Event Review GDG 2013: Game Showcase Area

Selain tiga materi dengan tema berbeda yang diberikan dalam tiga kelas, Game Developers Gathering (GDG) 2013 juga memberikan kesempatan bagi para developer game indie untuk mendemokan game mereka dalam area showcase yang disediakan panitia. Area showcase sendiri mengambil tempat koridor diantara kelas-kelas yang ada di GDG 2013, sehingga peserta yang bersiap untuk memasuki sebuah kelas bisa menyempatkan diri terlebih dahulu untuk mengintip atau bahkan mencoba game buatan para developer Indonesia.

Sebelum memasuki area showcase, kita disambut dengan banner dari dua game milik Toge Productions dan Mintsphere, Necronator II dan Trigger Princess. Toge Productions sendiri kembali mendemokan Infectonator 2-nya, sekaligus juga menunjukkan demo Twitter yang sebelumnya juga ditunjukkan di Casual Connect Asia 2013 beberapa waktu lalu. Bagi yang belum tahu, dalam Casual Connect Asia 2013 lalu, Toge Productions membuat kampanye yang sangat menarik, dimana para pengunjung bisa mem-posting tweet dengan hashtag #infectonator atau #cascon untuk memunculkan zombie dan manusia yang ada di dalam demo game-nya.

Di sisi lain showcase atau di dekat pintu masuk, kita bisa menjajal demo game buatan Little Giant World, Shop Empire 2. Sama seperti prekuelnya dahulu, dalam Shop Empire 2 ini kamu bisa membuat kerajaan pertokoanmu di seluruh dunia dengan membangun mall-mall di beberapa negara. Kamu bisa mengisi mall tersebut dengan gerai-gerai, menugaskan satpam untuk menjaga keamanan, memanajemen pegawai lainnya untuk menjaga mall-mu agar tetap bersih dan nyaman bagi para pengunjung, dan sebagainya.

Setelah dari Little Giant World, bergeser ke PC yang ada di sebelahnya dimana Digital Happiness membawa demo game dari DreadOut yang saat ini sudah berhasil menembus target pendanaan di IndieGogo. Bagi kamu yang kemarin tidak sempat menjajal demo game ini di GDG 2013, Digital Happiness juga menyediakan versi download-nya yang bisa kamu dapatkan secara gratis sejak awal April 2013 lalu. Banyak pengunjung yang baru pertama kali mencoba game ini dalam GDG 2013, dan mayoritas memberikan impresi yang sama: menegangkan! Sayang, demo terkendala dengan hardware PC yang sedikit kurang mumpuni sehingga seringkali terjadi lag di beberapa bagian gameplay.

Selanjutnya, ada Mintsphere yang membawa demo Trigger Princess. Familiar dengan judul ini? Ya, kilas balik sekitar dua tahun lalu, Mintsphere pernah merilis Trigger Knight yang ber-genre one click side scrolling adventure dan lantas mereka merilis game ini di iOS dan Android tahun lalu. Trigger Princess ini tak ubahnya adalah evolusi dari Trigger Knight, dimana kamu akan memerankan seorang putri yang sangat rentan (sekali kena tebas musuh langsung tewas!), namun dibantu oleh banyak pasukan untuk menjelajahi level. Masih sama dengan Trigger Knight, gameplay game ini masih menggunakan side scrolling dengan hanya satu tombol untuk mengambil keputusan, kapan harus menambah pasukan, kapan harus menyimpan tenaga untuk mengeluarkan skill saat bertemu musuh dan sebagainya. Game ini masih dalam tahap pengembangan, namun di acara GDG 2013 lalu pengunjung mendapatkan kesempatan untuk menjajal mekanisme gameplay-nya.

