ArtLogic Games: Sukses di Flash, Kini Siap Berbicara Banyak di Platform Mobile!

Beberapa hari lalu, ArtLogic Games bekerja sama dengan Gamenauts merilis game terbaru mereka Castle Champions di iOS. Sebelum merilis Castle Champions, banyak yang mengenal ArtLogic lewat salah satu seri game flash laris, Epic War yang juga akhir tahun lalu mendapatkan versi mobile-nya lewat Epic War Saga.

Nah, kali ini Duniaku mendapatkan kesempatan untuk mewawancarai Rudy Sudarto, founder dari ArtLogic Games. Dalam wawancara kali ini, Om Rudy –sapaan akrabnya di forum Gamedevid, bercerita tentang bagaimana ArtLogic Games terbentuk, game-game yang kini tengah disiapkan, kisah di balik pengembangan Castle Champions dan juga bagaimana pendapatnya terhadap perkembangan game di Indonesia. Seperti apa hasil wawancaranya? Yuk kita simak bersama!

Duniaku (D): Sejak kapan Anda mulai menemukan passion Anda dalam membuat game?

Rudy (R): Jujur semuanya serba kebetulan, waktu awal Saya membentuk tim ArtLogic Games, saya dibantu oleh rekan Saya yang sudah dahulu terjun di dunia game development. Untuk game sendiri, sejak kecil Saya sudah suka bermain game, semenjak zaman Nintendo.

D: Sejak kapan ArtLogic Games terbentuk?

R: ArtLogic Games sendiri terbentuk sejak Desember tahun 2007 silam.

D: Kira-kira tantangan terbesar apa yang Anda hadapi saat membuat sebuah game? Utamanya untuk menyesuaikan dengan selera gamer?

R: Kita tidak bisa menyesuaikan dengan selera masing-masing gamer tetapi Kita bisa belajar game apa yang disukai oleh kebanyakan gamer. Untuk ini dibutuhkan jam terbang yang cukup. Seperti pada development di tahun-tahun awal, Kami tidak begitu mendalami faktor-faktor apa yang disukai gamer, game yang bagus dan yang disukai itu seperti apa.

Lambat laun dari game-game yang kami rilis, Kami belajar dari feedback-feedback yang kami dapatkan langsung dari player. Dari sana Kami bisa banyak belajar untuk lebih sensitif akan apa yang disukai oleh gamer.

ArtLogic Games saat menghadiri Casual Connect di Singapura

D: Kira-kira bagaimana cara Anda untuk mempertahankan kreatifitas Anda dalam membuat game agar selalu dapat menemukan ide-ide baru?

R: Ide-ide baru selalu didapatkan dari bermain game-game yang lain.

D: Mengenai Castle Champions, dari mana atau game apa inspirasi pembuatannya didapat?

R: Inspirasinya didapat dari Tiny Tower. Kami fans dari NimbleBit. Tapi Kami ingin menghadirkan sesuatu yang baru dari Tiny Tower. Maka Kami memutuskan memberikan elemen battle dalam game simulasi building.

D: Bisa ceritakan sedikit, bagaimana awal mula kerja sama dengan Gamenauts untuk mengembangkan Castle Champions?

R: Kami memberikan game flash kami yang berjudul Castle Caves, kala itu masih dalam prototype, dan Gamenauts pun tertarik membawa game tersebut ke dalam market mobile. Singkat cerita kami bekerjasama dan Castle Caves pun under heavy edit dan judul juga berubah menjadi Castle Champions.

D: Seperti apa kerja sama antara Artlogic dengan Gamenauts?

R: Kerja samanya dalam hal Publishing mencakup : QA, support art, support PR, support marketing, bug killing, serta fund untuk development cost.

D: Kira-kira kapan Castle Champions akan dirilis di platform lain?

R: Kalau tidak ada aral melintang akan rilis di Google Play Store pada bulan Mei

D: Rencana ke depan untuk kerja sama antara ArtLogic dengan Gamenauts seperti apa?

R: Sementara tidak ada gambaran tentang kerjasama dengan Gamenauts untuk selanjutnya, karena kami masih fokus all out ke game Castle Champions. Masih banyak PR, porting di platform Android, menyiapkan update dan tentunya memantau user feedback.

D: Bagaimana pendapat anda mengenai perkembangan game-game mobile saat ini?

R: Saya rasa, perkembangan dunia game mobile saat ini sangat pesat. Percepatannya bahkan terlalu cepat dibandingkan game-game konsol.

D: Game terbaru apa yang sedang dikerjakan oleh ArtLogic setelah Castle Champions?

R: Ada game The Bravest Hunter. Game ini ber-genre RPG dan Kami akan merilisnya di platform flash. Kalau tidak ada aral melintang Kami juga akan merilisnya di platform mobile.

D: Sebagai seorang developer game, tentu Anda memiliki game favorit. Apa game favorit anda selama ini?

R: Berhubung Saya bukan hardcore player, Saya pribadi lebih suka game-game casual seperti Fairway Solitaire dan Candy Crush Saga. Untuk genre strategy Saya sangat suka memainkan game Clash of Clans.

D: Apa pencapaian ArtLogic Games yang paling berkesan untuk Anda?

R: Tidak ada kepuasan yang lebih selain player Kami menyukai game yang Kami buat.

D: Bagaimana Anda melihat perkembangan Game Developer Indonesia dewasa ini?

R: Bagus dan pesat. Dahulu pada saat Saya membentuk tim di tahun 2007, sangat susah mencari SDM. Akan tetapi sekarang bahkan ada universitas khusus game development. Cuma Kita masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

D: Apa harapan Anda untuk ArtLogic dan juga perkembangan Game Developer Indonesia ke depannya?
R: ArtLogic dapat maju terus dan berbicara banyak di mobile platform, dan Saya bisa membawa semua tim kepada puncak prestasi. Terdengar klise memang, akan tetapi sebagai leader mereka Saya ingin tingkat ekonomi mereka naik drastis. Untuk perkembangan developer game indonesia sendiri, Saya berharap kami dapat bersaing di kancah global market.

D: Terima kasih untuk waktunya, sukses terus buat ArtLogic Games!


SHARE
Previous articleArea Baru di Lightning Returns: Final Fantasy XIII, Dead Dunes
Next articleInilah Deretan Aksesoris Resmi untuk Samsung Galaxy S4!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.