Ketika Batman Harus Menjadi “Buronan” Para Kriminal di Arkham Origins

Setelah dikonfirmasikan 9 April lalu, apa yang ditunggu gamer dari Batman: Arkham Origins adalah trailer ofisial pertamanya, yang baru dirilis Warner Bros kemarin. Selain trailer barunya, berikut beberapa update terbarunya.

Seperti yang sudah kami ulas sebelumnya, Arkham Origins mengambil setting beberapa tahun sebelum Batman: Arkham Asylum, dan kamu mengendalikan Batman “yang lebih muda” dan “kurang pengalaman” (setidaknya untuk ukuran veteran seperti dalam dua game sebelumnya), serta menjadi target pembunuhan selama Christmas Eve. Di sini Batman masih digambarkan sebagai figur misterius, bahkan polisi pun tidak ada yang bisa menebak aksinya. Diantara Gotham City Police Department, hanya Commissioner Loeb dan Captain James Gordon yang sepertinya percaya bahwa Batman ada di pihak mereka. Figur yang menjadikan Batman sebagai target utama pembunuhan adalah Black Mask yang dikenal brutal dan sadis. Dia akan memberi hadiah pada siapa saja yang berhasil menghabisi sang superhero, dan Batman harus mencari tahu kenapa Black Mask menaruh kebencian yang dalam padanya.

Black Mask sendiri digambarkan sebagai orang yang sangat kuat di Gotham, juga sangat kaya dengan sumber dana besar, yang dia gunakan untuk mengendalikan para kriminal Gotham. Dia berhasil menyingkirkan semua lawan-lawannya dan terus memperbesar kekuatannya. Sesuai dengan namanya, Black Mask selalu tampil dengan topeng. Identitas sebenarnya di muka publik adalah Roman Sionis, kepala dari Janus Cosmetics. Bersama para pengikutnya, Black Mask berhasil meningkatkan intensitas kriminal di kota.

Selama game kamu juga bakal masuk kembali ke Old Gotham, bagian Gotham City yang nantinya berubah menjadi penjara Arkham City. Namun di sini Old Gotham tidak separah yang kita kenal dalam prekuelnya. Seperti tipikal kota besar, ada lingkungan yang kumuh, gedung, pusat perbelanjaan, dan dermaga dimana kapal Penguin (The Final Offer) berada. Tinggal menyeberangi jembatan, maka kamu mencapai New Gotham yang lebih familiar menjadi setting banyak cerita Batman.

Beberapa cast juga kami dapatkan perannya pasca game ini dikonfirmasikan. Pastinya dalam Arkham Origins kamu mendapatkan banyak tokoh komik Batman muncul di sini. Mulai karakter yang kembali dari prekuelnya, Batman (Roger Craig Smith); Joker (Troy Baker); GCPD captain James Gordon; Penguin; Bane, dan pelayan Batman, Alfred Pennyworth. Selama permainan kamu juga akan disuguhi skenario khusus untuk mendalami hubungan antara Batman dan Alfred. Dimana Batman selalu melihat Alfred sebagai figur “pengganti orangtua” dan selalu mengingatkannya pada kedua orangtuanya yang meninggal secara tragis. Sedangkan Alfred sendiri masih terlalu menganggap Batman sebagai anak-anak, dan mengkuatirkan setiap aksinya. Hal itu sering membuat keduanya bersitegang. Selain itu, cerita gane ini juga diambil sebelum rekan sekerja Batman, Robin muncul diantara mereka.

Apa yang menarik, Deathstroke tidak hanya muncul sebagai assassin yang memburu Batman, namun Slade Wilson (nama aslinya) mendapat porsi khusus sebagai karakter playable melalui bonus pre-order bonus dan DLC, serta bisa kamu mainkan dalam peta eksklusif di mode Challenge

Selain Black Mask, dalam Arkham Origins ini pertama kali Warner Bros. Games mengenalkan assassin Deathstroke, Anarky, Commissioner Loeb, dan juga Alberto Falcone, kriminal yang pertama kali dikenalkan melalui seri komik Batman: The Long Halloween dan Batman: Dark Victory. Munculnya Deathstroke dalam game ini sepertinya tidak terlalu mengagetkan. Karena sebelumnya musuh DC sati ini sering dipakai Warner Bros. dalam beberapa game crossover. Mulai Mortal Kombat vs. DC Universe, DC Universe Online, Batman: Arkham City Lockdown, Lego Batman 2: DC Super Heroes, dan yang terbaru muncul sebagai karakter playable di Injustice: Gods Among Us.

Di atas kami menyebutkan jika Batman akan disuarakan oleh Roger Craig Smith, bukan Kevin Conroy seperti pada kedua prekuelnya, karena memang Warner Bros. menginginkan suara yang lebih muda untuk Batman kali ini. Jika kamu tidak mengenal nama Smith, mungkin lebih familiar dengan peran sebelumnya. Dia memerankan Ezio Auditore dari Assassin’s Creed, Chris Redfield dari Resident Evil, dan saat ini menjadi pengisi suara tetap Sonic-nya Sega. Sedangkan Troy Baker yang memerankan suara Joker, dia juga dikenal sebagai Booker DeWitt dalam BioShock Infinite, Sgt. Matt Baker di Brothers in Arms, Snow dari Final Fantasy XIII, Kai Leng dari Mass Effect 3, dan Vincent dari Catherine.

