Google Siapkan Play Games, Platform Game Android Untuk Menantang Game Center-nya Apple

Seperti yang kami ulas melalui artikel khusus mengenai perkembangan mobile gaming yang sangat pesat, platform all-in-one tersebut terus berbenah untuk menyajikan layanan yang lebih baik. Kemampuan hardware-nya sendiri tidak perlu dipertanyakan, karena memang setiap tahun vendor smattphone / tablet merevisi teknologi mereka. Walaupun ada yang mungkin bosan mendengar varian smartphone baru, di satu sisi pasar juga senang karena setiap tahun platform bermain mereka diperbarui.

Khusus Android, selama ini Google masih belum memberi wadah yang pas untuk memelihara para gamer mobile yang setiap tahun terus membengkak jumlahnya. Apple sendiri menyediakan Game Center sejak 8 September 2010, mewadahi gamer mobile dengan banyak fitur sosial untuk berinteraksi dengan gamer lain. Mulai friend request, bermain game, mengatur game multiplayer online, bersama-sama memburu achievement, hingga bersaing menjadi yang terbaik di Leader-boards. Setidaknya gamer Apple iOS merasa menemukan “wadah” yang lebih baik selama menyalurkan kegemarannya bermain game yang di-download melalui App Store.

Itu tiga tahun lalu, dan sejauh ini Apple menjadi satu-satunya yang sukses menyediakan wadah yang menjaring gamer mobile mereka dan memberi sarana online multiplayer. Juga ada Amazon dengan GameCircler, atau nama yang cukup terkenal di Jepang seperto GREE, gamer mobile pasti juga mengenal OpenFeint, atau yang sering muncul di iklan media Indonesia akhir-akhir ini, yaitu LINE, yang juga memiliki layanan yang bisa dikatakan menjadi versi “mini” dari Xbox Live atau PlayStation Network. Diantara nama-nama penyedia layanan yang mewadahi gamer mobile tadi, tidak ada nama Google. Padahal Google memiliki akses termudah untuk menjaring semua gamer yang doyan men-download game dari PlayStore Android mereka. Memang sebelumnya sudah ada rumor, Google sedang menggodok “game center” khusus untuk melawan Apple. Diprediksi layanan tersebut bakal dikonfirmasikan selama event Google I/O yang digelar 15 – 17 Mei besok di San Fransisco, namun sudah bocor mulai kemarin.

Google sendiri akan meng-update Google Play Service ke versi baru, Google Play Services v3.1.36, yang digunakan untuk mendukung layanan “game center” mereka nanti, dan saat ini sudah diketahui sebagai Google Play Games. Google Play Service tersebut tidak kamu jumpai dalam daftar aplikasi di Android-mu, karena berjalan di background, dan berfungsi untuk memeriksa versi aplikasi Google yang tersimpan dalam Android yang kamu gunakan. Paling mudahnya menandai Play Service tersimpan dalam Android adalah dengan adanya satu shortcut akses yang disebut Google Settings. Dan versi terbarunya, v3.1.36 yang diduga akan dikenalkan selama Google I/O, mulai membuka akses pada Play Games.

Sejauh ini sumber kami mengklaim sudah mendapatkan bocoran file APK versi terbaru Play Games tersebut, dan di dalamnya tersimpan banyak fungsi seperti akses multiplayer, leaderboard, achievement, dan bahkan menjadi satu solusi gamer yang doyan nge-ROOT hanya untuk mentransfer data gamer mereka, adalah cloud saving. Jadi gak kuatir lagi deh jika mau ganti tipe smatphone/tablet Android, karena data permainan sebelumnya aman tersimpan dan bakal mudah disinkronisasikan ulang.

Saat ini sebagian besar Android baru menyimpan Play Services v3.0.27 saja. Dan ketika v3.1.36 di-push serta terupdate di background, kita tidak sadar sudah mendapatkan banyak code pendukung untuk menjalankan “game center” Google Play Games tersebut. Itu termasuk fitur matchmaking, in-game chat, achievement, leaderboard, invitation, dan lebih banyak lagi. Dan yang baru diketahui ada fungsi men-save data game di cloud storage. Kita jadi bebas bermain game di satu smartphone/tablet, login ke akun Google Plus untuk sinkronisasi datanya, log-off, kemudian lanjutkan permainan menggunakan perangkat Android lainnya yang terhubung dengan akun Google Plus yang sama.

Platform game ini terintegrasi dengan Google Plus, yang berperan mengatur identitas user, dan memungkinkan kita untuk berinteraksi dengan gamer lain yang sedang memainkan game yang sama. Dengan cara tersebut, mau-tidak-mau gamer mobile yang ingin lebih sosial, harus membuat akun Google Plus. Jejaring sosial Google yang menjadi pesaing Facebook tersebut mengani ID kita, entah itu untuk membatasi notifikasi yang dikirim teman-teman lain di circle-mu, atau bertugas membagikan nilai yang kamu raih langsung di Google Plus.

Google tampaknya makin serius menggarap aspek gaming dari Android mereka, seperti beberapa waktu lalu mereka menyewa nama yang cukup beken di dunia video game. Seperti desainer game Noah Falstein, yang sudah berkecimpung di industri ini sejak tahun 1980 dan pernah bekerja di Lucasfilm Games dan Dreamworks Interactive, sekaligus veteran Electronic Arts dan pendiri Frog City Software, Rachel Bernstein.

Kita tunggu saja seperti apa konfirmasi resmi Google perihal layanan “game center” mereka ini selama Google I/O besok lusa.

Sumber: Adroid Police


SHARE
Previous articleDapatkan Beragam Aksesoris Unik dengan Pre-order Toukiden
Next articleSony Membuat Xperia Z Diet Ketat, dan Hasilkan Xperia ZR yang Lebih “Anti Air”
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.