KakaoHome, Launcher Alternatif Android, Maksimalkan Pengalaman Chatting KakaoTalk

Fungsi standarnya sudah cukup lengkap untuk sebuah launcher alternatif.

Dengan iklannya yang sering bermunculan di media Indonesia, kita jadi lebih familiar dengan ketiga instant messaging Asia yang kini sedang naik daun. Ketiganya memiliki ikon masing-masing, dan khusus LINE serta KakaoTalk yang memang memiliki banyak kemiripan fitur, akhirnya salah satunya mencoba tampil beda dengan menawarkan layanan di luar sekadar stiker atau platform game, yaitu melalui aplikasi khusus launcher Android.

Sayang pengaturan setting-nya minim. Dan launcher ini hanya optimal ketika kamu juga aktif menggunakan KakaoTalk.

Kakao, developer aplikasi instant messaging KakaoTalk memang sudah mengungkapkan April lalu melalui CEO mereka, Sirgoo Lee jika mereka sedang menyiapkan aplikasi launcher khusus untuk menyaingi Facebook. Dan sesuai dengan pernyataannya, bahwa aplikasi tersebut akan siap dalam beberapa pekan, kemarin Kakao resmi merilis KakaoHome. Seperti Facebook Home, aplikasi baru Kakao ini berfungsi menggantikan launcher untuk Android-mu. Namun tampilan default-nya menurut penulis jauh lebih baik daripada usaha “egois” Facebook menguasai keseluruhan home screen Android.

Tampilan notifikasi KakaoHome. Gambar tengah menunjukkan setting untuk mengunji kolom notifikasi, sebuah opsi privasi yang selalu diunggulkan Kakao. Paling kanan menunjukkan tampilan app drawer, mirip dengan stock Android.

Jika Facebook Home mengasai keseluruhan layar utama untuk menampilkan notifikasi update status Facebook terfokus pada gambar yang memenuhi layar, dan membatasi kebebasan mengakses drawer aplikasi Android, maka KakaoHome lebih bebas. Setidaknya karena dibuat khusus untuk terintegrasi dengan aplikasi KakaoTalk, dari layar utama KakaoHome kamu bisa menyapukan jari ke kanan, dan mendapatkan semua notifikasi dari KakaoTalk, KakaoStory, dan KakaoGame. Sehingga jika ada pesan baru masuk, entah dari teman, Plus Friend, foto yang terupload di KakaoStory, atau apa saja yang terjadi pada setiap permainan yang kamu mainkan, bisa dipantau dengan cepat. Kamu pun juga bisa secara instant membalas pesan KakaoTalk melalui KakaoHome.

App Drawer-nya memudahkan kita menghapus program, menyembunyikannya, menortir berdasarkan huruf awal atau waktu instalasi, dan juga ketika kita mau mencari aplikasi tertentu.

Kemudian fitur lainnya lagi yang penulis sukai, ada opsi menambahkan widget seperti prakiraan cuaca (sayangnya defaultnya masih ke Korea, dan ketika mencoba mencari kota Surabaya, kok malah diarahkan ke Bandung). Yang menarik adalah widget  yang berfungsi untuk meng-clear jatah RAM Android-mu agar lebih lega. Karena memang aplikasi ini masih baru, dan rupanya memang memakan jatah memory-mu cukup besar. Installernya saja berukuran 10 MB, dan ketika berjalan di Android, membutuhkan resource RAM hingga 50-an MB. Standar sebenarnya untuk ukuran launcher Android, hanya saja penulis merasa masih sangat lambat interface-nya.

Widget cuaca sekaan sudah menjadi standar sebuah launcher Android. Pilihan temanya pun beragam. Sedangkan pengaturan interface launcher banyak yang tersembunyi di balik editor temanya (seperti opsi untuk memilih animasi dan wallpaper).

Selain widget khusus, KakaoHome juga menyediakan pilihan tema untuk bagi yang bisan dengan tampilan standarnya. Tema-tema tersebut semuanya diarahkan ke PlayStore, dan ketika mencoba mencarinya, hasil search-nya berujung pada sekitar 100-an tema gratis tersedia untuk launcher ini. Sayang karena memang baru dirilis di Korea, kita-kita di Indonesia belum bisa men-downloadnya dari Google Play. Namun kamu yang kepengen mencobanya (sudah bahasa Inggris kok), bisa men-download melalui link alternatif kami di sini.


SHARE
Previous articleAtlantic Rim, Perjuangan Manusia Untuk Melawan Monster Raksasa dari Atlantik
Next articleSkor Review Famitsu Pekan Ini, Shin Megami Tensei IV Berada di Puncak
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.