China, Korea dan Jepang Terlibat “Perang” Cyber Melalui Aplikasi Instant Messaging

Dengan begitu banyaknya fitur yang ditawarkan LINE, KakaoTalk dan WeChat, sulit bagi kita untuk tidak tertarik meng-install aplikasi tersebut ke smartphone atau tablet, dan mulai berkomunikasi gratis atau memainkan game. Berikut perbandingan fitur ketiga instant messaging tersebut.

“I say ‘see you on LINE’ when I say goodbye to friends”

LINE pertama kali diluncurkan 23 Juni 2011 oleh NHN Japan pasca gemba besar di Tōhoku yang juga memicu tsunami. Akibat bencana tersebut, jaringan komunikasi di Jepang sempat lumpuh, dan hanya jaringan data saja yang masih bisa digunakan. NHN Japan menyadari hal itu, dan mereka mendesain aplikasi yang bisa diakses di smartphone, tablet, dan juga desktop, yang memanfaatkan jalur koneksi data untuk memberi layanan instant messaging sekaligus panggunan suara seperti telepon.

Ide nama LINE itu sendiri juga didapatkan dari banyaknya orang yang berbaris (line = baris, antri) di telepon umum untuk mendapatkan akses komunikasi, karena di Jepang, telepon umum diprogram akan menjadi prioritas utama keseluruhan jaringan yang mengalami ganguan, selama terjadi atau pasca bencana gempa bumi.

Pada perkembangannya, LINE bukan sekadar instant messaging saja, dan beberapa fitur baru yang diterapkan NHN Japan seperti Home dan Timeline untuk setiap akun, memang wajar membuat pengamat jejaring sosial berpaling padanya. Melalui fitur Timeline yang mulai dikenalkan 3 Juli 2012 lalu itu, user LINE secara tidak langsung mendapatkan wall mereka sendiri (seperti di Facebook), dimana mereka bisa menuliskan update status, gambar, atau video secara real-time pada teman-teman lain yang tergabung dalam akunnya, menjadikan fungsi tersebut seperti apa yang ditawarkan tipikal jejaring sosial. Selain Timeline, kamu juga menemukan fitur Home dimana di sana berdiam game center dan juga market khusus (seperti PlayStore atau iTunes Store) dimana kamu bisa membeli emoticon (dan juga stiker atau perangko), sebuah fitur yang sangat penting dan banyak disukai oleh banyak pengguna mobile di Asia.

Dan berkat inovasi yang membuatnya berbeda dibandingkan instant messaging sejenis yang juga menyuguhkan fungsi “bertelepon secara gratis,” pengguna LINE terus membengkak. Pada November 2012 lalu pengguna LINE mencapai lebih dari 74 juta di seluruh dunia, dan terdeteksi dari 230 negara. Kemudian yang mencengangkan, kurang dari dua bulan, tepatnya 18 Januari 2013 kemarin, LINE mengumumkan jika pengguna mereka (yah, termasuk juga penulis sih, hehe!), sudah mencapai 100 juta user, atau sama saja mereka rata-rata menjaring 400 user setiap harinya. Mencapai 100 juta user hanya dalam waktu 19 bulan… lebih cepat dibandingkan Twitter (49 bulan) dan Facebook (54 bulan). User tersebut tersebar di banyak platform mobile yang didukung LINE, mulai iOS, Android, Windows Phone dan juga BlackBerry.

Lantas apa yang dilakukan NHN Japan dengan user / pasar sebanyak itu dalam pelukan mereka? Menjadikan LINE sebagai platform game, yang mempermudah mereka mengenalkan game-game mobile seperti LINE POP dan LINE Bubble! Berkat sinergi tersebut, tercatat minggu kemarin kedua game casual tersebut sudah mencapai milestone di iTunes-nya Apple dan di-download hingga 20 juta kali untuk LINE POP dan 10 juta kali untuk LINE Bubble. Versi Android-nya pun demikian, di-download hingga 50 juta kali untuk LINE POP dan dan juga 10 juga kali untuk LINE Bubble.

Untuk versi iOS-nya, Line Pop hanya perlu 56 hari meraih pencapaian tersebut, dan menembus ranking aplikasi yang mampu meraih 10 juta download dalam 12 hari perilisannya. Sedangkan Line Bubble mencapai 10 juta download dalam waktu 28 hari. Tentu saja, pencapaian tersebut tidak akan menjadi mudah seandainya NHN Japan tidak memiliki trik mem-push info link download game tersebut ke dashboard aplikasi LINE yang digunakan di smartphone, tablet atau desktop. Dengan user di Jepang tercatat mencapai 41.5 juta, dimana pengguna keseluruhan smartphone di Jepang sekitar 40 jutaan, menjadikan LINE sebagai aplikasi wajib pengguna smartphone, dan berpotensi menjadi sebuah platform mobile tersendiri. Data lainnya, di Thailand pengguna LINE mencapai 12.3 juta, dan di Taiwan ada 11.8 juta user.

Selain sukses menjadikan LINE sebagai platform penyebar aplikasi mobile, NHN Japan juga terkenal kreatif membuat LINE berbeda melalui fitur stiker. Jika instant messaging tradisional hanya menyuguhkan emoticon standar, maka untuk LINE (dan kemudian juga diterapkan pada KakaoTalk) ini ada Sticker Shop selain emoticon standar dan emoji, dimana kita bisa membeli stiker virtual yang memperlihatkan penampilan emosi dengan lucu dan bervariasi. Selain gratis, ada stiker yang dijual dan bisa kita jadikan hadiah. Beberapa stiker juga dirilis bersamaan dengan momen atau event khusus. Seperti stiker yang dirilis gratis mengiringi pencapaian 100 juta user LINE 18 Januari 2013 lalu. Sayangnya, stiker gratisan seperti itu biasanya diberikan dalam batasan waktu, jadi jika tidak segera di-download, ya hilanglah kesempatanmu mengoleksinya.

LINE Play Promotion Movie

[LINE TVC] Group Chat_Indonesia

Lanjut ke halaman 3 untuk KakaoTalk…

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.