Untuk gameplay-nya, sebagian besar sudah kami ulas mendetail pada artikel sebelumnya. Warner Bros. memang tidak mengubah banyak inti sistem pertarungan free-flow yang menjadi dasar dari dua game Arkham sebelumnya, namun ada beberapa penambahan fitur. Selain yang sudah kami ungkapkan sebelumnya, dalam Arkham Origins kamu mendapatkan gadget baru, Remote Claw. Selain menarik dua obyek bersamanaan sehingga keduanya saling menghantam, Remote Claw juga bisa diarahkan pada dua titik pada dinding, menciptakan tali yang cukup kuat agar superhero kita itu bisa melintas di atasnya. Beberapa gadget dari Arkham City juga kembali di sini, seperti Cryptographic Sequencer, yang perannya masih sama untuk meng-hack security console; senjata lempar batarang, dan juga Explosive Gel.

Kemudian Batwing yang kami sebutkan dalam artikel sebelumnya sebagai salah satu metode transportasi cepat Batman (khusus area yang tidak memungkinkannya melakukan gliding atau grappling), pengoperasiannya pun memerlukan syarat tertentu. Yang jelas menara yang didirikan musuh mencegah Batman memanggil pesawat tersebut di beberapa area, dan Batman terlebih dahulu harus menonaktifkan semua gadgetnya sebelum bisa menggunakan Batwing — plus yang mungkin terpikir olehmu, Batwing bukanlah semacam pesawat yang bisa dikendalikan, dia hanya alat transportasi cepat, karena memang setting Arkham Origins diklaim beberapa kali lebih besar dari prekuelnya.

Untuk pertarungannya, developer menerapkan sistem tracking untuk menilai efisiensi pemain ketika bertarung. Setiap serangan kombinasi yang berhasil memberi poin experience, dan poin tersebut bisa diterapkan dalam sistem upgrade skill untuk meningkatkan kemampuan Batman dan gadget-nya. Selain itu developer juga mengenalkan tipikal musuh baru yang mampu meng-counter balik gerakan counter Batman.

Di luar misi utama, kamu bisa menemukan side mission seperti “Crime in Progress”, dimana Batman bisa membantu Gotham City Police Department (GCPD), sehingga reputasinya di mata para polisi pun meningkat. Side mission lainnya, Most Wanted bisa dilakukan dengan membungkam musuh di luar misi utama, seperti Anarky, yang berusaha meledakkan kita. Mendukung side mission, kamu bisa memanfaatkan scanner radio milik Batman untuk menemukan dimana lokasi side mission tersebut berada. Menyelesaikan side mission juga memberi Batman experience point untuk meng-upgrade kemampuan dan gadgetnya.

Seperti Batman yang kita kenal dalam format aslinya, di sini kemampuan detektifnya perlu diterapkan. Di sebuah tempat kejadian kriminal, Batman bisa menggunakan Detective Vision untuk menyorot poin yang menarik, dan hologram akan menyimpan semua skenario tindak kejahatan yang terjadi. Nantinya kamu bisa merangkai dan melihat ulang tindak kejahatan tersebut melalui Batcomputer di Batcave, memungkinkan kita menganalisa dan melihat kejadian kriminal tersebut entah dari sudut pandang yang berbeda, secara slow motion, menghentikannya di tengah kejadian sembari mencari petunjuk, untuk menganalisa dan memecahkan kasus kejahatan tersebut — yup, memangnya hanya Tony Stark saja milyuner yang bisa melakukan hal itu. Selama permainan, dengan begitu banyaknya antek Black Mask, kamu bakal menjumpai di sudut Old dan New Gotham terjadi tindak kejahatan, baik kecil maupun yang besar… dan itu sudah menjadi tugasmu untuk memecahkannya.

Batman: Arkham Origins menurut rencana akan dirilis pada 25 Oktober tahun ini juga untuk PS3, X360, PC dan Wii U. Bagi para pemilik handheld seperti 3DS dan PS Vita jangan khawatir, kalian tetap mendapatkan game Batman baru juga tahun ini. Selain mengkonfirmasikan Batman: Arkham Origins, WB dan DC Entertainment juga mengkonfirmasikan pengembangan spin off-nya, Batman: Arkham Origins Blackgate untuk dua handheld tersebut yang kini tengah dikembangkan oleh Armature.

[nggallery id=572]

Batman: Arkham Origins – Official Trailer


SHARE
Previous article‘Go Big or Go Extinct’, TV Spot Terbaru Pacific Rim
Next articleIt’s The “One”, Microsoft Akhirnya Mengkonfirmasikan Penerus Xbox 360
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.