Preview Assassin’s Creed IV: Black Flag, Bersama Assassin Bajak Laut Menjelajah Ganasnya Karibia!

Seperti yang sudah dijanjikan Ubisoft, akhirnya hari ini mereka membeberkan lebih banyak detail lagi untuk Assassin’s Creed IV: Black Flag. Ya, meskipun sempat banyak konten seperti trailer dan screenshot yang bocor lebih awal, namun hal tersebut tidak menyurutkan langkah Ubisoft untuk memberikan detail ini. Ubisoft menjanjikan game ini akan lebih masif dibandingkan AC sebelumnya. Hal tersebut tidak lain karena mereka mengerahkan hingga DELAPAN studio mereka yang tersebar di Singapura, Sofia, Annecy, Kiev, Quebec, Bucharest, Montpellier, dan juga studio utama mereka di Montreal untuk menggarap game ini. Sebagai permulaan dan bagi kamu yang belum menonton trailer perdana AC IV: Black Flag, simak dulu video di bawah ini.

Dalam AC IV: Black Flag, kamu akan berperan sebagai Edward Kenway, ayah dari Haytham Kenway sekaligus juga kakek dari Connor Kenway yang kita temui dalam AC III. Game ini ber-setting pada tahun 1715 di pulau-pulau sekitar Laut Karibia, dimana nantinya bisa kamu jelajahi dengan layar loading yang minimal. Selain menjanjikan layar loading yang minimal, Ubisoft menjanjikan dalam game ini kamu bisa menjelajahi lebih dari 50 lokasi berbeda, mulai dari Kuba hingga Jamaika, dengan alam yang berbeda-beda pula meliputi perkotaan, hutan, dan tentu saja laut lepas. Ya, dengan kapasitas Edward yang juga merupakan seorang bajak laut ulung, maka laut lepas akan menjadi “rumah”-mu. Edward bisa menjelajah samudera, membajak kapal lain, berburu hiu, hingga menjelajahi dasar laut untuk menemukan harta karun dari kapal yang karam.

Saat memainkan game ini, kamu akan menemui banyak nama-nama bajak laut tenar seperti Edward Teach yang sering dikenal dengan Blackbeard, Benjamin Hornigold, Calico Jack hingga Anne Bonny. Namun tentu saja, game ini juga masih menyuguhkan peperangan klasik antara Assassin dengan Templar, yang dibaurkan dengan kisah-kisah terinspirasi dari cerita nyata seperti percobaan Hornigold yang ingin mendirikan sebuah republik yang dikendalikan oleh para bajak laut di Bahama, tenggelamnya Armada Spanyol, hingga kisah Charles Vane yang terkenal karena terdampar di sebuah pulau berpasir.

Mengenai Edward Kenway, Ubisoft mendeskripsikannya sebagai seorang yang memiliki ego tinggi namun memiliki karisma sebagai seorang pemimpin. Sama seperti para pendahulunya yang merupakan garis keturunan assassin sejati, Edward juga memiliki kemampuan tersebut, mulai dari aksi parkour (kamu bisa ber-parkour ria dari satu kapal ke kapal lain!) hingga kemampuan melakukan silent kill. Edward juga memiliki sebuah kapal bernama Jackdraw, sebagai kendaraannya untuk mengarungi lautan. Kamu bisa mengkustomisasi Jackdraw, mulai dari meng-upgrade-nya, memperbaikinya setelah bertempur, mengkustomisasi, hingga mengatur siapa saja yang kamu pilih untuk menjadi krumu. Di awal permainan, mungkin kamu hanya bisa membawa beberapa kru saja karena kapasitas yang kecil, namun seiring dengan permainan kamu bisa memperbesar kapasitas kapalnya. Saat menjelajah laut lepas pun kamu bisa naik ke atas geladak kapal, mencari kapal lain yang ada di sekitar kamu, lantas menyerang dan mengambil persediaannya.

Ubisoft rupanya sudah cukup memberikan “teaser” naval battle dalam AC III, dan siap untuk menghadirkan naval battle yang lebih megah dalam game ini. Cuaca dan hukum-hukum fisika sangat berpengaruh dalam pertempuran laut kamu, jauh lebih berpengaruh dibandingkan saat di AC III lalu. Kamu juga akan menemui berbagai macam class kapal musuh, yang masing-masing memiliki kemampuan berbeda-beda. Transisi dari naval battle menuju saat Edward melompat ke kapal musuh untuk menghabisinya kali ini tidak terpotong oleh cutscene seperti AC III. Kamu bisa mendatangi kapal musuh dari segala arah yang kamu mau, apakah langsung melompat ke geladak, atau ingin sembunyi-sembunyi dengan berenang, lantas naik secara perlahan ke atas kapal.

Lantas, siapa assassin modern yang kita perankan dalam AC IV: Black Flag?