Casual Connect Asia 2013: Suka Duka Crowdfunding dan Rencana Kedepan dari DreadOut

Di sela-sela perhelatan Casual Connect Asia 2013 lalu, kami memiliki kesempatan berdialog cukup banyak dengan Digital Happiness seputar DreadOut. Kami banyak berbicara tentang bagaimana kisah sukses mereka menembus IndieGogo, apa suka duka mereka dalam menjalankan kampanye crowdfunding tersebut, dan bagaimana tanggapan mereka terhadap kabar yang sebelumnya beredar, bahwasanya ada rumah produksi dan sutradara yang tertarik untuk mengangkat DreadOut ke layar lebar.

“Kami crowdfunding murni coba-coba saja, karena jujur kami benar-benar orang baru. Kami merasa surprise dan seru aja sih melihat ada banyak orang yang tidak kami kenal, namun percaya dengan ide yang kami tawarkan dan menjadi investor untuk DreadOut. Dari empat game yang tembus angka US $20.000, hanya kami saja yang benar-benar tanpa track record,” ungkap Rachmad Imron, sang founder dari Digital Happiness dan Game Producer dari DreadOut. Rachmad juga mengungkapkan, bahwa langkah mereka dalam hari-hari terakhir crowdfunding sebenarnya mereka gunakan untuk mengetes bagaimana monetisasi dan juga tanggapan dari publik Indonesia mengenai crowdfunding. Seperti yang sudah kami beritakan sebelumnya, di akhir-akhir periode crowdfunding Digital Happiness membuat sebuah kampanye menarik, dimana mereka memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin menjadi investor DreadOut yang tidak memiliki fasilitas untuk memberikan dana tersebut langsung ke IndieGogo. “Paling banyak investor dari Eropa dan US,” ungkap Rachmad saat ditanya dari negara mana saja investor terbesar dari DreadOut ini.

Untuk target rilis sendiri, Rachmad mengungkapkan bahwa game ini akan dirilis pada akhir tahun ini juga. Ketika ditanya mengenai kabar yang sebelumnya sempat beredar dimana ada satu rumah produksi yang tertarik untuk mengangkat DreadOut ke layar lebar, Rachmad mengungkapkan masih belum memikirkannya. “Kami masih belum memikirkannya, takut tidak sesuai dengan harapan sih. Pernah juga sempat terpikir untuk membuat film yang terpisah dengan game dengan jual lisensinya. Namun, kami urungkan niat tersebut karena sudah lolos di IndieGogo,” jelas Rachmad. “Kami fokus ke game dulu, karena kami bertanggung jawab kepada banyak orang yang jadi investor di IndieGogo,” ujarnya.

Untuk pengembangan kedepan dari DreadOut sendiri, Rachmad mengungkapkan sedikit rencananya. “Tidak ada target rilis dari IndieGogo, namun kita akan terus memberikan update pengembangan game kepada para investor. Selain itu, kami masih berharap untuk bisa lolos di Steam Greenlight yang saat ini sudah berada di peringkat 11. Semoga kesuksesan kami di IndieGogo bisa mendorong game ini sukses juga di Steam Greenlight,” ungkapnya. Terakhir, Rachmad juga mengaku bahwa mereka masih belum mendapatkan gambaran mengenai bagaimana saluran distribus game fisiknya nanti. “Kami masih belum menemukan partner yang pas untuk distribusi game fisiknya,” ungkapnya.

Sukses terus untuk DreadOut. Masih banyak liputan menarik seputar Casual Connect Asia 2013 ini. Jadi, ikuti terus liputannya di Duniaku.net ya!


SHARE
Previous articleLarva Masuki Season 2: Kini Tak Lagi di Selokan
Next articleZico Gandeng TouchTen Games, Rilis Zico The Official Game!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.