Sony Pun Belum Mengetahui Seperti Apa Desain PlayStation 4

Yang kita tahu, desain PlayStation 4 adalah seperti di atas… :)

PlayStation 4 sudah dikonfirmasikan, namun hanya spesifikasi, kontroler DualShock 4 dan juga kamera PlayStation Eye. Bagaimana dengan penampakan PS4 itu sendiri? Well, kami juga bingung, karena Sony mengkonfirmasikan PS4 namun tanpa PS4 itu sendiri. Dan dari berita terbaru, ternyata Sony juga tidak tahu bagaimana desain final retailnya nanti.

Melalui sebuah wawancana di 4Gamer, presiden President of Sony Computer Entertainment Japan Hiroshi Kawano mendapat sodoran pertanyaan mengenai desain PS4. Kawano merespon, “Jujur saja, saya juga belum melihat bagaimana desain finalnya. Bahkan kontrolernya yang kami tunjukkan hari ini (selama PlayStation Meeting), saya baru melihat desain finalnya kemarin.”

Mendengar responnya atas pertanyaan tersebut, seakan Kawano tidak mengetahui seperti apa sebenarnya bentuk PS4 tersebut. Namun bukan berarti Sony tidak memiliki gambaran bagaimana PS4 nantinya akan dibuat. Bisa jadi, desain asli Sony nantinya tidak jauh dengan banyaknya purwa rupa dan juga rekaan orang-orang yang beredar di internet.

Kemudian untuk kontrolernya, Dual Shock 4 yang seakan menjadi wakil PS4 selama PlayStation Meeting kemarin, Kawano menambahkan, “Saya telah melihat beberapa purwa rupa, dari ketika pertama kali (kontroler tersebut) mendapat kode nama ‘Jedai’, dan kemudian saya mendengar jika touch pad yang terintegrasi menjadi spesifikasi finalnya.”

Pernyataan Kawano tersebut juga senada dengan komentar bos Sony Computer of America Jack Tretton, yang mengatakan jika produksi masal PS4 juga masih dalam tahap perencanaan dalam menentukan desain dan juga spesifikasi finalnya. Selain itu dari orang yang sama, kita juga mengetahui jika harga game PS4 nantinya akan bervariasi, mulai US $0.99 hingga $60, serta tersedia opsi mencoba game tersebut lebih dahulu sebelum membelinya.

Dari beberapa pernyataan tersebut, kita mengetahui jika Dual Shock 4 baru di-approve beberapa hari sebelum PlayStation Meeting. Dan saat ini Sony belum bisa menentukan seperti apa nantinya desain final PlayStation 4. Jadi sebenarnya apa yang diungkapkan Sony selama PlayStation Meeting kemarin sekadar konsep saja, apa yang bisa kamu lakukan nantinya dengan konsol generasi baru Sony tersebut. Bahkan spesifikasi yang sudah diungkapkan pun bisa jadi akan berubah nantinya.

Namun satu hal yang menarik, menunjuk pada kode nama Jedai untuk Dual Shock 4, yang sepertinya masuk dengan kode nama Orbis untuk PlayStation 4, kita bisa sedikit menduga bagaimana nantinya bentuk PS4. Kata Orbis diambil dari bahasa Latin, yang artinya lingkaran atau cincin, atau bahkan orbit. Ketika digabungkan dengan kode nama handheld Sony, PS Vita kita bisa mendapatkan kata Orbis Vita (atau dalam bahasa latin, Orbis Vitae, yang artinya “lingkaran kehidupan”. Berdasarkan konfirmasi mereka kemarin, PS Vita memang memegang peranan penting dalam pengembangan PS4, karena bisa menjadi kontroler sekunder untuk PS4!

Orbis dan Jedai, jangan-jangan desain PS4 nanti dominan bulat seperti Remote-nya Jedi di atas… :p

Dan kemudian untuk Jedai yang menjadi kode nama Dual Shock 4, mungkin saja ya Sony terinspirasi pada Jedi dari dunia Star Wars. Dan yang paling masuk dengan Jedi sebagai Dual Shock 4 tersebut adalah Remote yang digunakan para Jedi untuk berlatih menggunakan lightsaber. Dan training remote yang digunakan para Jedi tersebut bentuknya bukan seperti tipikal remote yang kita kenal (kotak), melainkan bulat. Apa ini juga menjadi indikasi jika PS4 nantinya berbentuk bulat, atau setidaknya memiliki bentuk yang dominan unsur bulatan? Kita tunggu saja kabar selanjutnya!

Salah satu desain PS4 rekaan yang banyak beredar di internet. Dominan lingkaran?

[cb type=”company”]Sony[/cb]

Sumber: 4gamer, via Kotaku


SHARE
Previous articlePara Finalis XXI Short Film Festival 2013
Next articleUltralist: Sepuluh Ninja Cyborg Paling Mematikan dalam Game!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.