Bungie Hadirkan MMORPG Halo Melalui Destiny, Shooter Berbasis Komunitas yang Selalu Online

Setelah hampir dua tahun menjadi rumor, akhirnya para kreator Halo di Bungie resmi mengkonfirmasikan proyek ambius mereka selanjutnya, yaitu Destiny.

Proyek ini merupakan bagian dari kerjasama publishing selama 10 tahun dengan Activision, sebuah first-person shooter yang akan dikembangkan oleh Bungie, dan Activision sebagai pihak pemasarannya. Game yang diduga akan banyak membawa nuansa Halo tersebut masih ditujukan untuk konsol generasi ketujuh, Xbox 360 dan PlayStation 3. Kemudian kontrak antara Activision dan Bungie menarget Q3/Q4 tahun 2013 ini sebagai tanggal rilis game Destiny pertama. Kata first-person shooter memang langsung menunjuk pada Halo, namun franchise baru ini juga memasukkan banyak elemen baru, seperti role-playing game dengan setting open-world. Karena itulah kamu mendapat kebebasan dalam menciptakan dan mengkustomisasi identitas karakter dan perlengkapan mereka selama menjelajahi gambaran masa depan tata surya nyata manusia.

Dunia Destiny ini tidak bergantung pada seorang hero saja, seperti yang kita pahami dalam Halo yang mengandalkan seorang Master Chief. Namun kamu, dan pemain Destiny lainnya akan menjadi bagian dalam sebuah komunitas yang disebut Guardians, dan bisa menjelajahi galaksi dalam usahanya dikenal dunia dengan menyelamatkan tata surya dan menjaga kota terakhir di Bumi dari serangan alien. Jadi jelas di sini, fokus utamanya bukan campaign single player, namun multiplayer. Bungie sendiri mengungkapkan jika mereka juga lebih banyak menginvetasikan modalnya untuk membangun komponen permainan koperatip yang lebih baik, walaupun para single-player tetap bisa menjalani quest sebagai Guardian menjelajahi galaksi. Oh ya, suka atau tidak, Destiny memaksamu selalu online, tidak peduli kamu mau bermain single atau koperatip multiplayer.

Meskipun ada kebutuhan “always on” tersebut, namun Activision Publishing CEO Eric Hirshberg mengatakan, jika mereka tidak akan men-charge biaya berlangganannya. “Untuk menjaga impian shooter Bungie yang berbasis komunitas ini diperlukan koneksi yang konstan, dan menyebutnya hanya itu saja alasan ada batasan selalu online,” ujar Eric Hirshberg.

Seiring kamu masuk ke dunia Destiny, network code Bungie terus menerus akan mencocokkan posisi karaktermu dengan yang lain ketika memasuki area publik, seperti ketika berada di kota, dan menawarkan interaksi lebih lanjut berdasarkan kedekatan lokasi karaktermu dengan Guardian lainnya. Konsepnya memang seperti MMO, namun Bungie mengatakan mereka tidak akan memenuhi satu kota dengan ratusan pemain yang muncul bersamaan, karena jumlah pemain lain yang akan kamu temui nantinya juga sudah dikendalikan.

Rencana Bungie juga bukan sekadar konsol saja, karena nantinya Destiny juga akan memiliki aplikasi mobilenya tersendiri, yang akan membantu pemain dengan informasi statistik karakter mereka, hingga latar belakang quest yang saat ini dijalankan, hingga mem-push notifikasi mengenai event dan ajakan pemain lain ke gadget mobile.

Destiny ViDoc – Pathways Out of Darkness


SHARE
Previous articleEye Candy: Beragam Kartu Valentine Unik dari Berbagai Game
Next articleSony Patenkan Eyepad, Mencoba Seperti SmartGlass atau GamePad-nya Wii U?
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.