Xbox One, Usaha Microsoft Memasukkan Konsol Game ke Ruang Keluarga

Usai sudah penantian kita. Sesuai yang sudah dijanjikan Microsoft, mereka benar mengkonfirmasikan penerus Xbox yang selama ini dikenal sebagai Xbox 720 (atau berkode nama Durango) melalui event tunggal di markas Microsoft di Redmond Campus, Washington. Mari kita smbut Xbox One, konsol generasi delapan Microsoft yang siap meladeni tantangan dari Nintendo Wii U dan Sony PlayStation 4.

Memang peluncuran 21 Mei kemarin sekadar menjadi “menu pembuka” saja, karena Microsoft merencanakan yang lebih besar selama Electronic Entertainment Expo (E3) 2013 pada 11 Juni mendatang. Konsol yang memiliki kode nama Durango ini sebelumnya memiliki banyak julukan. Mulai Xbox 720, Xbox 8, Xbox, dan yang baru-baru ini terangkat, Xbox Infinity. Microsoft bakal merilisnya akhir 2013 mendatang, dengan harga yang belum ditentukan. Menariknya, di setiap pembelian satu set Xbox One, kamu juga langsung mendapatkan Kinect di dalamnya. Tampaknya Microsoft serius ingin mensosialisasikan gameplay dengan menggunakan Kinect melalui Xbox One.

Xbox One menggunakan CPU custom racikan AMD dibangun oleh Microsoft sendiri dengan delapan core berbasis arsitektur x86-64, 8 GB DDR3 RAM, 500 GB hard drive (yang tidak bisa bebas diambil, atau di-upgrade), serta menggunakan drive combo yang mendukung format disc Blu-ray atau DVD. Konsol ini mendukung output video dengan resolusi 4K (3840×2160) dan teknologi audio 7.1 surround sound. Urusan konektivitas diserahkan pada tiga port USB 3.0 (solusi untuk memperbesar internal drive), WiFi Direct dengan dukungan radio 802.11n, serta ada port HDMI-nya mendukung versi 1.4 baik untuk input dan output, walaupun Microsoft menanggalkan output composite video atau component. Jadi kamu mutlak perlu HDTV untuk memainkannya.

Jika dijabarkan, elemen utama konsol ini adalah perpaduan sistem dan GPU north bridge, dengan konfigurasi memory-nya mendukung akses coherent dan non-coherent, serta pilihan dua tipe memory DRAM dan ESRAM. Default-nya Xbox One memiliki RAM berjenis DRAM yang kapasitasnya 8 GB, plus 32 MB ESRAM. Dengan format DRAM, memory Xbox One mampu mencapai read and write bandwidth 68 GB per detiknya. Bandwidth tersebut dialokasikan ke CPU, GPU, dan display scan out, move engine serta sistem audio. Sedangkan maksimal read and write bandwidth dari ESRAM-nya adalah 102 GB per detik. Dengan bandwidth serta latency tinggi tersebut membuat ESRAM lebih efektif untuk mendukung GPU.

Untuk CPU-nya yang memiliki 8-core dibangun ke dalam dua modul. Satu dengan empat core x64, yang tiap core megoperasikan satu thread pada kecepatan 1.6 GHz. Tiap core-nya memiliki 32KB instruction cache dan 32 KB data cache, dan keempat core tersebut berbagi cache level 2 sebesar 2MB. Dengan demikian kedua modul memiliki 8 thread serta 4 MB L2 cache. Memang core CPU-nya hanya separuh dari Xbox 360, namun dengan prosesor Xbox One memiliki out of order execution di antara core-nya, mereka bisa mengatur kembali micro-operation untuk meningkatkan kinerja keseluruhan, dan memungkinkan konsol dengan mudah melakukan load and store data untuk sebuah proses yang lebih cepat dari prosesor yang clock speed-nya lebih tinggi.

