GDC 2013: Video Demo Baru CryEngine 3, Tegaskan Target Multiplatform

Selain Epic Games yang pamer “otot” selama Game Developers Conference 2013 kemarin adalah Crytek. Kamu pasti langsung mengenali namanya, dan tertuju pada CryEngine, yang versi terakhirnya diterapkan oleh Crytek melalui Crysis 3. Dan selama GDC kemarin, mereka kembali mengajukan tech demo versi baru CryEngine 3.

Seperti yang pernah diungkapkan melalui ulasan Crysis 3 Majalah Game Zigma edisi 123, CryEngine 3 merupakan usaha keempat Crytek menghadirkan engine komersil untuk PC desktop, dan esensinya menjadi perbaikan dari CryEngine 2. Perbaikan utamanya yang paling mereka banggakan adalah dukungan untuk konsol. Karena seperti kita ketahui, engine tersebut sebelumnya menjadi nama yang masih bisa membanggakan platform PC, karena memang sebelumnya hanya dikembangkan untuk PC. Crytek pun memiliki satu cara unjuk gigi dengan engine mereka, yaitu melalui serial Crysis, yang game pertamanya hanya eksis untuk PC.

Serial Crysis sendiri tidak bisa dinilai hanya dari satu sudut pandangan. Penulis lebih suka menyebutnya sebagai paket kompilasi. Selain game, dia bisa menjadi duta untuk mengenalkan seperti apa kemampuan sebuah engine multi-platform CryEngine 3 yang dikembangkan oleh Crytek bisa membuat sebuah game menjadi realistis. Peran duta promosi tersebut terakhir jatuh pada Crysis 3, yang kembali menjadi benchmark grafis di dunia game.

Crysis 3 juga menjadi racikan baru Crytek, karena pengembangannya benar-benar multi-platform untuk PC, X360 dan PS3. Tidak seperti Crysis 2, walaupun juga muncul untuk konsol, namun kualitasnya tidak sebaik versi PC-nya. Dan hal itu memang diakui oleh Crytek, jika selama pengembangan Crysis 2, mereka masih terpaku pada PC. Untuk konsol, mereka hanya berusaha bagaimana mengurangi apa yang mampu dieksploitasi versi PC-nya.

Sedangkan untuk Crysis 3, Crytek berhasil menemukan bagaimana mereka harus menggunakan CryENGINE 3 yang memang dibangun untuk PC, agar juga bisa maksimal untuk konsol — seperti dengan mode multiplayer-nya lebih baik dibandingkan Crysis 2. Setidaknya dalam kondisi default, menurut Crytek, ketiga versi Crysis 3 di PC, X360 dan PS3 akan tampil serupa. Namun Crytek mengakui mereka tetap menawarkan pemain PC fitur tambahan untuk mengedit setting grafis dan memaksimalkan racikan hardware PC mereka (baca di artikel ini), dan mendapatkan lebih banyak dari kualitas grafis yang ditawarkan untuk konsol.

Dari apa yang sudah diungkapkan Crytek, mereka menuntut GPU yang mendukung DirectX 11 seperti NVidia GTX 680, Intel Core i7-2600k, AMD Radeon HD7970, atau AMD Bulldozer FX4150. Kemudian CPU-nya disarankan Quad Core tipe terbaru dan RAM 8GB. Untuk GPU-nya saja, ketika pertama kali diluncurkan, GTX 680 dijual US $499, atau sekitar Rp. 5 jutaan!

Sebuah kesepakatan yang baik. Gamer konsol tidak perlu harus investasi hardware baru sudah bisa menikmati gameplay dan story-nya, dan grafisnya pun masih bisa dijadikan ukuran untuk game konsol lainnya yang menggunakan engine grafis papan atas. Namun untuk gamer PC, kamu tidak beruntung jika spesifikasi hardware-mu pas-pasan (menurut standar Crytek).

Selain dukungan untuk DirectX 11, engine ini menawarkan puluhan efek grafis kelas atas, teknologi physics dan animasi, seperti berikut ini.

  • Simultaneous WYSIWYG on all platforms in Sandbox editor
  • Hot-update for all platforms in Sandbox editor
  • Flow graph
  • Integrated vegetation & terrain cover generation system
  • Real time soft particle system & integrated FX editor
  • Road & river tools
  • Vehicle creator
  • Multi-core support
  • Real time dynamic global illumination
  • Deferred lighting
  • Natural lighting & dynamic soft shadows
  • Volumetric, layer & view distance fogging
  • Normal maps & parallax occlusion maps
  • Screen Space Ambient Occlusion
  • “Uber Shader” technology
  • Eye adaptation & high dynamic range(HDR) lighting
  • Motion blur & depth of field
  • Character animation system
  • Character individualization system
  • Parametric skeletal animation
  • Procedural motion warping & IK solutions
  • Facial animation editor
  • Subsurface scattering
  • AI editing system
  • Dynamic pathfinding
  • Automated nagivation mesh generation
  • Natural world effects
  • CGI quality time of day system
  • High quality 3D water
  • Dynamic volumetric light beams & light shaft effects
  • Streaming environments
  • Integrated multi-threaded physics engine
  • Interactive & destructible environments
  • Rope physics
  • Performance analysis tools
  • Sandbox development layers
  • PolyBump
  • Offline rendering
  • Resource compiler
  • Data-driven sound system
  • In-game mixing & profiling
  • Dynamic sounds & interactive music
  • Environmental audio
  • High Speed Texture Rendering
  • Key frame-accurate sounds in animations
  • Sound moods

Kembali pada topik utama, Crytek yang kembali memberikan tech demo baru selama GDC lalu menawarkan highlight beberapa game dari berbagai genre yang menjalankan versi baru CryEngine 3 dengan tool baru seperti tessellation in real-time, improved ocean and water rendering, enhanced character technology, dan dynamic volumetric light beams and light shaft effects. Developer dan game yang terlibat dalam tech video tersebut antara lain: Big Red Button, Battlefield Of Honor, Datex, Enodo, Cabal 2, Golfzon, Forged By Chaos, Real Time Immersive, Sniper 2, Godslayer, Star Citizen, Lichdom, Archeage dan Warhorse. Demo tersebut merangkai berbagai setting dari game karya developer terseebut, mulai dari setting yang cerah dan berwarna natural dari demo Big Red Button, hingga setting perang dari Battlefield of Honor, atau bagaimana detail efek lighting dan water diperlihatkan melalui Enodo. Langsung saja kamu lihat tech demo-nya melalui video yang dipamerkan selama GDC berikut, plus di bawah kami sertakan juga video dari SDK terakhir Crytek.

CryENGINE 3 GDC 2013 Licensee Showcase Trailer

CryENGINE 3 SDK 3.4.4 Trailer

Sumber: Crytek


SHARE
Previous articleTV Spot Terbaru Monsters University dari Kids’ Choice Awards
Next articleAksi Brutal Gerombolan Zombie di Trailer Terbaru World War Z
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.