Selanjutnya, ada Agate Studio yang membawa Valthirian Arc II, sekuel dari Valthirian Arc yang dirilis pertama kali pada Maret 2010 lalu. Dalam game ini, sekali lagi kamu akan memerankan para karakter dari kerajaan Valthiria, untuk berpetualang dan membunuh musuh yang ada. Namun, ada banyak fitur yang membedakan antara game ini dengan prekuelnya, salah satunya adalah penggunaan engine baru yang dibangun benar-benar dari awal. Selain itu, game ini juga menyediakan sebuah mode simulasi, Academy Simulation dan juga gameplay yang lebih beragam untuk quest-nya. Game ini sendiri saat ini sudah 100% jadi, dan akan segera dirilis dalam waktu dekat. Tunggu saja! Di sebelah Agate Studio, kita bisa menemukan demo game The Utans yang dikembangkan oleh Ulin Gameworks.

Di sisi lain area showcase, terdapat tiga developer yang berjajar. Dimulai dari TouchTen Games yang membawa demo Zico The Official Game yang dikembangkan bekerja sama dengan NDV Consulting dan 123 Sports. Dalam game ini, kamu akan memerankan Zico mulai dari masih anak-anak dan bermain di jalanan Brazil, hingga menjadi seorang pesepakbola besar dan bermain di stadion-stadion di seluruh dunia. Saat kamu berperan sebagai Zico kecil di Quintino kota kelahirannya, kamu diharuskan untuk menendang bola hingga mengenai target-target yang ditentukan, seperti pot bunga hingga kaleng bekas minuman. Untuk menendang, kamu hanya perlu menyapukan jari kamu ke layar dari bola menuju ke arah target tersebut. Dari kampung halaman Zico di Brazil, kamu akan terus mengikuti petualangannya ke negara-negara lain sepanjang karirnya, termasuk di Italia dan Jepang dengan target yang berbeda, menendang bola untuk mencetak gol ke gawang lawan lewat titik yang ditentukan. Yang menarik, TouchTen juga menyediakan sebuah miniatur stadion di stand mereka!

Satu deret dengan TouchTen, kita bisa menemukan stand dari Altermyth dan Anantarupa Studios. Altermyth menunjukkan sebuah proyek yang tengah dikembangkannya, dimana kita akan memerankan seorang karakter yang berpetualang dalam dunia 3D. Sayang, Altermyth masih belum membocorkan judul game tersebut dan juga untuk platform apa nantinya game tersebut akan dirilis. Sedangkan Anantarupa Studios menunjukkan Boma Naraka Sura yang tahun lalu menjadi juara pertama dalam pagelaran Increfest 2012, dan juga Majapahit Online.

Masih banyak showcase lain yang menarik dalam GDG 2013 ini, salah satunya yang menarik perhatian kami adalah Caravan Studio yang menunjukkan beberapa artwork garapan mereka. Caravan Studio mengungkapkan, bahwa mereka seringkali mendapatkan kesempatan untuk mengerjakan artwork dari beberapa game besar, seperti Street Fighter IV (seperti gambar yang kamu lihat di bawah ini) dan juga League of Legends. Beberapa waktu lalu, mereka juga sempat mendapatkan kesempatan dari Hasbro untuk mendesain mainan dari Iron Man 3. Di stand tersebut, mereka juga menjual artbook yang berisi kumpulan hasil karya mereka yang benar-benar memanjakan mata!

Terakhir, kamu juga bisa melihat bagaimana hasil karya dari para mahasiswa Binus University yang didemokan dalam empat PC terpisah. Beberapa game buatan mereka menargetkan ke pasar casual, seperti Juice Maker yang menuntutmu untuk membuat jus buah sesuai dengan yang diperintahkan.

GDG 2013 benar-benar berlangsung sangat meriah. Bukan hanya mendapatkan ilmu, bertemu dengan para developer game dari seluruh Indonesia, dan menjalin relasi, tetapi juga menjadi ajang yang tepat bagi para developer game untuk memperkenalkan game mereka kepada para gamer Indonesia. Sampai jumpa di GDG 2014! Semoga tahun depan GDG bisa berlangsung lebih meriah, dan lebih banyak lagi peserta yang mengikuti!


SHARE
Previous articlePara Heroine Berbagai Judul Anime Bergabung di Super Heroine Chronicle!
Next articleKibou no Ki, Film Garapan Studio Ghibli Bagi Para Korban Gempa Jepang
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.