Meskipun GPU-nya dirancang untuk konsol, namun pengolah grafis utama Xbox One tersebut kemampuannya disesuaikan untuk kebutuhan Direct3D 11 modern. Clock speed GPU-nya 800MHz, dengan semua memory accesses GPU-nya menggunakan virtual addresses yang mengalami penyesuaian dulu sebelum diubah ke physical addresses. Karena proses tersebut masalah fragmentation memory hardware bisa diatasi.Selain itu GPU Xbox One tidak memiliki tipikal video memory VRAM, namun justru menerapkan 32 MB ESRAM yang lebih cepat.

Keseluruhan, meskipun Microsoft bungkam mengenai hardware Xbox One selama acara dini hari tadi, namun kombinasi CPU dan GPU Xbox One akan bertanggung jawab menghadirkan pengalaman lancar selama menjalankan konsol ini. Baik itu untuk satu fungsi saja, atau pun menjalankan beberapa aplikasi bersamaan, yang oleh Microsoft disebut sebagai Snap Mode.

Selain Xbox One, selama penyataan medianya Microsoft juga merilis kontroler Xbox baru dan juga sensor gerakan melalui kamera Kinect. Dengan ketiga hardware tersebut bekerja bersamaan, Microsoft menarget konsol mereka ini bisa menjadi pilihan terbaik di setiap ruang keluarga sebagai media entertainment all-in-one dalam satu “kotak.” Tinggal bagaimana mereka menjelaskan pada pasar, bahkan Xbox One bukan sekadar konsol video game. Yang jelas Microsoft sudah menyiapkan beberapa fitur hiburan keluarga, Seperti akses cepat ke movie, live TV dan Internet Explorer. Bahkan dengan harapan menempatkan posisinya di sebelah tipikal perangkat set-top box (perangkat tambahan untuk menangkap sinyal televisi tertentu) seperti in Google TV. Xbox One nantinya bakal berperan menangkap sinyal cable box dan meneruskannya melalui TV menggunakan port HDMI, memungkinkan Xbox One menampilkan UI khusus di TV sebagai salah satu channel. UPDATE: Kemampuan ini memerlukan kabel tambahan, dan dijual secara terpisah. Sementara ini pun layanan TV dan streaming Xbox One pertama kali baru akan tersedia di US.

Kamu bisa dengan mudah berpindah dari dashboard Xbox One ke siaran televisi, atau ke semua sarana hiburan yang terhubung dengan Xbox One, bisa dilakukan secara instant dengan satu sentuhan remote. Microsoft pun juga menunjukkan bagaimana antara muka dashboard Xbox One kini juga bisa dikendalikan menggunakan air gesture, alias hanya dengan gerakan tangan saja. Keseluruhan dashboard Xbox One ini juga berubah, kini dibuat seperti Live Tile pada Windows 8/Windows Phone 8. Ada menu baru, yang disebut Trending selain pilihan standar yang sudah biasa kita kenal, seperti games, music, movies, dll. Konsep menu trending itu nanti mencakup fungsi media Xbox One, termasuk terintegrasi dengan layanan TV berlangganan.

Microsoft juga menjelaskan jika layanan komunitas online mereka, Xbox Live juga mendapatkan upgrade besar, kini didukung dengan 300,000 server, semua konten yang kamu butuhkan bakal tersimpan di cloud storage. UPDATE: Layanan ini pun kini mengijinkan kita untuk menambah teman lebih banyak, dengan limit hingga 1000 friends! Itu 10 kali lebih banyak dari Xbox 360!

