E3 2013: Kotak Retail PS4 Dikonfirmasikan, Plus Demo AR Kecanggihan Dual Shock 4 + PS4 Eye

Sony sepertinya sukses mengenalkan PlayStation4 mereka sebagai konsol untuk semua. Mempermudah memainkan game bekas, tidak harus online, merangkul developer game indie, free region, dan yang jelas, dukungan penuhnya tidak hanya untuk 21 negara yang menjadi pasar utama kompetitornya, Xbox One.

Setelah melalui konferensi pers-nya 11 Juni kemarin kita mengetahui detail seperti apa desain PlayStation4, semalam Sony sudah menyebarkan desain kotak konsol tersebut. Melihat kotak tersebut, kita bisa menyimpulkan beberapa fakta lain dari konsol yang akan dijual dengan harga retail resmi US $399, atau sekitar Rp. 4 jutaan itu. Tulisan “Black” di kanan bawah, mengindikasikan akan ada pilihan warna selain hitam, setidaknya tidak untuk peluncuran awal PlayStation 4 yang ditargetkan musim liburan 2013, atau akhir tahun ini. Kemudian di sebelahnya tertera kapasitas hard disk 500 GB, yang merupakan kapasitas standarnya, dan yang melegakan, bisa bebas kita upgrade dengan kapasitas yang lebih besar.

 

Kemudian pada gambarnya, hanya terlihat konsol ini dengan satu Dual Shock 4, minus PlayStation 4 Eye. Memang kontroler sekunder berupa kamera itu tidak dijual sepaket, sebagaimana Xbox One yang menjadikan Kinect dalam paket pembelian (wajar, karena Kinect adalah kontroler primer Xbox One). Harga PlayStation 4 Eye di pasaran nanti sekitar US $59.99, atau sama dengan harga Dual Shock 4. Jadi untuk memaksimalkan PlayStation 4, setidaknya kamu bisa menambah alokasi dana sekitar 600 ribuan untuk satu kontroler Dual Shock 4 dan bisa bermain bersama satu pemain kedua, atau membeli satu PlayStation 4 Eye untuk bisa menikmati PlayStation 4 bersama pemain lain atau anggota keluargamu. Ya, meskipun bukan melalui permainan, setidaknya tech demo PlayStation 4 dan PlayStation 4 Eye bisa membuat orang lain keheranan…

Disebut PlayRoom oleh Sony, merupakan tech demo yang menunjukkan kemampuan satu Dual Shock 4 dan PS4 Eye. Dari tech demo ini kita mendapatkan beberapa penerapan duet kedua kontroler tersebut yang memaksimalkan fitur-fitur barunya. Fitur Dual Shock 4 yang diterapkan di sini antara lain: Light Bar, Touch Pad, Motion Sensor, Speaker, dan Dual Motors. Ketika semuanya digabungkan dengan PlayStation 4 Eye, hasilnya yang oleh Sony disebut sebagai PlayRoom dalam video berikut!

The PlayRoom I PS4 Trailer

Mulai dengan AR Menu. Menu tersebut akan memvisualisasikan Light Bar (lampu di bagian atas Dual Shock 4) yang terus dilacak kamera PS4 Eye. Dan aktivitas tersebut menghasilkan tampilan augmentation yang keren, seperti panel hologram pada gambar di bawah, yang seakan muncul dari dalam kontroler, terlihat di layar panel tersebut mengelilingimu. Tampilan itu saja pasti sudah membuat orang lain keheranan. Kemudian kami bisa mengendalikan panel tadi menggunakan Touch Pad (bidang sentuh di tengah Dual Shock 4), untuk menggeser posisi panel, kemudian meng-klik tombol Touch pad untuk menentukan pilihan.

