terungkap, dengan rencana peluncuran resminya selama Mobile World Congress 25 Februari 2013 mendatang.

Foto baru ini berbeda jauh dari apa yang sudah kita ketahui sebelumnya. Dan walaupun sekadar menunjukkan panel depan smartphone tersebut, namun cukup memperlihatkan ciri khas HTC, terutama lineup HTC One mereka yang selama ini menyasar segmen atas. Bocoran foto tersebut juga datang dari akun Twitter Evleaks, yang selama ini beberapa kali membocorkan penampakan smartphone HTC sebelum dirilis.

Kemudian yang terpenting, panel depan HTC M7, yang belakangan diketahui nama resminya adalah HTC One ini membuang kombinasi tiga tombol capacitive yang sebelumnya kita ketahui melalui desain purwa rupanya. Hanya ada tombol capacitive “back” dan “home” saja di bawah layar. Kemudian hal menarik lainnya, ditempatkannya dua speaker di kedua sisi smartphone tersebut, di sisi atas-bawah layar. Apa tidak malah tertutup ya, ketika kita mengoperasikannya secara lanscape, seperti ketika bermain game?

Sebelumnya HTC One tampil seperti ini.

Dan apa yang masuk di sini seperti rumor sebelumnya, adalah ukuran layar yang menurut penulis masih masuk kategori sangat nyaman untuk pengoperasian satu-tangan, yaitu 4.7-inchi seperti pada HTC One X, dengan resolusi full HD 1080p 1280×800-pixel,  kerapatannya 468ppi, dan melihat dari gambar antar muka yang digunakan, menjalankan Sense terbaru yang versi 5. Sisanya, flagship ini bakal menggunakan Android 4.2 Jelly Bean pada konfigurasi hardware Qualcomm APQ8064 dengan empat prosesor Krait dari keluarha Snapdragon S4 Pro yang kecepatannya 1.7GHz, dipadukan dengan GPU Adreno 320 dan 2GB RAM.

Sekilas perbedaan HTC Sense lama di sebelah kiri, dan Sense 5 terbaru di sebelah kanan.

Sebelumnya juga ada laporan jika HTC One ini bakal menggunakan teknologi kamera yang advance. Pertama, dikabarkan menggunakan sensor 13-megapixel seperti HTC Butterfly. Namun rupanya dibatalkan (atau setidaknya, bukan dengan sensor yang sama), dan HTC memilih desain kamera baru yang disebut “Ultrapixel,” yang konsepnya mirip dengan sensor Foveon X3 dari Sigma. Sensor ini bukanya menggunakan filter Bayer seperti tipikal sensor kamera, yang biasanya mengambil satu pixel gambar hanya pada satu layer saja. Itu artinya, jika sensor tradisional 13-megapixel hanya akan menghasilkan 6.5 juta pixel hijau dan masing-masing 3.25 juta pixel merah dan biru. Jelas ada pixel warna yang hilang, dan akan digantikan dengan efek interpolasi untuk menyisipkan pixel yang hilang.

Bedanya sekarang, sensor HTC One ini memiliki tiga layer pixel bertumpuk, dan setiap layer menangkap ketiga warna utama dengan menampung 4.3 juta pixel, tanpa ada pixel yang hilang. Konsep tersebut juga dilakukan Nokia melalui sensor super dalam Nokia 808 PureView. Lebih mudahnya, HTC tidak menggunakan sensor 13-megapixel, namun sepertinya mereka akan menggunakan 3 sensor layer yang masing-masing layer mengambil warna sebanyak 4.3-megapixel, dan menghasilkan data yang digabungkan menjadi satu foto 13-megapixel. Demikian ada lebih banyak informasi warna yang diambil, tanpa ada interpolasi, menghasilkan foto yang lebih baik dan bersih reproduksi warnanya…. hmmm, sepertinya tahun ini perang “megapixel” akan kembali berlanjut… Ultrapixel vs. PureView!

Bagaimana pun teknologi yang digunakan HTC untuk kamera flagship mereka ini secara teori, tetap hasil fotonya yang akan berbicara nantinya. Yang pasti sensor itu pun juga masih rumor, dan jika benar, pasti akan merubah cara pandang kita selama ini terhadap kamera smartphone. Plus, setidaknya HTC punya satu fitur spesial yang dijual di flagship baru mereka ini.


SHARE
Previous articleDuniaku Recap: Top Trending Articles of the Week!
Next articleTrailer Dragon’s Dogma: Dark Arisen Menampilkan Dungeon dan Musuh Baru
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.