Masa Depan Industri Game Ada di Tangan Mobile Gaming?

Jawaban atas pertanyaan judul artikel ini sebenarnya sudah ada, walaupun belum 100%. Apa benar industri game konsol makin dipengaruhi perkembangan game mobile? Satu yang pasti, Nintendo mengakui jika penjualan mereka menurun karena iPhone. Bagaimana dengan yang lain?

Mobile Game Versus Portable Game, Mau yang Praktis atau yang Dinamis?

Meskipun ada anggapan, bahwa game-game ponsel berbeda dengan game portable/handheld (diwakili Nintendo 3DS dan PlayStation Vita), namun penulis sendiri merasa keduanya sama. Video game akan tetap menjadi video game, tidak peduli seberapa kompleks keseluruhan gamenya, atau apakah sangat sederhana permainannya. Namun karena kemiripan fungsi keduanya, yang membantu kita bermain game di mana saja, akhirnya berkembang menjadi sebuah perbandingan yang tajam, siapa yang lebih baik diantara keduanya.

Penulis sendiri merasa mobile game menjadi versi yang lebih populer dari game portable, dan menjadi rujukan para orang tua (untuk anak-anaknya) dan gamer casual, dengan melihat beberapa faktor yang membuatnya lebih praktis daripada game portable, serta mampu menghadirkan pengalaman yang berbeda. Ukurannya di sini mulai dari harga gamenya (jika kita membandingkan harga versi orisinalnya), hingga kepraktisan dimana kita dituntut membawa beberapa perangkat bersamaan. Sementara game portable kini makin berkembang menjadi varian yang mini dari konsol game, pilihan gamenya menjadi sangat dalam (dari cerita, gameplay dan musik pendukungnya), serta lengkap dengan feedback kontrol sebaik ketika memainkannya game di konsol.

Untuk mobile game, kini menjadi lebih baik dan mendetail seiring meningkatnya kemampuan smartphone/tablet. Mereka paling cocok dimainkan untuk permainan casual yang ringan (tipikal game puzzle) seperti ketika menunggu seseorang, berada di dalam bus/kereta/sarana umum, dan ketika bengong tidak ada kegiatan, mobile game menjadi sarana terbaik memecah kebosanan. Tinggal buka ponsel/tablet, mainkan, biasanya satu sesi permainan membutuhkan waktu 1-2 menit, dan kamu bisa langsung keluar dari permainan jika waktu menunggu usai.

Masalahnya untuk mobile game adalah fragmentasi. Ada banyak pilihan, entah dibatasi sistem operasi, ukuran layar, merk, hingga memilih yang paling cocok dengan kebutuhan. Harga perangkatnya juga bervariasi, mulai dari 1 jutaan hingga sekitar 7 jutaan untuk teknologi terkini, plus untuk gamenya sendiri kalian hanya perlu menyisihkan mulai $1 atau sekitar Rp. 10.000 untuk mendapatkan game originalnya, atau bahkan dirilis secara gratisan. Efek samping murahnya harga mobile game, terkadang pengembang game tersebut mencari pemasukan tambahan dengan menyediakan in-app purchase, mereka menjual item, uang virtual atau apa pun yang bisa membantu mempermudah permainanmu. Dan yang menjengkelkan, beberapa mobile game akan menjadi sangat susah diselesaikan tanpa kita membelanjakan uang lebih melalui in-app purchase.

Selain game casual yang tidak butuh waktu panjang untuk memainkannya, mobile game kini juga banyak yang mencoba membawa kesan hardcore game konsol. Tinggal perangkatnya saja apakah kuat memainkan game tersebtu, dengan pilihan-pilihan terbaru seperti Samsung Galaxy S4, HTC One, atau Sony Xperia Z sudah menjadi jaminan hampir semua jenis mobile game bisa dimainkan. Jika mampu mensimulasikan game hardcore konsol, lantas apa masalahnya? Cuma satu, feedback kontrolnya sangat minim, karena hanya bergantung pada layar sentuh saja.

Akhir-akhir ini pengalaman portable/handheld berhasil menangkap dua sisi gamer. Bisa casual, namun juga bisa serius seperti konsol. Jika dibandingkan dengan mobile game, portable game memang menyajikan pengalaman yang lebih baik. Mulai grafis, cerita, kontrolnya… dan karakter yang kita mainkan dalam game-game portable memiliki pengembangan yang baik, diiringi musik yang spesifik untuk setiap keadaan dalam gamenya. Jelas, karena mereka butuh waktu yang lebih panjang untuk memainkannya – walaupun juga ada game yang ritme permainannya singkat seperti mobile game.

Portable game juga seakan menjadi konsol yang diperkecil. Termasuk dalam hal biaya pengembangannya yang cukup besar setara pengembangan game konsol – kamu temukan soundtrack yang dinamis, voice-acting, hingga engine grafis-nya juga berlisensi. Selain itu yang menjadi kekuatan utama, kamu langsung mendapatkan kenyamanan pengendalian game seperti konsol dengan tombol fisik yang lengkap.

Dan karena anggapan sekadar konsol yang diperkecil, game-game portable standar harganya pun nyaris seperti harga game konsol yang berkisar pada US $40-$50, serta rata-rata hanya tersedia dalam bentuk retail berformat cartridge (meskipun juga ada versi download yang harganya tidak terpaut jauh dari harga retail cartridge-nya). Dan karena format fisik itu tadi, menjadi satu penghambat portabilitas. Jika kamu memiliki banyak game, membawa cartridge-nya kemana-mana jelas merepotkan. Untuk mobile game, gamenya bisa dengan mudah disimpan dalam storage card. Selain itu, portable game juga perlu merencanakan mau memainkan yang mana, karena hanya satu cartridge game saja yang bisa dimasukkan ke dalam slot-nya. Memang ada game yang dirilis secara download, namun pilihan game yang bisa ditemui melalui digital download rupanya jauh lebih sedikit dari ribuan game yang ditawarkan platform mobile game melalui pasar digitalnya (Apple App Store, Google PlayStore dan WindowsPhone Store).

Keseluruhan, mobile game memang masih sedikit tertinggal dari segi kualitas dengan portable game yang kini makin mampu mensimulasikan kemampuan konsol. Portable game lebih menawarkan pengalaman gaming yang lebih baik, grafis superior, dan content yang sepadan dengan harganya dibandingkan tipikal mobile game yang terkadang ada yang sampai ”memaksa” kita menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk membeli in-app purchase. Namun jika kita mencari kepraktisan, mobile game melalui smartphone atau tablet tidak bisa ditandingi. Kita tidak perlu repot membawa beberapa perangkat (satu portable game dan satu ponsel), namun all-in-one bisa didapatkan dari gadget mobile tersebut yang multi fungsi.

Mobile game melalui smartphone atau tablet: murah dan mudah didapatkan gamenya, sangat praktis, pemainnya bebas masuk dan keluar dari permainan tanpa kehilangan momen terbaik dalam game tersebut.

Portable game melalui handheld seperti 3DS atau PS Vita: menawarkan pengalaman permainan yang lebih dalam, namun lebih mahal gamenya, dan menyita lebih banyak ruang di kantong atau tasmu.

Lanjut ke halaman 4…

TENTANG PENULIS
Ura

Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.