Lenovo IdeaPhone S890 Mulai Dijual di Indonesia, Siap Menantang Galaxy Grand

Setelah meluncurkan Lenovo IdeaPhone S890 di Indonesia pada pertengahan Februari 2013 lalu, akhirnya Lenovo yang kini bekerjasama dengan PT. Trikomsel OKE untuk jalur distribusi smartphone Lenovo, resmi merilis smartphone “raksasa” tersebut ke pasaran. Memang mundur dari rencana awalnya akhir Februari 2013 kemarin, dan kemudian ditunda kembali pada awal dan pertengahan Maret, hingga akhirnya penerus smartphone terpopuler Lenovo, yaitu seri S880 itu mulai didistribusikan awal minggu ini. Sebelum memberikan review-nya yang lebih mendalam, berikut sedikit impresi penulis setelah menggunakan Android dual SIM-dual ON GSM dan sudah ber-OS Jelly Bean Lenovo S890 ini selama beberapa hari.

Penulis sendiri mendapatkan Lenny S890 warna biru sejak 25 Maret lalu. Lenovo Indonesia memasukkan varian warna biru dan putih (Porcelain White dan Midnight Blue) — juga ada varian warna hitam dan biru muda, namun rupanya kedua warna tersebut hanya dikhususkan untuk wilayah China saja. Kemudian yang diedarkan di pasaran lebih awal adalah warna biru Midnight Blue, atau lebih tepatnya biru gelap, dan ketika diamati begitu mirip dengan warna Pebble Blue-nya Samsung Galaxy S III. Bisa jadi untuk varian internasional, Lenovo sengaja memberikan warna Midnight Blue tersebut yang mirip dengan warna utama Galaxy S III untuk membuat kita merasa menemukan nuansa warna “galaksi” di sana. Di Indonesia, Lenovo menjualnya dengan harga resmi Rp. 2.699.000, masih 1.2 jutaan lebih murah dibandingkan Galaxy Grand yang kelasnya setara.

Penulis sempat juga disodori warna putih. Namun karena materialnya yang glossy, dan kuatir warna tersebut akan cepat memudar (dan terkena noda), akhirnya memutuskan memilih Midnight Blue saja. Toh di dalam paket penjualannya, Lenovo juga memberikan cuma-cuma flipcover warna hitam, dan menjadikan S890 Midnight Blue tersebut berkesan hitam seperti warna yang hanya ada untuk S890 versi China — beda versi China dan internasional hanya softwarenya saja, dimana versi China sama sekali tidak bisa mengakses semua fitur software bawaan dari Google (Google memang diblokir oleh pemerintahan China).

Selama menggunakannya beberapa hari, Lenny S890 begitu pas di tangan. Tidak seperti kakaknya S880 yang begitu besar, dengan dimensi 143.6 x 74.2 x 9.3-mm, Lenny S890 tidak menyusahkan selama penulis gunakan. Tangan penulis yang memang lebar dan ukuran jempol yang lumayan besar, disodori bidang 5-inchi sama sekali tidak kerepotan. Gejala salah ketik selama menggunakan smartphone Android sebelumnya yang rata-rata layarnya 4 –  4.7-inchi tidak terjadi di sini. Apalagi beratnya yang hanya 176-gram membuat penulis langsung melupakan pengalaman berat dan agak ribet mengoperasikan Lenny S880 yang dimensinya 142 x 78 x 9.9-mm dan beratnya 196-gram. Pengaruh utama dari layarnya, dimana S890 tidak lagi menempatkan tombol antar mukanya menyatu pada layar seperti pada S880. Walaupun tombolnya kini hanya ada tiga saja, namun softkey tersebut ditempatkan di bawah layar, dan mengoptimalkan permukaan depan smartphone tersebut.

