Krisis Zynga Belum Berakhir, Kini Tutup Tiga Kantor dan Pensiunkan Lebih dari 500 Pegawai

Krisis Zynga rupanya masih belum akan berakhir. Setelah beberapa waktu lalu menutup beberapa studio seperti yang ada di Jepang dan juga menutup beberapa layanan game-nya, kali ini kabar kurang mengenakkan kembali berhembus dari markas besar Zynga. Melalui sang CEO Mark Pincus, Zynga mengungkapkan bahwa kali ini mereka siap mengurangi beban kerja yang ada di seluruh kantor mereka sebanyak 18%.

Pengurangan beban kerja sama dengan PHK alias merumahkan beberapa karyawannya. Tercatat, akibat kebijakan Mark Pincus ini, Zynga dikabarkan menutup tiga kantor mereka yang ada di LA, New York dan Dallas, dan membuat sekitar 520 staff kehilangan pekerjaan mereka. Mark mengungkapkan, bahwa pengurangan beban kerja ini akan dilakukan secara bertahap, dan ditargetkan akan selesai dalam bulan Agustus 2013 mendatang. “Hari ini adalah hari yang berat bagi Zynga dan juga hari yang emosional bagi setiap staff yang ada di perusahaan kami. Kami harus mengucapkan selamat tinggal kepada sekitar 18% saudara kami yang ada di Zynga. Efek dari pengurangan ini akan terasa bagi setiap grup yang ada di sini,” tulis Mark dalam pernyataan resminya.

Lebih lanjut, Mark juga mengungkapkan bahwa pengurangan beban kerja ini adalah untuk beradaptasi dengan game sosial mobile yang kini tengah marak. “Skala besar yang membantu kami dengan baik saat membangun dan menyajikan game sosial di web sekarang sangat sulit untuk meraih kesuksesan di platform lain seperti mobile, dimana game sosial saat ini banyak dimainkan,” tulis Mark lebih lanjut. Namun, Mark optimis dengan langkah yang diambilnya ini dan menganggapnya salah satu keputusan terbaik untuk jangka panjang. “Meskipun ini adalah keputusan yang sangat berat, namun saya percaya bahwa strategi kami untuk membangun franchise papan atas dan didukung dengan jaringan terbesar akan sangat baik untuk jangka panjang,” ungkapnya.

Mark Pincus, CEO dari Zynga

Mark pun memberikan beberapa statistik dibalik nada optimismenya tersebut. Running With Friends disebut adalah salah satu game terbaik yang saat ini dimiliki Zynga, dengan mendapatkan rating 4.5 dari total 5 dan 22.700 pemain kurang dari sebulan setelah peluncurannya. Pun dengan salah satu franchise andalan mereka di Facebook, FarmVille yang baru saja mendapatkan update baru County Fair, disebutnya sudah memiliki 39 juta pemain setiap bulannya dengan hanya dirilis di satu platform saja. Terakhir, Mark juga menambahkan, bahwa pengurangan beban kerja ini bisa menghemat pengeluaran Zynga sekitar US $70 juta hingga US $80 juta setiap tahunnya.

Mark boleh saja menganggap ini adalah strategi terbaik Zynga dalam jangka panjang. Namun melihat bagaimana kondisi Zynga yang tengah limbung sejak beberapa bulan lalu, mungkin ini adalah salah satu “strategi” terbaik untuk mengurangi pengeluaran mereka sembari menunggu ledakan franchise baru yang setara dengan ledakan FarmVille beberapa tahun lalu. Zynga sendiri rupanya sudah mencoba untuk keluar dari krisis dengan meluncurkan dua game beraroma judi menggunakan uang nyata di Inggris bulan April lalu.

Salah satu game judi yang dirilis Zynga di Inggris

Kabar ini semakin menambah panjang daftar “penderitaan” Zynga, setelah pada akhir Januari lalu mereka menutup studio di Jepang dan kehilangan salah satu game designer terbaik mereka Brian Reynolds, hingga di bulan Februari mereka menutup kantor di Baltimore dan menutup tiga studio yang mendukungnya. Belum lagi ancaman dari sekelompok grup hacker, yang mengancam membeberkan dokumen-dokumen rahasia Zynga ke publik pada akhir tahun lalu.

Sepertinya krisis Zynga belum akan berakhir dalam waktu dekat. Bagaimana menurutmu?

[Sumber: CVG]


SHARE
Previous articleNovel serta Concept Art Book Dari Assassin’s Creed Akan Dirilis Akhir Tahun Ini
Next articleMonster Hunter 4 Akan Memiliki Lebih Banyak Konten Baru
Ex Managing Editor majalah Zigma dan Omega yang mengawali karirnya sebagai kontributor sebuah blog teknologi. Febrizio dikenal juga suka dengan teknologi, film, pengembangan software, perkembangan sepakbola, serta saat ini juga mulai tertarik untuk mempelajari proses pengembangan game.