Menghadirkan Perspektif Baru tentang Game Melalui Gamechanics Talk

Dari sekitar 42 game developer Indonesia di tahun 2010, diperkirakan telah diproduksi 400 game karya anak bangsa. Saat ini diprediksi bahwa terdapat lebih dari 100 game developer Indonesia dengan setidaknya 900 game yang telah diproduksi. Dengan segala potensi ini, sejauh apa sebenarnya industri game Indonesia berkembang? Lalu apa hubungan perkembangan industri game Indonesia dengan industri lainnya di tanah air ini?

Berangkat dari tantangan tersebut, Segitiga.Net bekerjasama dengan Institut Teknologi Bandung kemudian menghadirkan Gamechanics, sebuah program rangkaian acara dengan tujuan membangun ekosistem yang sehat bagi industri game Indonesia, menyampaikan potensi besar game dalam pendidikan, kesehatan, bisnis, pemberdayaan masyarakat, dan berbagai bidang lainnya, yang pada akhirnya akan membentuk karakter game Indonesia dan membawa industrinya ke level yang selanjutnya.

Pada tanggal 19 Maret 2013, program Gamechanics akan menghadirkan sebuah acara talk show dan seminar, Gamechanics Talk. Gamechanics Talk sendiri merupakan rangkaian acara gamechanics kedua, setelah Gamechanics Course pada 27 November 2012 lalu. Gamechanics Talk ini mengambil tema besar “Arah Media Digital dan Game Indonesia”. Bertempat di Aula Barat ITB, acara ini mengundang para pembicara ahli yang akan berbagi pandangan mereka tentang industri game Indonesia ke depan dan implementasi game di berbagai bidang industri secara lebih luas.

Dalam talk show, Gamechanics Talk akan mempertemukan pihak-pihak dari pemerintahan dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kementrian Parekraf), akademik (ITB), dan industri (Telkom, Bank Mandiri, dan Kummara). Dengan membawa pandangan dari sisinya masing-masing, para pembicara pada talk show diharapkan dapat menyatukan visi industri game Indonesia ke depan dan berkomitmen untuk sama-sama mulai melakukan langkah-langkah konkret dalam membangun industri game Indonesia.

Dalam seminarnya, Gamechanics Talk mengundang para pembicara ahli dari berbagai bidang untuk berbagi perspektif baru dalam implementasi game di bidang yang lebih luas. Implementasi game yang tidak lagi hanya sekedar fun adalah salah satu pesan utama yang akan disampaikan, dan diharapkan membuka peluang bisnis baru dan mampu mengoptimalkan segala kegiatan di berbagai industri lainnya. Para pembicara yang diundang adalah Bullitt Sesariza (co-founder PT Logika Interaktif), Abang Edwin Syarif Agustin (social media expert), Indrawan Nugroho (direktur KUBIK Training), dan FM Siddharta (trade marketer dan host Indonesia Bersaing).

Beberapa agenda menarik selain talk show dan seminar pada acara Gamechanics Talk adalah pemutaran beberapa video dari produk contoh serious game dan inisiasi pembentukan Indonesia Digital Media Forum. Konsep acara pun didesain meliputi networking session, di mana para peserta Gamechanics Talk memiliki kesempatan untuk berdiskusi dengan para pembicara.

Informasi lebih lanjut terkait program Gamechannics dan acara Gamechanics Talk bisa dilihat di website resminya. Pemesanan dan pembelian tiket bisa dilakukan on the spot atau secara online di sini.

Susunan Acara dalam Gamechanics Talk, 19 Maret 2013

Keterangan: * in confirmation

Tiket

Tiket dapat dipesan secara online via website di sini atau email melalui andremuslimdubari@gmail.com dengan format: Talk_nama lengkap pemesan_profesi_jumlah tiket dipesan.

Duduk Bersama Pembicara

Anda berkesempatan untuk bisa duduk di meja yang sama dengan para pembicara dan berinteraksi lebih banyak. Masing-masing pembicara akan memiliki meja yang terpisah dan ada 5 kursi yang bisa ditempati.

Caranya?

Setelah melakukan konfirmasi pembayaran tiket, Anda akan diberi pilihan meja yang masih tersedia. Ketersediaan kursi ditentukan dari pilihan dari para peserta Gamechanics Talk. Jangan lewatkan kesempatan ini.


SHARE
Previous articleDave Bautista Resmi Perankan Drax the Destroyer di Guardians of the Galaxy!
Next articleTrailer Perdana Serial Tv Monsters vs. Aliens
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.