Dari sisi layar S890 pun juga mengalami peningkatan drastis. Di atas kertas sepertinya tidak seberapa. S890 mengajukan material IPS capacitive, 16 juta warna, dengan resolusi 540 x 960-pixel dengan kerapatan pixel 220-ppi. Bandingkan dengan kakaknya S880 yang resolusinya 480 x 800-pixel dengan kerapatan 187-ppi. Sepertinya tidak meningkat jauh. Namun menurut penulis, Lenny S890 begitu bening dan gejala layarnya yang terlihat pixelated pada S880 tidak begitu kentara di sini. Dilihat dari berbagai sisi, layar S890 jelas memancarkan warnanya, dan brightness pada tingkat maksimal pun juga sangat terang. Apa yang penulis sukai, tipikal layar IPS, pancaran warnanya terlihat natural. Kemampuan multi-touch-nya pun meningkat dari S880, dan di sini S890 mampu mengenali 5 titik sentuhan. Sayangnya, layar tersebut tidak dilindungi lapisan perlindungan apa pun. Jadi disarankan kamu segera melapisinya dengan screenguard yang cukup baik kualitasnya.

Untuk material casingnya, S890 pun terlihat lebih berkelas dari kakaknya yang berkesan plastik — meskipun material plastiknya keras sih. Kesan classy pada S890 terpancar pada lis krom di sekeliling tubuhnya. Beberapa fitur lain yang penulis temui di sekeliling tubuhnya, seperti adanya kamera sekunder (resolusi VGA) dan sensor proximity di atas layar, tombol volume pada sisi kanan, lubang mic dan port micro USB di sisi bawah, tombol power dan poer audio di sisi atas, dan di penampang casing belakang, selain kamera autofocus 8-megapixel (mampu merekam video HD 720p) dan LED flash, juga ada speaker yang cukup keras di sisi kiri bawah dan juga lubang mic sekunder (yang mendukung fitur Smart Sound, membuat suara selama bertelepon tetap jernih di lingkungan yang bising) di sebelah kiri kamera. Di balik casingnya tersebut, Lenovo menyematkan chipset MediaTek dari seri MTK 6577T, dengan prosesor dua inti yang kecepatannya 1.2GHz, dipadukan RAM 1GB, internal storage 4 GB (dipartisi 2 GB untuk sistem, dan 1.5 GB untuk USB Storage dan masih bisa diperbesar melalui micro SD hingga 32 GB), sedangkan GPU-nya PowerVR SGX531.

Dengan prosesor yang sudah masuk kelas Cortex-A9 dan dibekingi GPU mumpuni, Lenny S890 mampu dioperasikan dengan mulus. Selama berinteraksi dengan interface-nya, tidak ada gejala lag terasa. Adanya RAM 1 GB juga mendukung kinerjanya tetap lancar. Penulis hanya merasakan “nafasnya” mulai berat ketika menjalankan beberapa aplikasi berat bersamaan. Seperti ketika RAM-nya menipis, dan kita memaksanya memainkan game. Untuk mengukur kinerjanya, penulis melakukan satu hasil uji benchmark, dengan nilainya bisa kamu lihat melalui screenshot di bawah.

Lenny S890 ini bisa menjadi pilihan menarik bagimu yang mencari Android dengan harga terjangkau yang sudah mengadopsi fitur dual SIM,  koneksi data GSM 3G pada lebel HSDPA dan HSUPA, Dual SIM dan menggunakan ukuran SIM standar, Bluetooth 3.0, Wi-Fi 802.11b/g /n, USB 2.0, A-GPS, radio FM (yang sayangnya, tidak bisa diaktifkan langsung tanpa headset seperti kakaknya S880), dan baterai 2,250mAh yang diklaim mampu membuatnya standby hingga 13 hari dan waktu bicara 17.5 jam. Terus ikuti Duniaku, karena penulis bakal memberikan impresi mendalam Lenny S890 ini, beserta panduan yang lebih underground (seperti akses ROOT, dan trik merubah launcher-nya dengan IdeaDesktop versi terbaru yang jauh lebih fungsional) pada artikel selanjutnya.

Lenovo IdeaPhone S890 Tour

http://youtu.be/uytkjjQPIgc

[cb type=”company”]Lenovo[/cb]


SHARE
Previous articleKeiji Inafune dan Yosuke Hayashi (Team Ninja) Menjelaskan Setting YAIBA: Ninja Gaiden Z
Next articleTrailer Perdana The Wolverine, Petualangan Logan di Jepang Dimulai!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.