Tomb Raider Hub: Napak Tilas Masa Muda Lara Croft

Keputusan reboot bisa berarti baik, bisa juga berarti buruk. Baik karena bisa menjadi penyegar bagi sebuah franchise yang sudah cukup lama dan bisa menarik penggemar baru yang sebelumnya belum pernah mengetahui franchise tersebut. Bisa berarti buruk, karena dengan melakukan reboot mungkin pihak pengembang pun harus keluar dari ciri khas franchise sebelumnya dan menanggung konsekuensi mendapat kritikan dari fans setianya yang tidak setuju dengan perubahan yang diberikan.

Capcom dan Ninja Theory pun sudah merasakan pahit dan manis reboot tersebut saat me-reboot Devil May Cry (DmC). Sebelumnya, mereka mendapatkan kritikan yang sangat tajam (bahkan hujatan) dari para penggemar yang tidak suka dengan desain baru Dante yang ditawarkan. Namun, akhirnya kritikan dan hujatan tersebut dibayar lunas dengan hadirnya gameplay yang benar-benar fresh, dan memuaskan baik penggemar lama maupun penggemar yang baru memainkan DmC.

Dan itulah yang harus dihadapi Crystal Dynamics dengan reboot Tomb Raider-nya yang dirilis secara serentak (kecuali Jepang pada 25 April 2013 mendatang) pada hari ini. Tidak mudah memang untuk mengubah image Lara Croft menjadi sosok yang lebih muda, rentan, dan jauh dari kesan seksi yang ditunjukkan dalam beberapa game sebelumnya. Namun Crystal Dynamics sudah mengatakan, bahwa untuk mendapatkan pengalaman bermain yang maksimal dalam Tomb Raider kali ini, lupakan semua yang kita ketahui tentang Tomb Raider sebelumnya dan anggaplah game ini sebagai sesuatu yang baru, seperti yang pernah diungkapkan oleh Darrel Gallagher, Head of Studio dari Crystal Dynamics berikut ini.

Forget everything you knew about Tomb Raider, this is an origins story that creates Lara Croft and takes her on a character defining journey like no other

Lupakan juga semua ingatan kita tentang Lara Croft yang tangguh, seksi dan mempunyai ciri khas yang kuat, karena di sini kita akan menemui seorang Lara Croft muda yang mencoba untuk bertahan hidup dan baru saja memulai “karir” berpetualangnya.

Sama seperti DmC, jika Crystal Dynamics mampu menghasilkan gameplay yang solid, maka fans pun akan seolah benar-benar melupakan Lara Croft sebelumnya dan siap menyambut Lara Croft baru ini. Gameplay yang solid juga bisa menarik penggemar baru untuk memainkan Nathan Drake dalam versi feminin ini. Jika boleh menyampaikan opini, dibandingkan DmC, kami lebih optimis dengan kehadiran Tomb Raider ini, setidaknya nyaris tidak ada suara miring dari fans layaknya para fans DmC yang awalnya sangat benci dengan desain baru Dante dalam DmC. Jadi, apakah keputusan reboot ini menjanjikan? Temukan jawabannya dengan memainkan game ini di PS3, X360 dan PC mulai hari ini!

Buah Pengembangan Selama Lebih dari Dua Tahun

Proyek ini pertama kali dikonfirmasikan Square Enix pada 6 Desember 2010 lalu, dan lebih mengejutkannya lagi pada saat itu Square Enix mengungkapkan bahwa game ini sudah dikembangkan selama dua tahun oleh studio pecahan Crystal Dynamics. Crystal Dynamics memecah timnya menjadi dua setelah menyelesaikan Tomb Raider Underworld, satu tim mengembangkan game ini dan satu tim lainnya mengerjakan spin off Lara Croft dengan debutnya Lara Croft and The Guardian of Light yang dirilis di PSN dan XBLA pada 2010 lalu.

Bagi kamu yang ketinggalan dengan pembahasan kami sebelumnya tentang Tomb Raider dan juga beberapa pembahasan spesial menyambut perilisan game ini, kamu bisa mengarahkan browser kamu ke beberapa link di bawah ini.

– Tomb Raider Review: Reboot atau Rebirth? Lara Croft Kembali Dengan Nuansa Uncharted

– Square Enix Beberkan Detail Spesifikasi PC untuk Memainkan Tomb Raider

– Yuk Intip Komik Tomb Raider: The Beginning

– Crystal Dynamics Siapkan Kontroler Xbox 360 Spesial Bertema Tomb Raider!

– Mengintip Preview Plus Deretan Screenshot Baru Tomb Raider!

– Square Enix Siapkan Dua Collector’s Edition Untuk Tomb Raider

– Deretan Item Spesial dalam Bonus Pre Order Tomb Raider!