Akankah Xbox One Menjadi Momok Bagi Para Pemburu Game Bekas?

Setelah Microsoft mengkonfirmasikan konsol next generation mereka yang bernama Xbox One, muncul berbagai macam berita simpang siur mengenai cara pengoperasian dari game-game yang akan dirilis di konsol tersebut. Berdasarkan berita yang dirilis oleh Wired, semua game yang dimainkan akan terlebih dahulu di install ke dalam hard disk bawaan Xbox One, yang memiliki kapasitas sebesar 500 GB. Setelah terinstall, kamu dapat menyimpan disc game tersebut di dalam lemari, karena Xbox One tidak memerlukan disc di dalam mesinnya untuk memainkan game tersebut. Tentunya hal ini menimbulkan beberapa pertanyaan penting seperti, apakah kita bisa meminjam game tersebut dari teman dan menginstallnya di Xbox One milik kita tanpa perlu membeli game tersebut? Apakah akan berpengaruh terhadap sistem penyimpanan data yang berbasiskan Cloud Storage?  Berikut beberapa pemaparannya:

1. Membeli dan menjual game second didukung oleh Microsoft

Bergembiralah! Karena ternyata Microsoft tetap mendukung transaksi jual beli dari game second yang sering dilakukan oleh para gamer. Namun, ternyata prosesnya tidaklah semudah saat ini. Dengan adanya sistem memainkan game tanpa harus ada disc di dalam konsolnya tentu menimbulkan kekhawatiran bahwa game-game tersebut akan dengan mudah dipindah-tangankan oleh para gamer. Bisa saja, dalam 1 tongkrongan berjumlah 20 orang yang membeli game hanya 1 orang dan dalam satu hari game tersebut diinstall dan dimainkan oleh 20 orang dari 20 konsol Xbox One yang berbeda. Microsoft tentu tidak ingin hal ini terjadi bukan? Isu yang beredar adalah Microsoft akan menagihkan ‘sedikit’ biaya untuk aktivasi game ‘bekas’ tersebut. Aktivasi ini penting karena kamu harus menghubungkan game tersebut dengan Xbox Live karena akan digunakan untuk menyimpan data permainan di Cloud Storage. Tekhnisnya sendiri masih kabur dan Microsoft belum memberikan penjelasan lebih lanjut.

2. Instalasi game akan dilakukan di background

Menginstall game ke dalam hard disk pun tidak lagi harus menunggu lama, cukup memasukkan disc ke dalam Xbox One dan mulailah bermain. Proses instalasi akan berjalan ketika kamu sedang bermain.

3. Game akan terkoneksi dengan account Xbox

Seperti sudah disebutkan di poin nomor satu, game kini akan menjadi lebih personal karena ‘menempel’ dengan account Xbox pemain. Hal ini dibuat agar pemain tidak harus repot-repot memasukkan disc ke dalam Xbox One ketika akan bermain. Hal ini berarti setiap game disc akan memiliki sebuah ID yang unik dan terikat dengan account Xbox pemain. Sekali lagi, hal ini menimbulkan pertanyaan, bagaimana jika kita ingin menjual game tersebut? Bagaimana cara melepaskan ‘ikatan’ antara ID game tersebut dengan account Xbox pemain? Tentu kita tidak dapat menjual game yang masih terhubung dengan account Xbox Live kita bukan? Sayangnya, lagi-lagi Microsoft masih menutup rapat perihal informasi mengenai permasalahan ini.

4. Kita bisa mendowload game yang sudah kita beli

Situasinya adalah ketika kita ingin memainkan game yang sudah kita beli di Xbox One milik teman sedangkan teman tersebut tidak memiliki game yang ingin kita mainkan. Ternyata, nantinya pemain akan memiliki kemampuan untuk mendownload gamenya secara keseluruhan. Artinya, Cloud Storage tidak hanya menyimpan data save game saja namun juga keseluruhan gamenya sehingga bisa didownload dimanapun. Namun tetap, game tersebut hanya akan dapat dimainkan dengan account Xbox Live si pemilik game, dan bukan kawannya tersebut.

5. Mode offline tetap di support

Dengan digunakannya Cloud Storage sebagai media penyimpanan save game kita, tentunya muncul pertanyaan apa jadinya jika kita tidak terkoneksi dengan internet? Albert Penello, Microsoft Senior Director of Product Planning mengatakan bahwa pemain tetap dapat bermain secara offline dan save game akan otomatis tersinkronisasi ketika pemain terkoneksi dengan internet. Namun masalahnya, Penello tidak menjelaskan apa yang terjadi jika sejak awal ingin bermain kita tidak memiliki koneksi internet sehingga tidak bisa mengakses Xbox Live, entah apakah akan ada semacam back up dari save game kita di dalam hard disk.

6. Kita dapat menshare game dengan keluarga yang tinggal satu rumah

Permasalahannya adalah, ketika kita membeli game dan terkoneksi dengan account Xbox milik kita, bagaimana jika adik atau kakak kita ingin memainkan game tersebut? Logisnya adalah, karena mereka tidak punya akses ke account Xbox kita, maka mereka harus membeli sendiri game tersebut. Namun Penello mengatakan bahwa Microsoft sudah memikirkan hal tersebut dan sudah menyiapkan solusinya. Seperti apa solusinya? Kita tunggu saja pengumumannya nanti di E3.

Semua permasalahan ini nampaknya akan menjadi faktor penentu kesuksesan Xbox One (dan Playstation 4 jika Sony memutuskan menggunakan sistem yang identik) di Indonesia. Meminjam dan membeli game bekas sudah menjadi tradisi di kalangan gamer lokal dikarenakan harga game original yang memang cukup mahal. Jika ternyata prosesnya akan menjadi sulit, tidak menutup kemungkinan penjualan Xbox One akan “melempem” di Indonesia. Terlebih lagi dengan tidak stabilnya koneksi internet nasional saat ini. Mudah-mudahan tidak sesulit yang di bayangkan ya.

Sumber: Engadget


SHARE
Previous articleUbisoft Konfirmasikan Watch Dogs dan Assassin’s Creed IV untuk Xbox One
Next articleSkor Review Famitsu Pekan Ini, Norn9 Berada di Puncak
Liverpudlian | Airplane enthusiast | History lover | Science minded | Hardcore gamer | Warmonger. Lulus dari STP Sahid pada tahun 2012, sempat bekerja di Club Med Resort selama 6 bulan pada tahun 2012 sebagai bagian dari program internship kampus. Bekerja di departemen MICE (Meeting, Incentives, Conferences and Exibitions). Aktif di WWF-Indonesia sejak 2010 sebagai volunteer untuk kampanye Earth Hour dan menjadi tim inti Earth Hour Jakarta pada tahun 2013. Saat ini aktif sebagai staff perlengkapan di Look Around Indonesia, sebuah NGO yang memfokuskan diri di bidang sosial terutama anak muda.