Sambut Ulang Tahun Kesepuluh, BioWare Bawa Star Wars: KOTOR ke iPad!

Untuk menandai usia kesepuluh tahunnya, akhir bulan ini BioWare merilis versi iPad dari Star Wars: Knight of The Old Republic (Star Wars: KOTOR). Untuk mengembangkan versi porting dari game yang pertama kali dirilis pada tahun 2003 untuk PC dan Xbox ini, BioWare pun menggandeng Aspyr Media, developer yang dulu juga membantu BioWare untuk mem-porting game ini ke Mac OS. Seperti apa hasil porting dari salah satu game terbaik Star Wars yang pernah dikembangkan ini?

Sebenarnya, BioWare tidak memberikan terlalu banyak tweak untuk versi iPad-nya kali ini. Salah satu tweak terbesar tentunya adalah perubahan kontrol dari keyboard dan mouse (juga joystick) pada versi PC dan Xbox-nya dulu menjadi kontrol touchscreen dalam iPad. Grafis memang terlihat lebih tajam, namun BioWare mengungkapkan mereka tidak banyak melakukan tweak di bagian tersebut. Terlihat lebih tajam karena mungkin salah satu penyebabnya adalah kali ini Star Wars: KOTOR dibuat untuk gadget dengan ukuran layar yang lebih kecil dibandingkan versi aslinya untuk PC dan Xbox lalu.

Salah satu yang membuat game ini menjadi salah satu game Star Wars terbaik yang pernah dibuat adalah pilihan moral yang memberikan dampak signifikan terhadap jalannya game secara keseluruhan. Bisa dibilang, pilihan moral ini adalah salah satu cikal bakal dari pilihan moral yang ada dalam game-game modern seperti Mass Effect dan Dragon Age. Meskipun tidak ada tweak yang signifikan dari segi grafis, namun voice acting yang disediakan dalam versi iPad-nya ini masih seimpresif versi originalnya dahulu. Sebenarnya cukup disayangkan juga sih, mengingat jeda yang cukup lama antara versi aslinya dulu dengan versi iPad-nya kali ini. Akan lebih impresif lagi jika BioWare mau memberikan lebih banyak tweak dari segi grafis sehingga bisa bersaing dengan game-game mobile yang hardcore saat ini, seperti Infinity Blade yang sudah menggunakan Unreal Engine 3.

Mungkin kamu sedikit memikirkan, bagaimana mengambil keputusan dalam sebuah dialog dalam ukuran yang lebih mini ini? Tenang saja, BioWare rupanya sangat memaksimalkan kontrol sentuhan dari iPad dengan menyediakan tombol di sebelah kanan yang bisa kamu gunakan untuk memilih jawaban dalam sebuah dialog. Ketika dialog muncul dan terdapat beberapa pilihan jawaban, maka di sebelah kanan tersebut akan ada tombol sebanyak jawaban yang tersedia, plus dengan penomorannya. Sangat mempermudah jempolmu untuk menjangkaunya dan juga tidak terlalu memakan banyak area di layar.

Kenyamanan menggunakan kontrol sentuhan bukan hanya tersedia saat kamu memilih jawaban sebuah dialog. Dalam pertarungan yang menggunakan metode pause and play pun kontrol sentuhan berjalan dengan baik, yang membuatmu harus memilih serangan dan item dengan cepat. Selain itu, saat kamu masuk ke dalam menu, bisa dikatakan kontrol sentuhan ini juga tidak mengalami kendala yang berarti, mulai dari navigasi, hingga menyortir equipment milikmu. Namun sayang, masih ada beberapa menu yang memiliki ikon terlalu kecil, seperti Powers sehingga sedikit menyulitkanmu untuk membaca teks yang ada.

Kamu bisa menggeser dan menahan jarimu di tempat yang kamu inginkan untuk membuat karaktermu bergerak. Mekanisme ini bisa dibilang lebih nyaman digunakan daripada menyediakan sebuah analog virtual untuk bergerak seperti kebanyakan game-game action RPG untuk mobile lainnya. Selain kekurangan dari segi grafis yang kurang mendapatkan tweak, kamu juga akan seringkali menemui area yang terlalu gelap untuk dijelajahi ketika kamu menggunakan setting auto brightness. Solusinya, set brightness secara manual sesuai dengan kenyamanan bermainmu.

Tertarik untuk mendapatkan Star Wars: KOTOR ini di iPad-mu? Kamu bisa langsung men-download-nya di iTunes melalui link berikut ini. BioWare memberi banderol harga US $9.99 (sekitar Rp 90.000) untuk game ini, atau hampir sama dengan banderol versi PC-nya yang dirilis dalam bentuk digital melalui Steam.

[Sumber: iTunes]


SHARE
Previous articleGateway 3DS, Flashcard 3DS Pertama di Dunia yang Bisa Berfungsi?
Next articleHTC One Membuang Sense dan Memasukkan Pengaruh Nexus
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.