Digital Happiness Beberkan Fakta-fakta dan Kisah Menarik Seputar DreadOut!

Mungkin saat ini sebagian besar dari kamu sudah mencoba versi demo dari DreadOut yang dirilis Digital Happiness minggu lalu. Selain merilis versi demo, pada minggu lalu pula Digital Happiness pun juga memulai kampanye crowdfunding dari game ini melalui situs IndieGogo.

Nah, dalam kesempatan kali ini Digital Happiness membeberkan beberapa fakta menarik seputar game yang saat ini juga tengah bersaing dalam Steam Greenlight ini. Dihubungi Duniaku.net, Rachmad Imron Game Producer dari DreadOut mengungkapkan banyak hal, mulai dari suka duka tim pengembang saat mengembangkan game ini hingga banyaknya suara-suara miring yang mereka dapatkan dari jejaring sosial.

Pertama-tama, Rachmad mengungkapkan bahwa banyak kejadian seram yang mengiringi pengembangan game ini. “Serem-seremnya, beberapa saat sebelum demo dirilis, teman-teman gantian sakitnya. Sang sutradara diputusin sama pacarnya, dan saya pun dikomplain terus sama istri. Haha. Bukan hanya itu saja, ada investor yang tertarik, tetapi harus porting ke mobile, bahkan ada juga yang harus diganti temanya. Malah ada teman yang masuk ICU, terus susternya bernama Linda (protagonis utama dalam DreadOut)!” ungkapnya sembari tertawa.

Rupanya, melihat orang-orang yang ketakutan saat memainkan demo DreadOut menjadi salah satu bagian yang “menyenangkan” bagi tim pengembang. “Kami senang melihat orang-orang bisa menikmati sekilas demo kami, apalagi ekspresi takut mereka sangat menyenangkan untuk dinikmati. Hehe. Selain itu, kesempatan diulas oleh beberapa situs gaming internasional juga sangat menghibur kami,” ujarnya. Ya, DreadOut bukan hanya menarik perhatian gamer dalam negeri saja. Salah satunya adalah PewDiePie, seorang gamer dari Swedia yang dikenal dengan video-video Let’s Play yang di-upload-nya di YouTube. Video-nya saat memainkan versi demo dari DreadOut saat ini sudah ditonton hingga 1.9 juta kali di seluruh dunia!

Dukungan untuk DreadOut pun juga banyak mengalir dari luar negeri. “Ada email yang masuk dari Belanda menceritakan bahwa dia sangat senang mendengar adanya game ini. Dia mengaku, ayahnya adalah orang indonesia dan ibunya orang Belanda. Dia berkata bahwa dia sangat cinta dan bangga dengan budayanya, dan sangat mencintai Indonesia. Dia juga memberikan kesanggupan untuk membantu funding proyek ini, meskipun dia bukan orang terkaya di dunia. Hehe,” bebernya. Mengenai dukungan ini, Rachmad juga mengungkapkan bahwa beberapa hari lalu mereka juga sempat menerima email dari salah satu provider telekomunikasi yang tertarik untuk mendanai proyek ini. “Do’akan saja semoga rencana ini berjalan lancar,” ujarnya. Bahkan yang lucu, sempat ada pihak “gelap” juga yang menawari funding untuk proyek ini! “Pernah juga kita ditawarin sama mafia-preman untuk funding proyek DreadOut. Haha. Tapi tentu saja, dengan halus saya menolaknya,” ungkapnya.

Perjalanan DreadOut juga tidak semulus yang dibayangkan. Rachmad juga mengatakan, bahwa mereka banyak menerima hujatan dari orang-orang yang antipati terhadap game ini. “Banyak haters juga yang antipati terhadap game kami di Twitter dan jejaring sosial lainnya. Sedih juga banyak melihat komen-komen di YouTube, terutama saat game kami dibawa-bawa atas nama bangsa yang ujung-ujungnya malah berseteru dengan negara tetangga, masalah klaim hantu ini punya inilah dan sebagainya. Intinya kami ingin membuat game yang bagus, sudah itu aja. Kebetulan kita orang Indonesia dan kita buat game yang dekat dengan budaya kita,” beber Rachmad menanggapi banyaknya pihak yang antipati dengan mereka.

Terakhir, Rachmad mengungkapkan versi demo ini hanya permulaan saja. Mereka akan berusaha semaksimal mungkin baik dari segi dana maupun teknis untuk mewujudkan game ini sepenuhnya. “Kita akan berusaha semaksimal mungkin baik secara funding maupun teknis untuk menyelesaikan proyek ini. Meskipun kita nanti tidak lolos Steam Greenlight ataupun IndieGogo dan tidak mencapai target, we’ll find a way,” ungkapnya optimis.

Sukses terus untuk Digital Happiness. Semoga proyek DreadOut berjalan dengan lancar dan segera dirilis game penuhnya dan bisa memuaskan gamer yang sudah menjajal versi demonya. Sudah mencicipi versi demo dari DreadOut? Share pengalaman, saran atau kritikan kamu di kolom komentar ya!