nVidia Shield Bakal Dirilis Juni dengan Harga $350, Lebih “Worth It” Dari PSVita dan 3DS?

Setelah nVidia bungkam mengenai harga proueck handheld gamenya, Project Shield, atau kini familiar sebagai nVidia Shield, mereka mengkonfirmasikannya bahkan sarana bermain game Android dan juga streaming PC tersebut bisa kamu dapatkan dengan harga US $350.

Mahal? Ya, untuk sebuah handheld dengan pesaing utamanya PlayStation Vita dan Nintendo 3DS. Murah? Ya, jika kamu melihat spesifikasi yang diusung handheld nVidia tersebut. Shield dirancang khusus nVidia sebagai salah satu duta untuk mengenalkan chipset mobile terbaru mereka, nVidia Tegra 4. Racikan hardware-nya begitu menggoda. Mulai chipset Tegra 4, yang merupakan rumah untuk empat inti prosesor dengan arsitektur Cortex-A15, serta dibantu oleh satu core yang berperan menjalankan proses ringan demi menghemat daya baterai (seperti untuk proses yang berjalan ketika Shield dalam kondisi standby), memory RAM 2 GB, serta generasi terbaru GPU GeForce mobile yang memiliki jumlah core mencapai 72-core.

nVidia pertama kali mengenalkan Shield selama event Consumer Electronics Show Januari 2013 lalu, dan bentuknya saat itu lebih mirip dengan kontroler Xbox 360, namun dengan tambahan stick analog di sisi bawahnya. Bukan sekadar kontroler fisik yang menjadi daya tarik, namun nVidia langsung memaketkan layar 5-inchi dengan mekanisme flip-up (menutup, ala cangkang kerang) yang memiliki resolusi HD, atau 1280×720-pixel dan kerapatan 294-ppi.

Nantinya gadget yang ditujukan oleh mereka kalangan gamer mobile hardcore tersebut menjalankan Android 4.2.1, yang didukung dengan portal game khusus nVidia, TegraZone. Dalam TegraZone tersebut, kamu bisa dengan mudah mendapatkan game yang memang dioptimalkan dengan efek-efek grafis yang menjadi kelebihan GPU GeForce. Dalam sebuah demo yang mereka presentasikan beberapa waktu lalu, Shield terlihat mampu menjalankan game hasil port dari PlayStation 3 dengan kualitas grafis yang lebih baik dari versi konsolnya.

Selain TegraZone, sebagai perangkat Android, tentu saja kamu mendapat akses penuh masuk ke Google Play Store dan merasakan semua layanan Google. Oh ya, kemungkinan aplikasi yang tidak bisa beroperasi di tampilan layar landscape akan ngadat dipaksa berjalan di Shield ini, mengingat tampilannya yang memang dikunci secara landscape. Kemudian dengan sarana konektivitas ala smartphone, kamu juga bisa memanfaatkan beberapa fitur seperti GPS, Bluetooth 3.0, dan Wi-Fi (yang menggunakan 2 antena, penangkapan sinyalnya lebih baik, berguna untuk streaming) untuk terhubung dengan perangkat lain, atau menggunakan aplikasi yang memang membutuhkan modul hardware tersebut. Oh ya, koneksi WiFi akan sangat berpengaruh menghubungkan Shield ke hotspot, dimana Shield nanti akan mendapatkan “upgrade firmware” secara reguler untuk menjamin driver GPU-nya selalu ter-update.

Satu keunggulan Shield tidak lain adalah integrasi kontroler fisik, sesuatu yang selama ini menghantui mobile gamer, karena mereka kehilangan feedback yang baik selama bermain game. Kontroler yang disematkan dalam tubuh Shield mirip dengan kontroler PlayStation 3 atau Xbox 360, dengan dua tombol stick analog, D-pad, tombol A/B/X/Y, dua trigger, dua bumper di punggungnya, serta juga ada tombol nVidia untuk akses cepat ke TegraZone.

Selain menggunakan kontroler, gamenya juga bisa dikendalikan langsung melalui layar sentuh berbahan IPS berukuran 5-inchi dengan resolusi 720p, atau kamu bisa menghubungkan Shield ke HDTV melalui kabel miniHDMI. Shield pun mampu memainkan game-game PC yang berjalan dengan GPU khusus nVidia, yaitu tipe GTX650 atau lebih tinggi (kemungkinan batasan ini bakal diminimalkan ke depannya), yang kemudian di-streamingkan video-nya ke layar mungil Shield melalui koneksi WiFi lokal (bukan internet). Dari sana permainan bisa berlanjut menggunakan kontroler Shield, yang mana menjadi alternatif solusi ketika kamu sejenak harus meninggalkan PC, namun tidak ingin kehilangan momen permainan. Konsepnya sama seperti yang diterapkan Nintendo melalui Wii U dan GamePad-nya. Oh ya, untuk syarat GPU PC, itu juga termasuk GPU yang setara untuk kelas mobile. Jadi seandainya laptopmu menggunakan minimal GTX660M, seharusnya bisa di-streamingkan juga ke Shield.

