Mengintip Proyek ARAIG, Baju Khusus untuk Bermain Game!

Bermain game hanya dengan menggunakan kontroler, keyboard atau mouse mungkin sudah umum. Untuk itulah banyak pengembang yang mencoba-coba beragam perangkat baru untuk menawarkan pengalaman bermain yang berbeda bagi para gamer. Akhirnya mulai banyak bermunculan perangkat dengan beragam inovasi seperti Oculus Rift. Nah, kali ini muncul sebuah ide baru dari sekelompok orang berasal dari Kanada yang inovatif dan unik yang disebut dengan ARAIG. Apa sebenarnya ARAIG ini?

ARAIG yang merupakan singkatan dari As Real As It Gets gampangnya adalah sebuah baju mirip armor yang bisa digunakan saat bermain game. Dalam pernyataan resmi sang pengembang, ARAIG merupakan jembatan antara dunia nyata dengan dunia di dalam game yang tengah kamu mainkan. Mungkin saat bermain game kamu pernah berharap bahwa kamu juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh karaktermu di dalam game, dan untuk inilah ARAIG ini dibuat! Kamu bisa merasakan sensasi yang dirasakan karaktermu di dalam game dengan menggunakan armor ini, mulai dari efek cuaca seperti hujan, efek terkena tembakan atau ledakan, dan juga sensasi-sensasi lainnya yang ada di dalam game. ARAIG diklaim juga akan memiliki sound system yang terintegrasi, lengkap dengan microphone dan bisa digunakan untuk semua platform dan juga semua genre permainan.

A multi-sensory feedback suit to experience the next level of gaming. Finally you get to feel what you’ve only been able to see. – ARAIG

ARAIG sendiri terdiri dari tiga lapisan, mulai dari Decoder, Sim Skin dan Exoskeleton. Decoder adalah sebuah alat transfer berukuran kecil yang bisa menerima data dari device gaming-mu (PC atau konsol), mengubah data tersebut lantas mengirimkannya ke Exoskeleton yang akhirnya mengaktifkan sensor dari ARAIG. Artinya, setiap device memiliki Decoder yang berbeda-beda, sehingga jika sebelumnya kamu membeli Decoder untuk X360, maka kamu perlu membeli sebuah Decoder lagi untuk bisa menggunakan ARAIG untuk game-game PC.

Lapisan kedua adalah Sim Skin adalah potongan-potongan estetik yang bisa kamu pasang di lapisan atas Exoskeleton. Gunanya adalah dengan menggunakan Sim Skin ini, kamu bisa mengkustomisasi tampilan ARAIG-mu sehingga terlihat makin keren saat kamu kenakan. Nantinya akan tersedia beberapa macam Sim Skin yang bisa dipilih.

Terakhir, ada bagian dasar dari ARAIG yang disebut dengan Exoskeleton. Exoskeleton terdiri dari semua bagian yang menerima data dari Decoder (disebut dengan Control Center) yang selanjutnya akan mengaktifkan sensor simulasi yang disebut dengan Nervous System. Semuanya menggunakan daya dari battery pack (disebut dengan Power Cell) yang terpasang di bagian Charging dan Power Control Station atau Power Regulator. Power Regulator ini akan membagi daya ke semua bagian Exoskeleton yang tengah membutuhkannya. Bentuk Exoskeleton tanpa Sim Skin bisa kamu saksikan dalam video berikut ini.

Saat ini, ARAIG masih berjuang untuk mendapatkan pendanaan di Kickstarter dengan target funding US $900.000 dalam jangka waktu 30 hari. Sampai tulisan ini naik cetak, ARAIG yang baru empat hari menggelar kampanye sudah mendapatkan pendanaan sekitar US $25.000. Jika proyek ini berjalan dengan lancar dan target pendanaan sudah terpenuhi, pihak pengembang menjanjikan setidaknya pada bulan Desember 2014 para penyandang dana akan mendapatkan versi perdananya sebelum dirilis ke pasaran. Belum ada banderol resmi dari ARAIG, namun dilihat dari halaman Kickstarter-nya, sepertinya armor ini akan dijual pada kisaran harga US $299, karena itu adalah dana minimal yang harus dibayarkan oleh backer (sebutan penyandang dana untuk Kickstarter) jika ingin mendapatkan satu unit kostum ini.

Ingin sensasi bermain game yang baru? Kita tunggu saja kelanjutan proyek ARAIG ini!

[Sumber: Kickstarter]


SHARE
Previous articleLiputan Duniaku Checkpoint: POPCON ASIA 2013 Meet The POPStars!
Next articleDeretan Foto, TV Spot dan Featurette dari Man of Steel
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.