Double Fine Luncurkan Proyek Massive Chalice, Gabungkan XCOM, FF Tactics, Fire Emblem dan Game of Thrones dalam Satu Game!

Bisa dibilang, langkah Double Fine Productions yang membawa proyek Double Fine Adventure untuk menempuh jalur crowfunding di Kickstarter seolah membuka babak baru dalam pendanaan proyek sebuah game. Betapa tidak, sejak pertama kali sukses di Kickstarter saat menggalang dana tahun lalu, Double Fine Adventure seperti “membuka jalan” bagi developer lain yang ingin membawa game mereka untuk menempuh jalur serupa. Terbukti dengan setelah Double Fine Adventure, puluhan game lain berhasil mengikuti jejak serupa seperti Cryamore, Torment, Among The Sleep hingga yang paling baru, Son of Nor.

Belum juga Double Fine Adventure (atau yang sekarang sudah berubah nama menjadi Broken Age) dirilis, Double Fine kembali melemparkan satu game mereka untuk berkampanye di Kickstarter. Adalah Massive Chalice, judul game terbaru mereka yang baru empat hari menggalang dana di Kickstarter dengan target US $725.000. Double Fine menyebut game ini sebagai sebuah game strategi dengan nuansa baru, yang menggabungkan unsur-unsur dari beberapa game strategi tenar, seperti XCOM, Final Fantasy Tactics, Fire Emblem, dan Game of Thrones! Dalam game ini, kamu akan memerankan seorang raja atau ratu abadi, yang saat ini tengah mempersatukan kerajaannya di bawah satu dinasti yang kuat untuk mengalahkan kekuatan demon dan mendapatkan Massive Chalice.

Dalam deskripsi resmi Double Fine di halaman Kickstarter-nya, mereka menyebut game ini memiliki dua layer gameplay yang berbeda. Pertama adalah layer strategi, dimana kamu bisa membangun kerajaanmu dan membuat beberapa keputusan-keputusan penting demi kejayaannya. Sedangkan layer kedua atau layer taktik, kamu akan dihadapkan dengan sebuah gameplay pertarungan turn based untuk mempertahankan kerajaanmu dengan menggunakan skuad pasukan yang tidak terlalu banyak dan juga satu hero yang menjadi kekuatan utama.

Berbicara masalah hero, hero-mu akan terus tumbuh dan jika sudah tua maka dia bisa mati. Kamu bisa membuat beberapa keputusan terkait hero-mu, apakah terus menggunakannya sampai umurnya habis, ataukah mempensiunkannya saat sudah tua dan menggantikannya dengan hero generasi baru yang masih muda. Ada satu fitur lagi yang terdengar cukup menarik, dimana kamu nantinya bisa “mengawinkan” antara satu pasukan dengan pasukan lainnya, baik yang masih dalam satu garis keturunan, atau dari berbeda keturunan untuk mendapatkan keturunan dengan kemampuan yang unik. Setiap kamu memulai sebuah game, kamu akan mendapatkan pasukan dalam kombinasi yang acak antara pria dan wanita dan juga keturunannya. Baik tidaknya keturunan yang dihasilkan akan sangat tergantung bagaimana strategimu untuk mengawinkan satu garis keturunan dengan garis keturunan lainnya. Memahami kemampuan setiap keturunan juga sangat penting agar kamu bisa menghasilkan keturunan sesuai dengan kebutuhan kerajaanmu!

Banyak pihak yang memprediksikan bahwa Massive Chalice akan bisa “meledak” seperti Double Fine Adventures. Dan tanda-tanda ke arah tersebut sudah mulai terlihat, dimana baru empat hari melakukan penggalangan dana, Massive Chalice sudah mendapatkan dana sekitar US $580.000 dan sepertinya akan bisa mencapai target dalam tiga atau empat hari lagi! Sayangnya, kampanye ini juga diiringi dengan beberapa suara miring dari para backer Kickstarter ataupun dari gamer kebanyakan, apalagi kalau bukan karena Broken Age. Ya, sudah lebih dari satu tahun berlalu sejak game ini sudah mencapai target pendanaannya, namun sampai saat ini Double Fine belum menunjukkan progress yang signifikan, pun juga dengan jadwal rilis resminya. Massive Chalice sendiri menurut rencana akan dirilis untuk PC, Mac dan Linux.

[Sumber: Kickstarter]


SHARE
Previous articleTrailer Terbaru Gintama The Movie: Final Chapter !
Next articleTanggal Perilisan Monster Hunter 4 Telah Dikonfirmasikan!
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.