Penerus Survival Horror Nintendo Mencari Dukungan Dalam Shadow of the Eternals

Salah satu pilihan survival horror yang membesarkan nama GameCube (walapoun pilihan game horor untuk konsol Nintendo itu memang minim adalah Eternal Darkness: Sanity’s Requiem yang dikembangkan oleh Silicon Knights. Eternal Darkness juga menjadi catatan penting Nintendo, karena menjadi game pertama yang mereka terbitkan, namun sudah diganjar dengan rating Mature.

Eternal Darkness memang bukan game yang sukses ketika dirilis Juni 2002 lalu, hanya saja karena banyak media yang memuji game horor tersebut karena pengembangan karakter dan ceritanya yang baik, namanya tetap dikenal hingga saat ini, dan mengundang Precursor Games untuk mengembangkan penerus spiritualnya dengan judul Shadow of the Eternals. Hanya saja untuk memulai pengembangannya, Precursor membutuhkan dana tambahan yang mereka kumpulkan melalui crowd-funding dengan target US $1.5 juta. Kampanye pendanaan tersebut dimulai Senin kemarin, dan rencananya nanti Shadow of the Eternals bakal dirilis sebanyak 12 episode untuk PC dan Wii U. Sementara ini target perilisannya belum diungkapkan.

Precursor paham bahwa salah satu kekuatan utama Eternal Darkness adalah ceritanya, karena kamu harus memahami skenarionya melalui 12 karakter dengan masa hidup yang berbeda. Mulai dari Pious Augustus dari tahun 26 sebelum masehi, seorang Centurion Roma selama perang Persia, dan menjadi antagonis utama karena terpengaruh kekuatan jahat Ancient, makhluk yang sangat kuat dengan eksistensi berbentuk artifak dalam game. Setting bergulir hingga tahun 2000, dimana kamu mengendalikan Alexandra Roivas, seorang mahasiswa di Washington dan menjadi protagonist, dia menyelidiki kematian kakeknya, dan menemukan buku catatan yng mengisahkan pertarungan manusia melawan The Darkness, serta rencana untuk mencegah Pious membangkitkan kembali Ancient.

Shadow of the Eternals sejauh ini memang belum diungkapkan apakah konsep permainannya bakal sama, mengendalikan karakter dari berbagai masa yang saling berhubungan ceritanya. Apa yang sudah diceritakan Precursor, game ini berkonsep horor psikologis dengan tokoh sentral seorang detektif bernama Paul Becker, yang terlibat konflik diantara dua kelompok pemujaan yang sedang bertikai. Episode utamanya mengambil setting tahun 1610 di Hunggaria, tepatnya istana milik Erzebet Bathory, wanita dari dunia nyata yang disebut-sebut sebagai pembunuh berantai dengan korban terbanyak di dunia. Apa yang mungkin mirip, game tersebut berjalan hingga 2500 tahun, dengan setting seperti Mesir, Inggris, Hunggaria, dan Amerika Serikat.

Kampanye pendanaannya dijalankan melalui website Precursor Games, namun formatnya familiar bagi mereka yang biasa mendukung kampanye crow-funding melalui Kickstarter. Precursor sendiri mematok waktu 30 hari (untuk dirinya sendiri) mengumpulkan dana hingga US $1.5 juta. Proyek game ini dikembangkan untuk PC dan Wii U kuartal ketiga 2014 mendatang. Dan walaupun dana yang menjadi target tidak tercapai, Precursor akan tetap mengembangkan gamenya selama ada cukup dana untuk menyelesaikan game tersebut.

Shadow of the Eternals Teaser Trailer

Shadow of the Eternals Crowdfunding Campaign

http://youtu.be/kgxJOzIUtZY

Sumber: Precursor


SHARE
Previous articleBatgirl Menjadi DLC Kedua, Ed Boon Janjikan Bukan Sekadar Kloning Batman
Next articleOmega #114: Dragon Prophet, DotA 2, Dreadout
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.