GDC 2013: Epic Games Kembali Demokan Kecanggihan Unreal Engine 4

Selama Game Developers Conference (GDC) 2013 yang diadakan 25 – 29 Maret 2013 kemarin, Epic Games kembali mendemokan engine grafis terbaru mereka, Unreal Engine 4. Engine yang sudah dikembangkan sejak tahun 2003 tersebut memang menarget konsol generasi delapan, dan hardware PC yang juga eksis di masa hidup konsol generasi delapan seperti PlayStation 4.

Engine ini pertama kali diungkapkan selama GDC 2012 tahun lalu, dengan demo yang dijalankan menggunakan PC dengan kekuatan grafis Geforce GTX 580, dan bisa juga dijalanlan pada PC dengan Geforce GTX 680. Satu fitur baru yang sudah diungkapkan adalah real-time global illumination menggunakan metode pencahayaan voxel cone tracing, yang esensinya mempermudah developer karena membuang pengembangan efek cahaya pre-computed. Engine ini disebutkan juga mengurangi iteration time dan memungkinkan direct updating kode C++, hingga fitur baru debugger untuk “Kismet” yang diterapkan pertama kali pada Unreal Engine 3, kini memungkinkan developer secara langsung memvisualisasikan coding mereka sembari melakukan testing — dengan cara langsung mengambil source code dan mengeditnya di Visual Studio.

Kemudian juga disebutkan jika elemen dalam game bisa dipilih langsung selama mengeditnya untuk kemudian dengan mudah merubah dunia dalam game. Banyak fungsi baru tersebut diharapkan mampu mengurangi gap yang besar antara technical artist, designer dan programmer yang melakukan coding, sehingga waktu pengembangan pun menjadi lebih singkat, selain memungkinkan para kreator game melakukan tweaking setting-nya secara langsung. Square Enix menjadi publisher pertama yang membeli lisensi engine ini Oktober 2012 lalu, selain juga mengembangkan engine mereka sendiri Luminous.

Untuk konsol next gen, ketika Sony mengkonfirmasikan PlayStation 4 pada 20 Februari 2013 lalu, Epic Games juga muncul mendemokan seperti apa engine terbarunya itu dirender pada konsol next gen. Demo itu disebut “Elemental,” dan selama GDC 2013 kemarin Epic Games membawa kembali demo itu, dan memperpanjangnya menjadi dua menit (versi aslinya bisa kamu akses di sini). Kamu bisa jelas melihat kecanggihan engine tersebut yang berjalan real-time di konsol next-gen Sony melalui video di bawah. Selain Tech Demo yang dijalankan melalui kekuatan PlayStation 4, Epic Games juga memiliki tech demo lainnya yang disebut Infiltrator, dijalankan 100% dari dalam engine tersebut dan secara real time, memperlihatkan dengan jelas kekuatan render high-end-nya, sekaligus tool / efek-efek terbaru yang bisa diakses para developer.

Di sisi lain, masih selama event GDC 2013, tepatnya ketika mendemokan Infiltrator, Epic VP Mark Rein mengungkapkan jika Unreal Engine 4 tidak akan mendukung atau bisa dijalankan di Wii U. Dia menambahkan, jika tujuan Epic hanya konsol generasi mendatang, dan itulah yang menjadi fokus mereka. Dia menambahkan: “Jika kamu mau membuat game Wii U, kami memiliki Unreal Engine 3, dan saat ini juga sudah memperkuat beberapa game terbaik Wii U.”

Sepertinya Wii U bakal melewatkan banyak game dengan grafis wah, karena executive producer serial  Battlefield, Patrick Bach juga mengungkapkan selama GDC 2013, jika Battlefield 4 yang dikonfirmasikan selama event tersebut juga tidak dikembangkan untuk Wii U. Engine terbaru mereka, Frostbite 3 yang menjalankan game tersebut tidak didesain untuk Wii U. Alasannya saat itu, butuh waktu pengembangan lebih untuk mengembangkan Frostbite 3 untuk Wii U.

Unreal Engine 4: Real-Time PS4 Tech Demo

Unreal Engine 4 “Infiltrator” Real-Time Demo


SHARE
Previous articleNonton Yuk: Serial TV Marvel Tahun 70-an
Next articlePacific Rim: American Jaeger “Gipsy Danger” dan Australian Jaeger “Striker Eureka”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.