Berhubungan dengan fungsi tambahan tersebut, Microsoft pun membenamkan beberapa sistem operasi sekaligus di dalam software Xbox One. Seperti yang kami sebutkan dalam ulasan sebelumnya, ada tiga OS berjalan dalam Xbox One. Pertama disebut Xbox OS, sebuah sistem operasi berbasis pada kernel Windows, dan satu lagi OS lain yang memungkinkan kedua sistem operasi untuk berkomunikasi secara virtual. Dengan demikian fungsi yang terintegrasi seperti panggilan Skype di tengah permainan (bakal kami jelaskan di artikel lain) bisa dimungkinkan. Meskipun menggunakan kernel Windows, sayangnya tidak ada software standar Windows yang kompatibel dengan Xbox One. Namun pengembang software bisa dengan mudah mem-port aplikasi-aplikasi Metro-nya Windows 8 ke OS tersebut.

Xbox One Unveil Video

Dilihat dari sisi eksternalnya, Xbox One memiliki finishing dengan dua pola warna, atau biasa disebut two-tone, yang menggabungkan permukaan dengan aksen matte/nge-dof dan glossy. Di permukaan depan kamu dapatkan slot Blu-ray (di sisi kiri) dan tombol power Xbox (di sisi kanan, dan sepertinya merespon sentuhan tangan). Oh ya, sepertinya Microsoft juga melakukan refisi logo Xbox. Mulai warna font-nya berbeda, kilauan pada bulatan logonya juga berbeda, serta huruf X pada bulatan tersebut terlihat lebih gelap dan lebar.

Kemudian untuk kontrolernya, Xbox baru ini mengajukan kontroler yang juga baru desainnya. Ada tombol trigger yang bisa bergetar (disebut sebagai  “Impulse Triggers”), tombol D-pad (berbentuk cross) dan thumbstick-nya didesain ulang, dan kini lebih pendek serta memiliki tekstrus di sekelilingnya. Slot baterainya pun menjadi lebih kecil dibandingkan kontroler Xbox 360, namun diklaik kontroler baru ini tetap lebih hemat daya.

Microsoft Kinect pun mengalami upgrade besar dan mendukung keseluruhan pengalaman bermain Xbox One — kamu bisa menyalakan Xbox One melalui Kinect, satu fitur yang disebut-sebut sebagai “Xbox On”. Mulai kamera dengan kualitas full HD 1080p yang mendeteksi gerakan kita, serta juga mampu mengenali perintah suara (semua fungsi Xbox bisa kamu kendalikan melalui voice command), sekaligus air gesture (gerakan tangan seperti yang akhir-akhir ini sering muncul dalam iklan sebuah Smart TV), plus Kinect baru ini juga multitasking.

Berhubungan dengan voice command, Microsoft juga membenamkan kemampuan Skype secara built-in. Sensor gerakan Kinect baru ini mampu memproses 2 GB data setiap detiknya, dan itu memungkinkannya untuk membaca setiap gerakan dalam satu ruangan dengan cukup presisi. Microsoft pun juga meng-upgrade kemampuan Kinect baru ini agar mampu membaca gerakan hingga enam pemain sekaligus.

Untuk game, beberapa yang sudah dikonfirmasikan kemarin seperti Call of Duty: Ghosts, Forza Motorsport 5, FIFA 14 Ultimate Team (juga dirilis untuk PlaStation 4), NBA Live 14, Madden NFL 25 dan UFC, dan khusus untuk game-gamenya Electronics Arts, mereka mengklaim menggunakan engine game baru untuk konsol next-gen. Selain itu, yang sudah pasti hadir untuk Xbox One antara lain: Assassin’s Creed IV: Black Flag, Battlefield 4, Destiny, Quantum Break, Thief, serta Watch Dogs. Tidak terkecuali game-game yang sedang digarap oleh studio internal Xbox Studios. Xbox One pun juga akan dimanjakan dengan konten multimedia seperti serial live-action Halo yang saat ini tengah diproduksi oleh Steven Spielberg.


SHARE
Previous articlePengembang Alan Wake Siapkan Quantum Break untuk Xbox One
Next articleUbisoft Konfirmasikan Watch Dogs dan Assassin’s Creed IV untuk Xbox One
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.