nVidia menyediakan internal storage berkapasitas 16GB serta masih ada slot microSD untuk memperbesarnya hingga 64 GB. Jatah RAM-nya pun cukup lega, mencapai 2 GB. Dan untuk membantumu mencoba lansgung kemampuan kontroler tersebut, Sonic The Hedgehog 4 Episode II dan Expendable: Rearmed sudah tersedia dalam sistemnya dan langsung mendukung kontroler tersebut. Game lainnya yang sudah dikonfirmasikan sudah mendapatkan dukungan dijalankan melalui Shield antara lain:

Secara Streaming PC

  • Assassins Creed 3
  • Battlefield 3
  • Borderlands 2
  • Dishonored
  • HAWKEN
  • Portal 2
  • The Elder Scrolls V: Skyrim

Game Android yang Sudah di-Optimized untuk Shield

  • Arma Tactics
  • Broken Age
  • Blood Sword: Sword of Ruin THD
  • Burn Zombie Burn!
  • Costume Quest
  • Chuck’s Challenge
  • Dead Trigger 2
  • Real Boxing
  • Rochard
  • Sonic The Hedgehog 4 Episode II

Satu poin lain yang selama ini tidak pernah dibicarakan (seakan-akan media lupa jika ini handheld game, karena terkesima dengan kemampuan streaming-nya), adalah ketahanan baterainnya. Menurut data resmi di websitenya, penulis mendapatkan angka baterai dengan kapasitas energi yang mampu disimpannya sebesar 28.8 Wh. Entah kenapa nVidia menggunakan satuan watt hour, bukan mAh seperti yang biasa kita kenal. Namun dari hasil perhitungan penulis, 28.8 Wh sama dengan kapasitas 5,760 mAh. nVidia mengklaim baterai tersebut mampu menghidupi Shield hingga 4 sampai 5 jam memainkan game yang dioptimalkan untuk nVidia Tegra 4 dengan semua efek grafisnya. Itu dengan catatan, juga dengan Wi-Fi serta Bluetooth yang juga ikut diaktifkan. Namun yang tidak diungkapkan secara gamblang, beberapa sumber yang mengkonfirmasikan ke nVidia mengenai ketahanan baterainya untuk streaming melalui PC mendapatkan angka 10-12 jam! Seandainya angka tersebut nantinya lebih rendah, tetap saja ketahanan baterainya jauh lebih baik daripada GamePad-nya Wii U yang dalam kondisi standar hanya berkisar 4 jam saja, atau tetap lebih lama masa aktifnya dibandingkan 3DS dan PS Vita.

nVidia bakal merilis Shield dengan harga US $350, dan mereka membuka layanan pre-order mulai 20 Mei mendatang (kamu bisa mendapatkan kabarnya lebih awal dengan masuk di sini), serta pengapalannya dimulai Juni 2013. Sayangnya, retailer yang ditunjuk sepertinya tidak ada akses pengiriman ke Indonesia (semoga saja di eBay segera muncul seller yang menjualnya nanti dengan jangkauan ke Indonesia). Shield akan dijual antara lain oleh Newegg, GameStop, Micro Center dan Canada Computers. Kita tunggu saja selama event E3 2013 Juni nanti, seharusnya ada banyak Shield didemokan di sana.

nVidia Shield Bakal Dirilis Juni dengan Harga $350, Lebih “Worth It” Dari PSVita dan 3DS?

Setelah nVidia bungkam mengenai harga proueck handheld gamenya, Project Shield, atau kini familiar sebagai nVidia Shield, mereka mengkonfirmasikannya bahkan sarana bermain game Android dan juga streaming PC tersebut bisa kamu dapatkan dengan harga US $350.

Abaikan

Shield Specifications

Processor NVIDIA Tegra 4 Quad Core Mobile Processor with 2GB RAM
Display 5 inch 1280×720 (294 ppi) Multi-Touch Retinal Quality Display
Audio Integrated Stereo Speakers with Built-in Microphone
Storage 16GB Flash Memory
Lid Color Silver
Wireless 802.11n 2×2 Mimo Wi-Fi
Bluetooth 3.0
GPS
Connectivity Mini-HDMI output
Micro-USB 2.0
MicroSD storage slot
3.5mm stereo headphone jack with microphone support
Motion Sensors 3 Axis Gyro
3 Axis Accelerometer
Input controls Dual analog joysticks
D-pad
Left/right analog triggers
Left/right bumpers
A/B/X/Y buttons
Volume control
Android Home and Back buttons
Start button
NVIDIA power/multi-function button
Battery 28.8 Watt Hours
Weight & Size 579 grams
158mm (w) x 135mm (D) x 57mm (H)
Operating System Android Jelly Bean OS
Software Google Play
TegraZone
Sonic 4 Episode II THD
Expendable: Rearmed
Hulu Plus
TwitchTV
[cb type=”company”]nVidia[/cb]

Sumber: nVidia


SHARE
Previous articleRovio Angkat Magician Jerman Sebagai “Tukang Sulap” Resmi Angry Birds Abra-Ca-Bacon!
Next articleSyuting Crouching Tiger Hidden Dragon II – The Green Destiny Dimulai Bulan Maret 2014
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.