E3 2013 Microsoft: Tidak Ada Koneksi Internet? Mainkan Saja Xbox 360

Microsoft seolah mendapatkan “tamparan” keras dari Sony saat berlangsungnya E3 2013 tahun ini. Disaat mereka memberikan banyak batasan untuk Xbox One, Sony justru lebih “berbaik hati” kepada para gamer dengan menghadirkan PS4 yang terbalik 180 derajat dibandingkan Xbox One, sebut saja kemampuan untuk memainkan game-game bekas, dan juga tidak adanya keharusan untuk selalu online dalam 24 jam.

Sontak, langkah Microsoft ini memantik reaksi dari para gamer yang kecewa dengan batasan-batasan yang diberikan dalam Xbox One. Namun seperti pepatah ‘anjing menggonggong, kafilah tetap berlalu’, rupanya Microsoft masih kukuh dengan pendirian mereka. Hal ini disampaikan oleh Don Mattrick, President of the Interactive Entertainment Business dari Microsoft. Dalam sebuah kesempatan wawancara dengan GameTrailers, Don memperlihatkan “kukuhnya” hati Microsoft dengan tetap mempertahankan batasan-batasan tersebut. “Untungnya, kami memiliki sebuah produk untuk mereka yang tidak bisa mendapatkan konektivitas, yang disebut dengan Xbox 360,” ungkap Don seperti dikutip dari IGN. “Jika kamu tidak memiliki akses internet, device tersebut (Xbox 360) adalah device yang offline,” tambahnya.

Mungkin pernyataan Don ini membuat telinga gamer sedikit meradang. Namun, pernyataan Don tidak berhenti disitu saja,  dimana dia meneruskannya dengan pernyataan yang tidak kalah pedas. “Serius, saat saya membaca blog dan berpikir siapa yang benar-benar mendapatkan dampak atas Xbox One, adalah mereka yang berkata ‘Hey, saya berada di sebuah kapal selam’. Dan Saya tidak pernah tahu apa artinya berada di kapal selam tersebut, namun saya membayangkan bahwa mereka tidak mudah untuk mendapatkan koneksi internet. Saya berempati kepada mereka, jika saya berada disana saya pasti benar-benar kecewa,” ungkapnya lebih lanjut.

“Ini adalah dunia berbasis layanan, jika kamu berpikir terhadap sesuatu dan bagaimana hal tersebut lebih baik dengan koneksi internet, itulah pilihan desain yang kami buat. Saya kira orang-orang akan mengapresiasinya. Kami sudah melakukan banyak testing, banyak riset terhadap konsumen dan saya rasa kami telah membuat keputusan yang tepat,” pungkas Don.

Sebuah pernyataan yang mungkin mewakili bagaimana sikap “cuek” Microsoft terhadap suara-suara yang banyak beredar di kalangan gamer. Namun seperti yang dikatakan oleh Don, tentunya Microsoft sudah mempertimbangkan matang-matang semua keputusan yang diambilnya untuk Xbox One demi menghasilkan sebuah konsol next gen yang benar-benar lebih canggih dibanding pendahulunya dan menghadirkan pengalaman bermain yang berbeda.

Bagaimana menurutmu?

[Sumber: IGN]