Computex 2013: Qualcomm Umumkan Snapdragon 400 Quad, Intel Membawa Penerus Clover Trail+

Mulai 4 Juni hingga 8 Juni besok di Taiwan berlangsung Computex 2013. Ajang tahunan yang digelar mulai tahun 2000 lalu ini menjadi salah satu pameran komputer dan teknologi terbesar. Sesuai namanya, fokus dari Computex adalah teknologi baru komputer, seperti Intel yang mengkonfirmasikan penerus Ivy Bridge, yaitu Haswell, hingga perangkat mobile seperti tablet yang juga selalu meramaikan pameran tersebut. Berikut beberapa produk menarik yang muncul atau dikonfirmasikan selama Computex 2013.

Setelah ARM mengumumkan lineup baru prosesor mobile mereka, produsen chipset lainnya, Qualcomm dan Intel tidak mau kalah. Berbeda dengan produsen chipset mobile lainnya yang memilih jalan pintas dan memanfaatkan beberapa produk ARM sebagai basis, Qualcomm serta Intel memilih racikan mereka sendiri dengan tetap berbasis pada CPU Instruction Set ARMv7 yang diproduksi ARM.

Qualcomm Snapdragon 400

Mulai dengan Qualcomm, mereka juga menawarkan solusi baru chipset dengan prosesor quad-core melalui Snapdragon 400. Selama ini Snapdragon 400 memang sudah available, namun baru varian dual core saja, dan produk  yang menggunakan tenaganya seperti Huawei Ascend W1HTC FirstSamsung Galaxy Mega 6.3 dan Samsung Galaxy S4 Mini. Dan kini dengan pilihan quad-core, maka produsen tablet dan smartphone bisa mendapat pilihan yang terjangkau untuk gadget yang ditujukan di pasar berkembang. Pilihan tersebut antara lain melalui seri Qualcomm 8226, 8626 (keduanya dengan prosesor 1.4 GHz) dan yang paling tinggi kelasnya, Qualcomm 8926, yang meskipun clock speed prosesornya 1.2 GHz dari keluarga ARM Cortex-A7, dan seperti dua pilihan yang lainnya memiliki GPU Adreno 305, namun sudah built-in modem LTE Cat4.

Sejauh ini diantara keluarga chipset baru Qualcomm (Snapdragon 200, 400 dan 800), baru seri Snapdragon 800 saja yang sudah memasukkan modem LTE. Dengan pilihan Snapdragon 400 plus LTE, diharapkan chip Qualcomm ini bisa mengisi gadget untuk kelas menengah. Selain itu, yang lebih melegakan adalah Snppdragon 400 baru tersebut juga kompatibel dengan Windows Phone 8. Demikian smartphone berbasis OS Microsoft tersebut nantinya bisa keluar dari “batasan” dual-core, serta bisa bersaing dengan kompetitor Android. Fitur lain yang disebutkan termasuk baru dalam Snapdragon 400 quad itu adalah ekspansi WiFi melalui 802.11ac Wi-Fi, yang saat ini hanya eksis melalui HTC One dan Samsung Galaxy S4.

Selain itu, Qualcom bersama Microsoft juga akan menghadirkan chipset Snapdragon 800 untuk tablet Windows RT 8.1 (dengan update OS terbaru Windows Blue) yang baru, membuat rencana tersebut menjadi usaha ketiga, setelah sebelumnya Qualcomm Snapdragon S4 diterapkan untuk HTC Windows Phone 8S dan 8X, dan juga nVidia Tegra 3 pada Microsoft Surface. Nantinya Snapdragon 800 tersebut akan menggunakan empat inti Krait 400 (prosesor tipe tertingginya Snapdragon), seperti yang juga akan diterapkan pada LG Optimus G2, Xiaomi Mi3, ZTE Grand Memo, Samsung Galaxy Note III, Sony Xperia Honami, dan HTC One MEGA. Clock speed prosesornya sendiri 2.2 GHz, didukung GPU Adreno 330 dan ada dukungan modem LTE.

Sepertinya Qualcomm sangat aware dengan langkah Intel yang makin beringas menembus pasar mobile akhir-akhir ini, dan mereka ingin segera membendungnya sebelum Intel juga mewabah di platform mobile.

Sumber: Qualcomm (1), (2)

Intel Bay Trail-T

Dan bicara Intel, selama Computex 2013 selain mengkonfirmasikan Haswell, mereka juga kembali mengungkapkan rencana revisi baru jajaran chipset mobile-nya. Update kali ini termasuk yang cukup besar, melalui chipset Bay Trail-T (sudah diungkapkan selama CES 2013 dan MWC 2o13 Januari – Februari lalu) yang dibangun dengan arsitektur baru dan juga terintegrasi modem LTE baru Intel, dengan sasaran tablet Android dan Windows 8.1.

Intel menyebut arsitektur mikro mereka ini sebagai Silvermont, dibangun dari proses 22nm, sehingga sama dengan teknologi pemrosesan yang diterapkan untuk chipset desktop Haswell. Intel mengklaim Bay Trail-T menawarkan kinerja yang meningkat 3x dan kebutuhan daya yang lebih hemat 5x dibandingkan Intel Atom yang eksis saat ini, yaitu Clover Trail+ yang masih menggunakan teknologi pemrosesan 32 nm (diterapkan pada ASUS FonePad Note, Memo Pad FHD 10, Samsung Galaxy Tab 3 10.1-inch). Peningkatan tersebut dicapai melalui kinerja single-threaded yang lebih baik, dan mendukung hingga 8 core CPU. Nantinya chipset pertama yang eksis dari keluarga Bay Trail-T ini masih quad-core, serta itupun belum mendukung Hyper Threading.

Bay Trail nantinya akan menggunakan prosesor dengan kecepatan minimal 2.1 GHz (pertama quad-core, meskipun tanpa HT, dengan maksimal 8 core), Intel Gen 7 (arsitektur GPU Ivy Bridge, mendukung DX11, dengan kecepatan hingga 3x lipat serta dukungan output resolusi 4K), memory 64-bit Dual-channel 533MHz LPDDR3-1066 (kecepatannya 17 GB/sec). Rencananya, chipset ini akan digunakan pada tablet (mendukung baik Android dan Windows 8.1), termasuk 2-in-1 tablet yang akan dirilis akhir tahun ini oleh Microsoft dengan harga $399, namun bisa saja juga mengisi laptop entry level dan bahkan juga desktop.

Solusi mobile Intel ini menjanjikan masa aktif baterai hingga 8+ jam pada baterai 30Wh (sekitar 8500 mAh) dan layar 10.1-inchi (ukurannya dengan tablet 10.1-inchi tersebut dibiarkan memutar video full HD pada 30fps). Jadi hasilnya bisa bervariasi, bergantung ukuran layar dan kapasitas baterai tablet yang menggunakannya nanti. Itu untuk tablet, sedangkan update platform mobile Intel khusus untuk diwakili Merrifield, yang juga dibangun dari teknologi proses 22nm. Hanya saja khusus Merrifield belum banyak informasi yang dibeberkan oleh Intel.

Sumber: Intel


SHARE
Previous articleHalo Rambah Mobile dengan Meluncurkan Halo: Spartan Assault!
Next articleBungee Jump Ala Shingeki no Kyojin!
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.