Membedah Unreal Engine di Guilty Gear Xrd

Seri Guilty Gear telah vakum cukup lama sejak game terakhirnya, Guilty Gear 2: Overture, di tahun 2009. Game tersebut flop di pasaran, karena dirilis eksklusif untuk Xbox360 untuk pasar Jepang (tidak pernah ditranslasikan!) dan yang terparah… bukan game fighting!

Seperti yang diberitakan sebelumnya, semalam Arc System Works membangkitkan seri yang telah mati suri ini dengan trailer super keren via YouTube. Guilty Gear terbaru ini berjudul Guilty Gear Xrd -SIGN-. Be excited, karena genrenya tetap fighting 2D, dan ini bukan BlazBlue. Sayang belum jelas konsol mana yang dipilih untuk game ini.

Yang membuat saya sangat kagum adalah bagaimana Arc System Works berani menggunakan Unreal Engine untuk Xrd -SIGN-. Ini eksperimental. Meski belum jelas Unreal Engine yang mana, Kita semua tahu kalau engine besutan Epic Games tersebut sangat powerful untuk game 3D. Namun bagaimana untuk game 2D?

Membedah Unreal Engine di Guilty Gear Xrd

Arc System Works mengejutkan dunia dengan trailer Guilty Gear Xrd -SIGN-. Inilah wujud game fighting 2D generasi baru. Tapi mengapa mereka memilih Unreal Engine? Benefit apa yang bisa didapat dari engine yang powerful untuk game 3D ini?

Abaikan

Dari trailer di atas, kita bisa melihat bahwa sesungguhnya semua elemen dalam game ini adalah obyek 3D. Bukan hanya background-nya saja (seperti BlazBlue), melainkan juga model karakternya. Ini teknik yang juga digunakan Capcom untuk Street Fighter IV dan Marvel vs Capcom 3. Bedanya, Xrd -SIGN- bisa menampilkan grafis yang sangat identik dengan anime HD. Apakah ini cell-shading generasi terbaru?

Kekuatan Unreal Engine terletak pada penempatan cahaya di tekstur suatu obyek. Sayangnya trailer di atas belum mendemonstrasikan hal itu. Namun saya percaya, Unreal Engine game ini juga digunakan untuk memberikan sentuhan tersebut. Saya membayangkan, jika stage gelap, kita akan melihat karakter yang lebih gelap. Jika stage terbelah antara terang dan gelap, kita akan melihat efek bayangan pada karakter. Atau jika mendadak ada petir, maka kita akan disuguhkan dengan efek cahaya yang dinamis.

Kita akan segera melihat implementasi Unreal Engine di Guilty Gear Xrd -SIGN-. Dan semoga langkah berani ini juga diikuti oleh pengembang game fighting 2D lainnya.

Jadi, are you ready? Heaven or Hell? Let’s ROCK!!


SHARE
Previous articleAkhirnya Judul Terbaru Guilty Gear Xrd!
Next articleKampanye di IndieGogo Berhasil, DreadOut Siap Dirilis Tahun Ini!
Mengawali karier menulisnya pada tahun 1997 sebagai kontributor rubrik game majalah Mentari Putera Harapan. Namanya mulai dikenal setelah dia turut membidani lahirnya majalah game pertama di Indonesia, Game Master. Begitu banyak majalah yang lahir dari buah pemikirannya. Sebut saja Game Master, 3D Magazine, Ultima Nation, hingga Zigma dan Omega. Tidak hanya dikenal sebagai jurnalis dan konseptor, GrandC juga seorang penulis cerita. Saat ini dia banyak disibukkan dengan pengembangan Vandaria, dunia fiksi ciptaannya.