Bagian tech demo PlayRoom lainnya adalah “sci-fi genie.” Makhkuk imut berwujud robot mungil warna putih ini bernama Asobi, jin sci-fi ini bisa di-summon dengan cara menggosok-gosok Touch Pad Dual Shock 4 seperti layaknya Aladin menggosok lampu ajaibnya. Meskipun robot vistual, namun berkat teknologi augmented reality kamu bisa berinteraksi dengan robot-robot terbang tersebut, yang seakan muncul di sekitar ruangan bermainmu. Melalui kamera PS4 Eye, dia mengenalimu dan juga orang lain yang ada di sekitarmu. Kamu, atau teman, atau kelargamu bisa menyentuhnya, mendorong, atau melakukan apa pun padanya. Namun jangan sampai membuatnya marah… dia bahkan bisa mengirim bola api dan membakar kepalamu!

Kamu juga bisa menggunakan sepasang Dual Shock 4, menggabungkannya untuk membuat sebuah mini-game. Sony memberikan demonya melalui game klasik Air Hockey yang tampil dalam bentuk hologram. Di layar, lapangan permainan diwujudkan berdasar dua Light Bar kontroler, jadi kedua pemain yang memegang kontroler tersebut bisa memanjangkan lapangan, menggoyangkan kontroler tersebut sesukanya untuk memodifikasi ukuran lapangan. Untuk mengendalikan bolanya bisa dilakukan dengan mengusapkan jari pada Touch Pad.

Demo terakhir ditunjukkan melalui AR Bots kecil, yang awalnya diperlihatkan pada layar ada di dalam kontroler kita. Saat itu terjadi, seakan Dual Shock 4 itu dipenuhi para AR Bots tersebut, apalagi Sony juga menggunakan efek Dual Motor dan Speaker (bisa kamu dengarkan celotehan mereka melalui speakernya Dual Shock 4), sehingga ketika robot-robot mungil itu muncul, ada feedback yang kita rasakan melalui Dual Shock 4. Kemudian setiap gerakan yang kamu masukkan melalui kontroler itu juga akan mempengaruhi apa yang terjadi di tengah para AR Bots.

Ingin mengeluarkan mereka dari dalam Dual Shock 4? Tinggal sapukan saja jarimu pada Touch Pad, maka mereka akan diperlihatkan keluar dan mendarat di ruangan yang sama denganmu (tentu saja, itu terlihat di layar televisi, dalam tampilan augmented). Mereka juga bereaksi atas setiap aktivitas yang kamu lakukan pada Dual Shock 4, dan mendeteksi wajah semua orang di ruangan yang sama. Jadi kamu bersama teman / keluarga bisa berinteraksi bersama robot-robot kecil tersebut.

Belum kepikiran membeli Dual Shock 4, namun kamu sudah menyimpan tablet atau smartphone Xperia? Sony sudah menyiapkan koneksi antara perangkat mobile tersebut dengan PlayStation 4, dan menggunakan smartphone atau tablet atau PlayStation Vita, kamu bisa menggambar apa saja yang kamu inginkan, dan dengan sapuan jari, apa yang kamu gambar tersebut bsa keluar dari layar gadget-mu dan menyatu dengan tampilan augmented yang saat itu divisualisasikan pada layar, dan terlihat berinteraksi juga dengan para AR Bots.

Satu kata, keren! Setidaknya meskipun sekadar melalui tech demo, Sony berhasil memaksimalkan teknologi augmented reality melalui PlayStation 4 dan kontroler mereka ini…


SHARE
Previous articleE3 2013: Trailer Gameplay Final Fantasy XV, A World of the VERSUS Epic
Next articleE3 2013: Trailer dan Screenshot Baru Yoshi’s New Island
Telah dikenal sejak satu dekade yang lalu melalui media game Ultima Nation. Saat itu artikel andalannya adalah panduan walktrough game-game RPG. Ura kemudian juga semakin dikenal lewat tulisannya yang idealis dan selalu konsisten pada satu aspek game, yaitu STORY - yang olehnya dianggap sebagai backbone sebuah game. Selain menggeluti dunia game, Ura juga penggemar gadget, dan dia memiliki hobi "ngoprek" smartphone.