Liputan Musyawarah Nasional Asosiasi Game Indonesia Yang Pertama!

Hai Citizen! Kemarin, Rabu 8 Mei 2013 telah berlangsung sebuah momentum bersejarah bagi industri game nasional. Bertempat di Bloeming Cafe, fX Life Style X’nter, Asosiasi Game Indonesia (AGI) menggelar Musyawarah Nasional untuk pertama kalinya. Dengan mengusung tema “Change the Game: Indonesia Rule”, Musyawarah Nasional ini diadakan untuk menyatukan dan mensinergikan berbagai pihak yang terlibat di dalam gaming industry nasional. AGI sendiri baru berdiri bulan April 2013 lalu dan ke 10 pendirinya adalah para profesional yang sudah lama berkecimpung di dunia game nasional. Mereka adalah wakil dari pihak developer, publisher, payment serta animasi yaitu PT. Lyto Datarindo Fortuna, PT. Megaxus Infotech, PT. Buana Media Teknologi, Agate Studio dan PT. Logika Interaktif.

Agenda Musyawarah Nasional yang pertama ini pada dasarnya adalah berusaha menyatukan visi dan misi semua pihak yang terkait dengan industri game di Indonesia, baik itu dari pihak developer, publisher, pemerintah dan lain-lain. Hal ini dilakukan agar dapat mengokohkan industri game Indonesia, yang saat ini sedang booming, agar dapat bersaing di tingkat global. AGI juga berusaha menggaet pemerintah dalam membantu mengembangkan industri game di tanah air. Ini perlu dilakukan mengingat pemerintah memiliki kapasitas untuk menyediakan infrastruktur yang diperlukan oleh para pelaku industri game nasional. Fasilitas yang dapat diberikan pemerintah antara lain adalah memberikan kebijakan yang melindungi perusahaan Indonesia, mengirim tim studi banding serta mensupport industri game nasional secara keseluruhan. Tentu saja hal ini juga bermanfaat bagi pemerintah karena industri game sangat potensial untuk menambahkan pemasukan negara dalam bentuk devisa.

Andy Suryanto dari Lyto yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum AGI mengatakan, “Saya berharap industri game di Indonesia dapat mendominasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan adanya AGI ini diharapkan seluruh pelaku industri game berkumpul untuk menata dan mengatasi masalah yang akan dihadapi bersama-sama serta meningkatkan pengembangan industri game Indonesia dimasa depan.”

Di lain pihak, Arief Widhiyasa, CEO dari Agate Studio selaku Ketua Pengurus AGI menambahkan bahwa dari segi teknis, Indonesia sudah mampu menciptakan karya-karya yang tidak kalah dengan game dari luar. Dia melihat Indonesia sudah bergerak ke arah yang benar dan ini dapat dilihat dari mulai munculnya jurusan perkuliahan yang mengkhususkan pada game development di beberapa universitas nasional. Hanya perlu sedikit pembinaan pada talenta-talenta muda yang ada di Indonesia.

Musyawarah Nasional AGI ini menjadi sebuah awal yang baik bagi perkembangan industri game di Indonesia. Pelaku industri game nasional kini memiliki wadah dan jalur untuk saling berkomunikasi sekaligus membentuk strategi untuk melindungi perusahaan nasional dari efek globalisasi. Dengan banyaknya talenta-talenta muda yang ada di Indonesia, serta beragamnya kebudayaan yang kita miliki, rasanya menjadikan Indonesia sejajar dengan industri game asing di ranah global bukanlah hal yang mustahil.


SHARE
Previous articleAlasan Mengapa Banyak Penonton di Cina Justru Tidak Suka dengan Iron Man 3 Versi Cina
Next articleLucasFilm Daftarkan Beberapa Domain Baru, Indikasi Judul Game Star Wars Selanjutnya?
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.