Take Two: Terlalu Sering Merilis Seri GTA Bisa Menurunkan Kualitasnya

Banyaknya franchise yang hampir setiap dua tahun atau bahkan satu tahun sekali menelurkan seri rupanya tidak menarik minat Rockstar dan Take Two Interactive untuk melakukan hal serupa terhadap franchise laris mereka, Grand Theft Auto (GTA). Hal ini disampaikan langsung oleh COO Take Two Interactive, Karl Slatoff yang tidak ingin franchise GTA terus menurun kualitasnya karena terlalu sering merilis seri baru.

“Hal tersebut (merilis seri game terlalu sering) tidak ada artinya bagi kami, karena untuk GTA, setiap kali game barunya dirilis, selalu menawarkan pengalaman bermain yang benar-benar baru,” ungkap Slatoff seperti dikutip dari  Gamespot. “Dan hal tersebut tidak mungkin bisa kalian lakukan dalam dua tahun,” sambungnya. Hal ini pulalah yang menjadi alasan mengapa Rockstar tidak memiliki jadwal rilis tetap untuk setiap GTA yang mereka rilis. Sebagai informasi, GTA V yang akan hadir pada 17 September 2013 nanti berjarak hampir lima tahun dari GTA IV yang dirilis pada 2008 lalu.

Lebih lanjut, Slatoff mengungkapkan bahwa merilis game terlalu sering menurunkan kualitas dari game serta franchise tersebut. “Jika kami melakukan hal tersebut, produk akan merasakan kepenatan pasar dan franchise akan mengalami penurunan dari nilai perspektif dan kualitasnya,” paparnya lebih lanjut. Selain tidak akan merilis GTA dalam jangka waktu yang sangat berdekatan dan tetap, Take Two sebelumnya juga sempat mengkonfirmasikan bahwa GTA V nantinya tidak akan dirilis bersamaan di dua generasi konsol. Namun hal tersebut tidak menutup kemungkinan nantinya Rockstar dan Take Two akan melakukan porting, sembari menyiapkan game-game lain untuk penerus X360 dan PS3 tersebut.

[Sumber: Gamespot/CVG]


SHARE
Previous articleThe Jakarta Toys & Comic Fair 2013: Liputan Hari Pertama
Next articleDemon Drive, Berubah Menjadi Demon untuk Melawan Demon
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.