Painkiller Hell & Damnation Dapatkan DLC untuk PC, Versi Konsol Dirilis Akhir Juni

Meskipun sudah dirilis untuk PC sejak akhir Oktober 2012 lalu, namun versi konsol Painkiller Hell & Damnation masih saja belum selesai port-nya. Satu bukti jika perbedaan arsitektur hardware konsol dan PC bisa menimbulkan masalah dalam proses pengembangan game multiplatform. Sempat dikabarkan versi konsolnya hadir awal April 2013, namun kemudian ditunda kembali dengan rencana rilis 31 Mei 2013 nanti, atau akhir Juni di Amerika.

Sebelum versi konsolnya dirilis, The Farm 51 selaku developer dan Nordic Games memang sempat mengumumkan jika versi Mac dan Linux-nya juga mereka siapkan. Hanya saja tetap akan muncul setelah konsolnya hadir. Kemarin mereka juga mengkonfirmasikan tambahan DLC baru yang sudah bisa dibeli melalui Steam. Paket DLC Full Metal Rocket tersebut dijual dengan harga US $4 dan menambah 5 pilihan peta multiplayer – tiga peta klasik Painkiller di Meatless, Blink dan Mines; serta dua peta lokal baru yang disebut Town dan Prison. Selain peta, kamu juga bakal menemukan sepasang skin, dan juga senjata baru dan dua musuh: Executioner serta Beast.

Dalam Hell & Damnation kamu masih mengendalikan Daniel Garner, pasca dia mengalahkan pasukan Hell dan Purgatory, namun sayangnya usahanya seakan percuma karena dia tetap tidak bisa bertemu istrinya, Catherine yang berada di surga (mereka berdua sudah tewas karena kecelakaan, hanya saja Daniel terjebak di Purgatory). Dalam keputusasaan, dia didekati Death, yang menawarinya kesempatan dengan sebuah persetujuan: bertemu istrinya, dengan ganti Daniel harus mengumpulkan 7,000 jiwa menggunakan Soulcatcher.

Selain karena proses konversi PC konsol yang membutuhkan waktu, serial Painkiller juga dikenal terlalu “evil” karena musuh yang dihadapi karakter di sini adalah monster yang dianggap dari “neraka.” Sampai untuk versi PC-nya dulu disediakan versi yang lebih soft untuk meloloskannya dari badan rating game salah satu negara Eropa. Kemudian seperti tipikal game first-person shooter yang mengantarkanmu para segerombolan musuh monster (Quake, Doom), gameplay-nya juga sama, kamu bakal menjelajahi tiap level dan diharuskan membunuh banyak monster.

Permainan terbagi menjadi beberapa chapter, dengan ditiap chapter terdapat beberapa level dan disetiap level menampilkan lokasi baru dengan berbagai macam tema, seperti kastil, biara, pemakaman, dan banyak lagi setting lainnya. Beberapa senjata klasik serial ini juga bakal kembali, seperti Painkille, stakethrower, shotgun, dan electrodriver. Tentu saja senjata-senjata baru juga akan tersedia, seperti Soulcatcher alias Small Sucking Gun, yang bisa menembakkan gergaji sebagai mode menembak utamanya, namun juga bisa menghisap jiwa lawan pada mode menembak sekundernya.

Painkiller: Hell & Damnation juga menambahkan beberapa mode baru. Kamu masih bisa memainkan single-player campaign, yang kini bisa dilakukan dua orang, dan tingkat kesulitannya otomatis diatur jika dimainkan sekaligus oleh dua pemain,entah itu dengan memunculkan lebih banyak monster atau makin banyaknya jumlah hit point mereka. Lalu ada survival mode, up hingga delapan pemain bisa bekerjasama dalam sebuah area survival yang terbatas pada suatu peta. Mereka melawan serbuan musuh yang tidak ada batasanya. Mode lainnya adalah player vs player yang dikembangkan berdasarkan mode permainan lain, seperti deathmatch, team deathmatch, capture the flag dan duel.

Kita tunggu saja kabar kemunculan versi konsolnya, dan semoga juga dilengkapi DLC yang sudah dikonfirmasikan, atau setidaknya ada opsi mod-kit seperti versi PC-nya, yang memungkinkan pemain menciptakan item, senjata, skin multiplaye, hingga peta baru.


SHARE
Previous articleTime and Eternity Akan Dibawa ke Amerika Utara dan Eropa oleh NIS America
Next articleDetail Mode Theater of War Dalam Company of Heroes 2
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.