Feature Phone Nokia Makin Cerdas, Asha 501 Hadir Untuk “Saat Ini” dan “Yang Sudah Terjadi”

Nokia masih memberi perhatian lebih untuk Asha. Seri feature phone mereka itu masih banyak digunakan pengguna ponsel yang kebanyakan, terutama mereka yang belum bisa lepas dari brand Nokia. Dan tidak heran event yang digelar Nokia kemarin di India juga mengajukan satu Asha baru, yang kini tampil makin canggih. Disebut Nokia Asha 501, dan tidak seperti Asha sebelumnya yang tipikal dengan tombol T9 jadul atau QWERTY, rupanya kali ini kembali mengajukan Asha tipe layar sentuh. Apa yang membuatnya menarik, hanya ada satu tombol fisik di bawah layarnya.

Desain Asha baru ini terinpsirasi dari seri windows Phone Lumia, dan Nokia memilih warna merah sebagai signature color alias warna utamanya. Asha 510 dengan platform Nokia S40 barunya ini menjadi wujud hasil akuisisi Nokia atas SmarterPhone, perusahaan pengembang mobile OS yang diambil alih Nokia akhir 2011 lalu. Buah pertamanya tidak lain adalah platform dan antar muka baru yang diterapkan untuk Asha 501 ini. Meskipun mengambil basis tampilan Asha berlayar sentuh sebelumnya, di sini SmarterPhone memberikan pengendalian baru yang fokus pada swipe event, yang pasti familiar bagi pengguna smartphone Nokia dengan OS MeeGo (atau saat ini lebih mudahnya kamu temukan dalam pengendalian interface BlackBerry OS 10), serta dukungan fitur baru yang disebut Fastlane.

Meskipun nama Asha lebih identik sebagai feature phone, namun Nokia membuat Asha 501 begitu kokoh. Hanya ada dua bagian dari ponsel ini, depan dan belakang, yang didesain removeable. Dengan membuka penutup casing belakang, kita mudah mengakses slot microSIM, slot microSD (dengan 4 GB sebagai standarnya) serta baterai berkapasitas 1,200mAh yang diklaim memberi jatah telepon pada penggunanya hingga 17 jam, dan 48 hari standby (klaim 26 hari untuk varian dual-SIM). Penerapan dua bagian dari keseluruhan part pembangun Asha 501 tersebut selain membuatnya kokoh, juga lebih mudah diproduksi.

Untuk spesifikasinya, mulai layar, kita dapatkan ukuran 3-inchi dengan resolusi QVGA atau 240 x x320-pixel, kapasitip, dengan kerapatan pixel 133-ppi. Layar LCD kapasitip yang digunakan memang kecil, namun masih mendukung multitouch maksimal dua jari (untuk mengakomodir kebutuhan swipe). Kemudian di panel belakangnya disematkan kamera 3.2-megapixel, yang sayangnya masih fixed-focus.

Selain metode pengoperasian swipe, beberapa unsur lainnya yang membuat Asha terbaru ini seakan menjadi versi mini sistem operasi MeeGo, yang saat ini juga sudah dihentikan dukungannya oleh Nokia (dan kemudian menyusul Symbian). Seperti kamu bisa mengaktifkan Asha 501 dengan menyentuh layarnya dua kali. Kemudian ada dua jenis home screen (atau familiar juga dengan sebutan launcher di OS lain), salah satunya Fastlane, dan lainnya app drawer dimana semua aplikasi kamu temui.

Fastlane sendiri dideskripsikan akan menampilkan semua aktivitas dengan Asha tersebut, dalam pengkategorian present dan past. Dalam “present” kamu mendapatkan daftar aplikasimu yang sedang berjalan. Dan benar, feature phone ini mendukung multitasking ringan, sesuatu yang sangat dibanggakan smartphone. Sedangkan di dalam kolom “past” terlihat message dan semua notifikasi yang sudah kamu terima sebelumnya.

Syaangnya nih, Nokia masih saja “pelit” dengan seri Asha mereka. Tidak terkecuali 501 ini, yang hanya dibekali konektivitas data GSM 2G. Alasannya, dengan target pasar negara berkembang (Indonesia misalnya) yang koneksi internetnya yang 3G saja bisa dianggap membuat galau, maka akses data 2G yang menjadi andalan. Untuk mendukung koneksi data yang biasa saja, ada dua opsi yang disediakan. Mulai Nokia Xpress yang diklaim mampu menghemat trafik data, serta Xpress Now yang mampu memberi rekomendasi konten yang pas berbasis lokasimu saat ini, pengaturan yang kamu set, dan juga trending topic.

Nokia juga menawarkan promosi bagi pengguna salah satu operator India, Airtel, yaitu dengan menggratiskan akses Facebook (dalam waktu yang terbatas) selama menggunakan Asha 501. Bicara jejaring sosial, sistem operasi Asha OS dari Nokia ini juga dibuat sangat sosial, dan bakal memudahkan kita terhubung dengan platform sosial seperti Facebook, Foursquare, Linkedin, Twitter, Youtube dan banyak situs lainnya langsung secara built-in.

Selain koneksi data, Nokia Asha 501 dengan postur tubuh 99.2 x 58 x 12.1mm dan berat 98-gram ini memiliki modul Wi-Fi, memungkinkannya terhubung dengan hot spot dengan mudah, atau memanfaatkan akses nirkabel tersebut untuk transfer data, plus Bluetooth 3.0 dan microUSB 2.0 untuk membantu sesi pindah-memindah file denga PC. Nokia sendiri juga berencana merilis Asha 5xx dengan akses data 3G tahun ini, namun akan ada konfirmasi lebih lanjut. Selain varian 3G, nantinya akan disediakan versi dual-SIM, dengan kartu SIM kedua bisa digonta-ganti tanpa perlu mematikan ponselnya.

Nokia Asha 501 mulai dididtribusikan Juni nanti untuk 90 negara dan 60 operatir, dengan harga US $99 atau sekitar Rp. 950 ribuan untuk varian single-SIM. Satu yang pasti, Asha 501 ini akan menjadi tipe tertinggi seri Asha Nokia, dan sepertinya juga bakal makin mengaburkan jati diri feature phone-nya, dengan kemampuan Os dari SmarterPhone yang tak ubahnya menjadi versi mini dari banyak OS mobile lainnya.

Tech Specs

  • System: GSM 900/1800 + WLAN; GSM 850/1900 + WLAN
  • User Interface: Nokia Asha Platform
  • Dimensions: 99.2 x 58 x 12.1 mm (H x W x T)
  • Weight: Single SIM: 98g
  • Display: 3.0” QVGA TFT Capacitive Display
  • Memory: 128 MB Flash, 4 GB MMC included expandable up to 32GB
  • Connectivity: Micro USB connector and charging, 3.5 mm AV jack, 2 mm Charger connector
  • Standby time: Up to 48 days (Dual SIM standby time: up to 26 days)
  • Talk time: Up to 17 hours (all variants)
  • Free games: Forty free EA Games worth €75 downloadable from Nokia Store
  • Available colours: Bright Red, Bright Green, Cyan, Yellow, White and Black

[cb type=”company”]Nokia[/cb]

Sumber: Nokia


SHARE
Previous articleDebut Trailer Bima Satria Garuda
Next articleUltralist: Sepuluh Wishlist Game Star Wars di Tangan EA
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.